Kepala BI Cirebon: Digitalisasi Usaha, Kenapa Tidak?

- Redaksi

Kamis, 19 Oktober 2017 - 17:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Sebagai bentuk apresiasi Bank Indonesia (BI) terhadap stakeholder terutama yang terkait tentang survei dan responden, Bank Indonesia mengadakan kegiatan temu responden 2017 dengan tema “Digitalisasi Usaha, Why Not?” yang diadakan di Ruang Serba Guna Sasana Gunung Jati Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Jl. Yos Sudarso no. 5-7 Kota Cirebon hari Kamis (19/10)

Dalam acara tersebut, BI mengundang Co-Founder & CFO BukaLapak Muhamad Fajrin Rasyid sebagai pembicara, serta pelaku usaha berbagai bidang seperti UKM, perbankan, industri, dan lain-lain sebagai peserta.

Baca Juga :  Daftar JKN-KIS Kini Bisa Lewat Handphone

Menurut kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon M. Abdul Majid mengatakan, dalam kebijakannya, BI perlu dan ingin suatu informasi lengkap terkait aktivitas perekonomian di Indonesia. Apalagi, dinamika perkonomian berkembang sangat cepat, dan mengarah ke e-commerce.

“Karena itulah kita mengundang BukaLapak karena dinamika perkonomian berkembang sangat cepat, mengarah ke e-commerce termasuk di Indonesia,” ungkapnya saat ditemui awak media usai acara.

Baca Juga :  Gangnam District Bekasi Resmikan Pembukaan Marketing Gallery

Seperti yang telah diketahui, BukaLapak adalah salah satu perusahaan e-commerce yang cukup besar di Indonesia. Cukup banyak pengguna platform ini untuk melakukan transaksi jual beli, terutama kalangan muda.

Melalui kegiatan tersebut pula, BI berinisiatif memberikan wawasan kepada responden-responden yang notebnenya adalah pelaku usaha dari berbagai bidang agar mereka terbuka dengan perdagangan digital.

“Ini tidak boleh diabaikan. Jika diabaikan maka kita akan tersapu oleh perubahan zaman. Bahkan dari sisi diskusinya, anak-anak muda juga menuju ke arah sana (perdagangan digital, red),” jelas Majid.

Baca Juga :  Amankan Pilkada, Polres Cirebon Kota Terjunkan 700 Personil dan Membentuk Patroli Siber

Majid menambahkan, bahwa BI berusaha mendorong pengusaha-pengusaha yang sudah eksis baik mikro ataupun besar di Ciayumajakuning supaya harus melihat platform e-commerce ini sebagai sistem penjualan yang efisien. Kalaupun memang masih konvensional, tetap akan diakomodir daya belinya.

“Bahkan Bank Indonesia di kantor pusat sudah mengakomodir dinamika e-commerce, terutama kaitannya dengan teknologi seperti kredit atau simpanan secara online,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maxim Perkuat UMKM di 400 Kota, Bantu Pelaku Usaha Tekan Biaya Operasional
Harris Bobihoe: Sinergi Pusat-Daerah Kunci Sukses Cek Kesehatan Gratis
Indonesia Energy Week Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 200 Peserta dari 17 Negara
Geely Gandeng BCA, Siapkan Pembiayaan Diler dan Target 80 Jaringan Resmi di Indonesia
Kia Seltos Makin Tak Terbendung! Terjual 175 Ribu Unit, SUV Premium Ini Jadi Buruan Konsumen Global
7 Varian Sabun Biore dan Manfaatnya untuk Setiap Jenis Kulit
RPB Beri Rapor Merah Dinkes Kota Bekasi, Desak Wali Kota Tri Adhianto Evaluasi Total
Kapan Operasi LASIK Menjadi Pilihan Tepat? Kenali Kondisi Mata yang Perlu Diperhatikan

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:06 WIB

Maxim Perkuat UMKM di 400 Kota, Bantu Pelaku Usaha Tekan Biaya Operasional

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:34 WIB

Harris Bobihoe: Sinergi Pusat-Daerah Kunci Sukses Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:00 WIB

Indonesia Energy Week Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 200 Peserta dari 17 Negara

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:31 WIB

Geely Gandeng BCA, Siapkan Pembiayaan Diler dan Target 80 Jaringan Resmi di Indonesia

Selasa, 14 Juli 2026 - 23:31 WIB

Kia Seltos Makin Tak Terbendung! Terjual 175 Ribu Unit, SUV Premium Ini Jadi Buruan Konsumen Global

Berita Terbaru