Kenaikan Pertalite Masih Belum Berdampak Pada Jalur Tol Kanci-Pejagan

- Redaksi

Selasa, 27 Maret 2018 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi Pertalite per 24 Maret 2018 lalu, serta wacana penurunan tarif tol secara nasional, ternyata masih belum berdampak bagi jalur Tol Kanci-Pejagan.

Menurut Iyan selaku Kepala Seksi Pengumpulan Tol Kanci-Pejagan, volume kendaraan yang melintas belum terlihat adanya perubahan, atau masih dikatakan normal.

“Tol Kanci-Pejagan pada tanggal 26 Maret 2018 kemarin, masih di atas 14000 volume kendaraan per hari.
Sedangkan sebelum kenaikan Pertalite, masih di atas 12000 volume kendaraan. Itu masih normal. Jadi belum ada dampak yang signifikan,” jelasnya saat ditemui awak media di kantor Semesta Marga Raya, anak dari perusahaan Waskita Toll Road yang mengelola Tol Kanci-Pejagan, Desa Mertapada Kulon Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon, Selasa (27/3).

Untuk saat ini, Iyan mengaku masih prematur untuk mengatakan dampak dari penurunan Pertalite. “Kita harus menunggu satu hingga dua minggu ke depan untuk melihat dampaknya. Untuk saat ini, baru efek hari libur saja yang terasa,” terangnya.

Baca Juga :  PT Jasa Marga (Persero) Tbk. menyelenggarakan Lomba Pelayanan Lalu Lintas 2018

Iyan menambahkan, adapun wacana tentang penurunan tarif tol sudah dibahas oleh grup Waskita. Apalagi, kenaikan Pertalite ini tidak ada hubungannya dengan penurunan tarif tol.

Menurut isu yang beredar, lanjutnya, tarif tol di Indonesia tertinggi di dunia. Karena itu ada wacana penurunan tarif tol secara nasional. Pihak BUJT (Badan Usaha Jalan Tol) pun diminta untuk membuat program penurunan tarif jalan tol.

Baca Juga :  Cetak Laba Bersih 855,63 Miliar, Jasa Marga Tingkatkan Kinerja Positif Pada Semester I Tahun 2021

“Karena Tol Kanci-Pejagan ini terintegrasi dari Palimanan hingga Brebes Timur, kita lihat cluster sebelumnya seperti Jakarta-Cikampek atau Purbaleunyi. Kalau mereka turun, maka kita akan turun. Tapi besarnya belum kelihatan,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IEE Series 2026 Hadir di Surabaya, Perkuat Ekosistem Energi dan Manufaktur
One Way TransJawa
55 Ribu Kendaraan Sudah Lewat Tol Fungsional Prosiwangi Saat Mudik Lebaran 2026
Tol Surabaya–Gempol Diperlebar, Progres Proyek Capai 62,30%
Jelang Lebaran 2026, Jasa Marga dan Korlantas Polri Perkuat Keamanan Jalan Tol di Jawa Timur
Jaringan Pulih Pasca Banjir, XLSMART–KOMDIGI Pastikan Komunikasi Warga Aceh Kembali Normal
XLSMART Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatra
Sambut Nataru, PT JMRB Optimalkan Layanan dengan Resmikan Swiss-Belexpress Hotel di Travoy Rest 379A
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 08:33 WIB

IEE Series 2026 Hadir di Surabaya, Perkuat Ekosistem Energi dan Manufaktur

Rabu, 25 Maret 2026 - 16:53 WIB

One Way TransJawa

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:28 WIB

55 Ribu Kendaraan Sudah Lewat Tol Fungsional Prosiwangi Saat Mudik Lebaran 2026

Jumat, 6 Maret 2026 - 10:16 WIB

Tol Surabaya–Gempol Diperlebar, Progres Proyek Capai 62,30%

Sabtu, 7 Februari 2026 - 21:21 WIB

Jelang Lebaran 2026, Jasa Marga dan Korlantas Polri Perkuat Keamanan Jalan Tol di Jawa Timur

Berita Terbaru