Komisi IV DPRD Kabupaten Mememantau Langsung Proses PTMT di Sekolah

oleh -
Foto: Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Fatma Hanum.
banner 120x600

Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi  mengingatkan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi agar ekstra hati-hati dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka atau PTMT terbatas awal September ini. Dinas Pendidikan harus benar-benar memastikan penerapan protokol kesehatan (prokes) secara ketat guna mencegah terjadinya penularan Covid-19 di sekolah. Pernyataan itu disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Fatma Hanum, saat diwawancarai media online rakyatjabarnews.com via seluler, pada Selasa (7/9/2021) sore.

“Harapan kami PTMT tetap dilaksanakan dengan disiplin yang tinggi dan ketat terhadap protokol kesehatan. Lebih dari itu, pelaksanaan PTMT terbatas harus memenuhi asas keadilan,” tutur politikus Wanita PKS Kabupaten Bekasi.

Asas keadilan yang dimaksud Fatma baik dalam kesempatan mengikuti PTMT terbatas kepada seluruh siswa di Kabupaten Bekasi maupun dalam pemberian materi bagi siswa yang belajar di rumah. “Jangan sampai PTMT menimbulkan klaster baru Covid-19,” sambungnya.

Fatma berharap pelaksanaan PTMT terbatas dapat memacu proses pembelajaran dan daya serap materi bagi peserta didik. Bagi siswa yang orang tuanya belum mengizinkan mengikuti pembelajaran di sekolah, Dinas Pendidikan harus memastikan mereka bisa tetap belajar dari rumah.

“Yang wali muridnya belum membolehkan anaknya belajar di sekolah ya ikut pembelajaran secara daring dulu. Kan pelaksanaan PTMT terbatas ini baru 50 persen dari seluruh siswa. Yang separuhnya lagi mengikuti pembelajaran secara daring,” urainya.

DPRD akan Memantau Langsung di Sekolah

Lebih jauh, Fatma memantau langsung pelaksanaan PTMT terbatas pada Senin (6/9/2021) di SMP 1 Kedungwaringin dan Selasa (7/9/2021) ini di SMP 1 Cikarang selatan dan besok di SMP 1 simpangan, pada Rabu (8\9\2021,” ujarnya Fatma Hanum politkus PKS dari dapil satu ini.

“Kami akan lihat seperti apa pelaksanaan PTMT terbatas di sekolah. Apakah prokes sudah diterapkan secara ketat, sesuai ketentuan, atau masih perlu ditingkatkan. Jadwal pemantauan PTMT sudah kami siapkan. Jadwal bisa berubah sesuai situasi. Sekolah harus benar-benar mempersiapkan prokes dengan baik, yang diperlukan apa saja, harus tersedia. Jangan sampai larut dengan euforia tatap muka, sehingga mengabaikan prokes dan bisa memicu terjadinya klaster Covid-19,” urainya.

Dalam PTMT terbatas itu, politikus PKS tersebut juga meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi  agar memberikan perhatian lebih terhadap pembelajaran siswa satu tahun setengah terakhir pembelajaran mereka tak maksimal karena dilakukan dengan daring dan harus juga menyadari infrastruktur pengajaran daring di kabupaten Bekasi sangat bermasalah belum lagi masalah dari jaringan ada juga tidak punya Kouta, ada Kouta jaringan terbatas.,” ujarnya Fatma Hanum .

Kita memahami itu. Dan menapresiasi untuk upaya-upaya langkah dinas pendidikan kabupaten Bekasi dalam persiapan perencanaan PTMT simulasi selama 2 hari kita apresiasi.

“Fatma menambahkan, pasti Susana ini sangat mengharukan dan kegembiraan. Misalnya kemarin mereka masuk kelas 7 dan mereka kelas 8 SMP ini selama ini belum pernah ketemu selama satu tahun setengah tidak ada belajar tatap muka dengan teman-teman barunya, ini excited banget, nah inilah peran guru dan orang tua untuk sama-sama menjaga dalam kondisi pandemi.”

Maka disini peran guru, orang tua dan stekholder semuanya untuk memperhatikan proses PTMT. Oleh sebab itu kami dari Komisi 4 DPRD Kabupaten Bekasi terus monitoring dan memantau kebawah proses PTMT seberapa jauh efektifnya.

Memang pastinya ada beberapa kendala dan ada beberapa peristiwa diluar dugaan, misalnya interval antara jam 1 ke jam lainnya. Karena dibagi dua gelombang itu memerlukan perhitungan 1 jam ternyata kadang tidak cukup. Ini proses-proses Trial by eror makanya perlu banget perhatian dari pemerintah daerah untuk PTMT jangan sampai tidak dalam pantauan dan harus dipantau dalam proses PTMT

Proses PTMT yang masuk 50-50 persen dan sejauh ini komisi terus monitoring ke bawah.

Untuk harapannya, dalam PTMT ini menjadi yang pertama adalah menjadi awal yang bersemangat ini yang dimiliki oleh orang tua, guru, murid dan stekholder itu jangan sampai mengabaikan prokes. Dan yang kedua juga kesiapan stekholder kesehatan. Untuk kesehatan untuk siap sedia mengamati kemudian tidak hal di inginkan dalam berjalan sepekan atau dihentikan dulu atau ambil tindakan, jadi di stakholder kesehatan itu harus antisipasi haru bekerjasama dengan asosiasi kesehatan, IDI termasuk dnegan puskesmas untuk memantau Proses PTMT dan tanggung jawab bersama,” tutupnya.

(Advertorial)

 

Comment