Jelang Hari Raya Kurban, Harga Cabai di Kota Cirebon Melonjak Naik

- Redaksi

Selasa, 6 Agustus 2019 - 21:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Cirebon– Memasuki awal Agustus dan Hari Raya Idul Adha, harga komoditas cabai masih terus merangkak naik, khususnya cabai rawit. Padahal, sejumlah bahan pokok lainnya mengalami tren penurunan.

Fluktuasi harga cabai akan ter terjadi hingga dua bulan terakhir. Harga cabai pun diperkirakan akan meroket pada Hari Raya Idul Adha, karena pada momen tersebut permintaan mengalami lonjakan.

Baca Juga :  Jelang Puasa, TPID BI Cirebon Jaga Kestabilan Harga Kebutuhan Pokok

Berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), kenaikan harga cabai rawit tidak merata. Untuk harga cabai rawit merah di Pasar Jagasatru Kota Cirebon masih di angka Rp80.000/kg, sementara cabai merah di harga Rp60.000/kg.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah seorang penjual cabai di Pasar Jagasatru, Rahmat mengatakan, penyebab harga cabai mengalami kenaikan adalah musim kemarau, karena daerah pemasok cabai seperti Kuningan tengah mengalami kekeringan.

Baca Juga :  Pollux Properti Indonesia Serahterimakan Unit Chadstone Mall Cikarang

“Musim kemarau, banyak daerah kekeringan bahkan gagal panen,” katanya, Selasa (6/8/2019).

Pedagang lainnya, Wati merasa, khawatir terhadap harga cabai yang tidak stabil. Karena akan terjadi persaingan harga yang tidak sehat dan pembeli akan mengurangi jumlah belanjaannya.

Baca Juga :  Waspadai Rongrongan, MPR RI Adakan Sosialisasi Empat Pilar

“Walaupun sudah punya langganan, kalau harga naik yang biasa beli 2 kilogram jadi 1 kilogram,” ujarnya.

Ia pun resah dengan stok yang ada di lapaknya, karena kalau tidak terjual akan busuk dan mengalami kerugian. “Dari sana harga sudah naik, kita mau jual berapa. Yang beli jadi sedikit, omzet berkurang kalau seperti ini terus akan rugi,” katanya.

(gie/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bapenda dan BPN Kabupaten Bekasi Sepakati Integrasi Data NIB-NOP, ZNT Jadi Acuan BPHTB
Sekda Kota Bekasi Soroti ASN Makin Kendor Olahraga: Jangan Seperti Ilmu Pahat
Media Sosialnya Ciamik, Kelurahan Bahagia Raih Juara 1 Digikomfest 2026
Wali Kota Bekasi Buka Aduan Pungli, Laporan Terbukti Diganti Dua Kali Lipat
Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Pemkot Bekasi Bagikan Masker
Kota Bekasi Peringkat 6 Wilayah Terinovatif Indonesia
Jalan Ditutup, Warga Terdampak! Komisi III Desak Pengembang Punya Akses Sendiri
Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Panggil Fajar Paper, Pastikan Perizinan Pengolahan Limbah Lengkap

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:52 WIB

Bapenda dan BPN Kabupaten Bekasi Sepakati Integrasi Data NIB-NOP, ZNT Jadi Acuan BPHTB

Rabu, 16 September 2026 - 17:02 WIB

Sekda Kota Bekasi Soroti ASN Makin Kendor Olahraga: Jangan Seperti Ilmu Pahat

Rabu, 16 September 2026 - 16:10 WIB

Media Sosialnya Ciamik, Kelurahan Bahagia Raih Juara 1 Digikomfest 2026

Rabu, 16 September 2026 - 08:30 WIB

Wali Kota Bekasi Buka Aduan Pungli, Laporan Terbukti Diganti Dua Kali Lipat

Selasa, 8 September 2026 - 15:27 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Pemkot Bekasi Bagikan Masker

Berita Terbaru