oleh

Kenaikan Pertalite Masih Belum Berdampak Pada Jalur Tol Kanci-Pejagan

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi Pertalite per 24 Maret 2018 lalu, serta wacana penurunan tarif tol secara nasional, ternyata masih belum berdampak bagi jalur Tol Kanci-Pejagan.

Menurut Iyan selaku Kepala Seksi Pengumpulan Tol Kanci-Pejagan, volume kendaraan yang melintas belum terlihat adanya perubahan, atau masih dikatakan normal.

“Tol Kanci-Pejagan pada tanggal 26 Maret 2018 kemarin, masih di atas 14000 volume kendaraan per hari.
Sedangkan sebelum kenaikan Pertalite, masih di atas 12000 volume kendaraan. Itu masih normal. Jadi belum ada dampak yang signifikan,” jelasnya saat ditemui awak media di kantor Semesta Marga Raya, anak dari perusahaan Waskita Toll Road yang mengelola Tol Kanci-Pejagan, Desa Mertapada Kulon Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon, Selasa (27/3).

Untuk saat ini, Iyan mengaku masih prematur untuk mengatakan dampak dari penurunan Pertalite. “Kita harus menunggu satu hingga dua minggu ke depan untuk melihat dampaknya. Untuk saat ini, baru efek hari libur saja yang terasa,” terangnya.

Iyan menambahkan, adapun wacana tentang penurunan tarif tol sudah dibahas oleh grup Waskita. Apalagi, kenaikan Pertalite ini tidak ada hubungannya dengan penurunan tarif tol.

Menurut isu yang beredar, lanjutnya, tarif tol di Indonesia tertinggi di dunia. Karena itu ada wacana penurunan tarif tol secara nasional. Pihak BUJT (Badan Usaha Jalan Tol) pun diminta untuk membuat program penurunan tarif jalan tol.

“Karena Tol Kanci-Pejagan ini terintegrasi dari Palimanan hingga Brebes Timur, kita lihat cluster sebelumnya seperti Jakarta-Cikampek atau Purbaleunyi. Kalau mereka turun, maka kita akan turun. Tapi besarnya belum kelihatan,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Komentar

News Feed