Ketua RT di Polisikan Gara-gara Dituding Melakukan Perusakan Selokan Air

- Redaksi

Senin, 13 Desember 2021 - 19:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

rakyatjabarnews.com, Bekasi – Seorang ketua RT 16 RW 07 di Vila Mutiara 1, Desa Ciantra, Cikarang Selatan, dipolisikan gara-gara dituding melakukan perusakan oleh pemilik lahan.

Subagyo, nama ketua RT tersebut, dilaporkan dengan LP/B/574/VIII/2021/SPKT/POLSEK CIKSEL/Restro Bekasi pada 18 Agustus 2021 atas tuduhan perusakan.

Kepada para wartawan, Subagyo menjelaskan bahwa dia bersama warga lain hanya mengembalikan fungsi drainase dengan membongkar bagian atas selokan yang ditutup secara permanen oleh pemilik lahan, kemudian membuat bak kontrol, agar selokan dapat dibersihkan dan tidak lagi terjadi banjir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah itu dia pun kembali merapikan bagian bak kontrol dengan memberi penutup beton yang dapat dibuka sewaktu-waktu.

Pembongkaran itu berlangsung pada momentum kerja bakti yang digelar pada tanggal 8, 11, dan 15 Agustus 2021 dalam rangka menyukseskan program Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan, yaitu World Cleanup Day.

Selokan yang dimaksud terletak tepat di depan minimarket yang beralamat di Jalan Flamboyan, blok F4 nomor 54.

“Sebelum kerja bakti kita rapat bersama warga tanggal 3 Agustus, dan semua menyetujui perbaikan drainase itu,” ucap pria yang berusia 63 tahun itu kepada wartawan, Senin, 13 Desember 2021.

Sebelum itu Subagyo sudah mengantongi izin secara lisan kepada pengelola minimarket selaku penyewa lahan.

“Izin pemilik lahan gak ada tanggapan, bahkan telepon ditutup. Kita izin Alfamart selaku penyewa lahan boleh secara lisan. Jadi yang menyewa lahan mengetahui dan mengizinkan,” kata dia.

Baca Juga :  Kecelakaan Mobil dan Motor di Bekasi, Satu Orang Meninggal Dunia

“Warga sepakat membongkar karena ada penyumbatan. Setelah dibongkar kita rapikan, kita buat tutup, Pemilik lahan lapor polisi,” sambung dia.

Upaya mediasi dengan pengurus RT dan pemilik lahan pun telah diupayakan di tingkat RW dan desa.

Akan tetapi, ujar Subagyo, pemilik lahan tak pernah menanggapi, bahkan sempat menyebut mempunyai backing jenderal.

Sebelum dirinya menjabat sebagai ketua RT, peristiwa serupa juga pernah terjadi, tetapi tidak sampai pelaporan kepada polisi.

Subagyo menegaskan bahwa selokan adalah fasos fasum. Hal itu dikuatkan dengan pernyataan pengembang Vila Mutiara 1, PT Graha Mutiara ISPI, bahwa selokan tersebut dibangun untuk kepentingan warga pada tahun 1995-1996.

Baca Juga :  Momen Hujan Banyak Kecelakaan

Berdasarkan site plan yang dia tunjukkan, luas tanah yang dimiliki pemilik lahan hanya 14 x 8,65 meter persegi. Sementara area selokan yang berbentuk huruf L tergolong fasos-fasum.

Subagyo bersama 4 pihak lainnya telah diperiksa sebagai saksi di Polres Metro Bekasi pada 25 Agustus 2021 dengan Surat Perintah Penyidikan SP.Lidik/1410/VIII/2021/Restro.Bks.

Selain dia, yang dipanggil adalah warga atas nama Fedrik Gustaf, Usman, Adit, dan manajemen Alfamart.

Dia mengaku tak gentar atas pelaporan itu karena meyakini betul bahwa selokan tersebut adalah fasos-fasum diperkuat dengan surat dari pengembang PT Graha Mustika ISPI dan pernyataan tertulis manajemen Alfamart.

Dia juga didukung oleh Bidang Hukum Perkumpulan Masyarakat Peduli Lingkungan (PMPL) RT-RW Kabupaten Bekasi sebagai forum para ketua RT dan RW se-Kabupaten Bekasi.

(ziz)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim dari 7 Desa Ramaikan Gelaran UMKM Cibitung, Camat Dorong Event Pemuda Rutin
Diduga Berpotensi Cemari Udara, Usaha Pembuatan Arang di Sumur Batu Disegel
Fadly Bawa Inovasi Pengentasan Kemiskinan, Kabupaten Bekasi Bidik Gelar ASN Berprestasi Jabar
Tiga ASN Kabupaten Bekasi Tembus Persaingan Provinsi, Bidik Prestasi Nasional
Bupati Asep Tekankan Tiga Karakter Pemuda: Patriotik, Gigih, dan Berempati
RAPBD 2027 Disepakati, Harris Bobihoe Minta Sinergi Eksekutif-Legislatif Dijaga
32 Ribu Lowongan Kerja Tersedia di Nyari Gawe, Warga Bekasi Bisa Cari Kerja Tanpa Calo
Banjir Mengintai, Dedi Mulyadi Desak Kali CBL Rampung Tahun Ini

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tim dari 7 Desa Ramaikan Gelaran UMKM Cibitung, Camat Dorong Event Pemuda Rutin

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:18 WIB

Diduga Berpotensi Cemari Udara, Usaha Pembuatan Arang di Sumur Batu Disegel

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Fadly Bawa Inovasi Pengentasan Kemiskinan, Kabupaten Bekasi Bidik Gelar ASN Berprestasi Jabar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:28 WIB

Tiga ASN Kabupaten Bekasi Tembus Persaingan Provinsi, Bidik Prestasi Nasional

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Bupati Asep Tekankan Tiga Karakter Pemuda: Patriotik, Gigih, dan Berempati

Berita Terbaru