Kota Bekasi Masuk Daerah Gerakan Menuju 100 Smart City Kominfo

- Redaksi

Kamis, 16 November 2017 - 20:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Jakarta – Sebanyak 24 Kota/kabupaten se-Indonesia hadir dalam seminar Gerakan Menuju 100 Smart City 2017 yang digagas Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Rabu, (15/11) di Hotel Santika Jalan Hayam Wuruk Jakarta.

Ke-24 Kota/Kabupaten ini diantaranya Kota Bekasi dan masuk dalam tahap awal program gerakan menuju 100 Smart City di Indonesia.

Dalam program ini Kemkominfo bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Mereka akan memberikan pendampingan dan dukungan agar 24 pemda menuju Kota Bekasi Smart City.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Walikota Bekasi H Ahmad Syaikhu berkesempatan hadir dan mempresentasikan sejauh mana implementasi Smart City di Kota Bekasi didepan 24 pimpinan daerah atau perwakilan.

Saat itu, Wawali Ahmad Syaikhu juga didampingi Kadiskominfostandi dr Titi Masrifahati dan para kepala bidang.

Ahmad Syaikhu mengatakan sangat bersyukur Kota Bekasi menjadi bagian dari gerakan menuju 100 smart city di Indonesia.

Baca Juga :  Dugaan Gratifikasi Proyek Tol Cibitung-Cilincing, Kejari Periksa Eks Kepala Dinas Tata Ruang

Ia ingin setelah program smart city di Kota Bekasi akan terus berkembang dan semakin baik sebagai bagian dari pelaksanaan pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

“Program yang ada terus berlanjut semakin baik terlebih mendapat pendampingan Kemkominfo dalam penerapan smart city ini,” ucap Wawali Ahmad Syaikhu.

Lanjut dia, Kota Bekasi memiliki aplikas Pengaduan Online Terpadu (POT). Lewat P.O.T masyarakat Bekasi bisa menyampaikan informasi dan masukan terhadap pemerintah Bekasi.

Aplikasi tersebut merupakan salah satu inovasi yang dikembangkan oleh Diskominfostandi Kota Bekasi. Aplikasi tersebut berfungsi bagi masyarakat memberikan informasi kepada pemerintah.
Syaikhu mengungkapkan, penggunaan teknologi ini dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas pemerintah.
“Pemanfaatan teknologi informasi menjadi sebuah keharusan dalam rangka memberikan kemudahan, kecepatan, dan keakuratan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat”, terang Syaikhu.

Selain Aplikasi P.O.T., Pemerintah Bekasi juga menggunakan aplikasi Smart Online Reporting and Observation Tool (S.O.R.O.T.). Masyarakat yang sudah registrasi, bisa langsung mememberikan informasi.

Baca Juga :  Tiket Tambahan Kereta Lebaran Dibuka, 90% Sudah Habis Terjual

Semua informasi tersebut akan langsung masuk ke ruang kerja Kepala Daerah. Cukup di ruang kerjanya, lewat satu aplikasi, kepala daerah bisa langsung mengakses segala keluhan dan informasi yang disampaikan rakyatnya.

Pemerintah Bekasi sendiri dapat melihat semua laporan masyarakat lewat dashboard Patriot Operation Centre (P.O.C.). Semua laporan yang masuk kemudian diteruskan ke Organisasi Perangkat Daerah (O.P.D.). Dalam tubuh O.P.D. juga sudah dibentuk Unit Reaksi Cepat (U.R.C.) untuk langsung menindaklanjuti berdasarkan laporan yang masuk.

“Untuk menunjang aplikasi, pemerintah Bekasi pun menyediakan line telepon. Masyarakat bisa mengakses 24 jam 1500444 untuk menyampaikan onformasi yang kemudian akan ditindak lanjut oleh O.P.D. atau U.R.C. bidang terkait,” ungkap Wawali Ahmad Syaikhu

Aplikasi lainnya yang dibuat pemerintah Kota Bekasi ialah Sistem Penanggulangan Kegawatdaruratan Terpadu (S.P.G.D.T.) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Sirine (Sistem Rujukan Online), dan Si Tik Tik (Sistem Informasi Jentik oleh Jumantik). Yang terakhir ini berfungsi mendeteksi keberadaan nyamuk Aedes Agepty.

Baca Juga :  Pemprov Jabar Upayakan Pemanfaatan Internet untuk Koperasi dan UMKM

Melalui aplikasi ini, petugas Jumantik (Juru Pemantau Jentik) akan melaporkan hasil pantauannya. Hasil pantauan ini secara realtime akan diterima di P.O.C. dan diteruskan ke URC Dinas Kesehatan untuk ditindaklanjuti.

Dalam kesempatan ini hadir, Menteri Kominfo RI Rudiantara. Ia mengatakan mendukung upaya berbagai daerah dalam penerapan smart city berbasis teknologi informasi. Namun upaya ini didukung regulasi dan kerjasama semua pihak dalam mewujudkannya.

“Teknologi smart city satu jalan untuk melaksanakan berbagai pelayanan kepada masyarakat. Berbagai faktor yang mendukung smart city ini dari segi anggaran perlu juga disesuaikan dengan kemampuan daerah dan pendapatannya juga peran stakeholder yang ada,” ucapnya.(RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

XLSMART Tancap Gas Awal 2026, Laba Melonjak 254 Persen dan 5G Makin Luas
Festival Smartfren Tasikmalaya
IEE Series 2026 Hadir di Surabaya, Perkuat Ekosistem Energi dan Manufaktur
Internet 5G Bisnis
One Way TransJawa
55 Ribu Kendaraan Sudah Lewat Tol Fungsional Prosiwangi Saat Mudik Lebaran 2026
XLSMART dan Mitratel Jalin Kemitraan Strategis untuk Percepat Digitalisasi Korporasi Indonesia
XLSMART Gandeng Xiaomi Hadirkan Bundling Xiaomi 17 Series dengan XL Prioritas

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:31 WIB

XLSMART Tancap Gas Awal 2026, Laba Melonjak 254 Persen dan 5G Makin Luas

Jumat, 10 April 2026 - 07:25 WIB

Festival Smartfren Tasikmalaya

Selasa, 7 April 2026 - 08:33 WIB

IEE Series 2026 Hadir di Surabaya, Perkuat Ekosistem Energi dan Manufaktur

Kamis, 2 April 2026 - 15:08 WIB

Internet 5G Bisnis

Rabu, 25 Maret 2026 - 16:53 WIB

One Way TransJawa

Berita Terbaru