RJN, Cirebon – Musim hujan sangat dinanti nanti oleh masyarakat khususnya para petani yang menggantungkan hidupnya pada bidang pertanian baik sawah maupun pertanian pada umumnya.
Namum bagi sebagian masyarakat lain, datangnya musim hujan menjadi kehawatiran tersendiri, seperti masyarakat rumahnya terancam bencana lonsor maupun banjir.
Menjadi daerah langganan banjir setiap tahunnya yang dialamai open masyarakat yang bermukim dibantaran sungai Singa Raja dan Sungai Singa Ratu Desa Lemahabang Cirebon.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dituturkan oleh Musa warga Blok Timpas Desa Lemahabang, banjir yang kerap kali melanda pemukimannya akibat ulah tidak bertanggung jawab masyarakat yang membuang sampah ke sungai.
“Kami masyarakat disini sering melakukan kegiatan sosial membersihkan sampah di sungai, namum banyaknya volume sampah yang dibuang masyarakat menjadi salah satu penyebab banjir di wilayah kami, ” paparnya kepada jurnalis media rakyatjabarnews.com saat ditemui di bantaran sungai Singa Raja Lemahabang, Minggu (11/11/2018).
Rendahnya kesadaran masyarakat yang masih membuang sampah ke Sungai dan minimnya infrastructure tentu harus menjadi keprihatinan dari seluruh stakeholders, baik pemerintah Desa dan Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon maupun Pemerintah Pusat.
” Perbaikan di area sungai seperti normalisasi dan perawatan infrastructure tentu harus diutamakan, masalah tidak adanya tempat Pembuangan Akhir (TPA) harus segera bisa diatasi agar masyarakat tidak lagi membuang sampah ke Sungai.”
Musa menambahkan jika pihak BBWS saat ini sedang melakukan perbaikan tanggul di Sungai Singa Raja, dengan harapan tanggul yang dibangun nantinya mampu menahan luapan air.
“Kebetulan pihak BBWS mendengar keluhan kami, tanggul sepanjang 65 meter ini sangat vital pada saat musim hujan,” imbuhnya.(ymd/rjn)









