Ini Dia Pelaku Modus Gendam, Warga Bekasi Tertipu Ratusan Juta

- Redaksi

Rabu, 12 Juni 2019 - 18:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Wajah pelaku yang dilingkari garis merah

i

Wajah pelaku yang dilingkari garis merah

RJN, Bekasi– Seorang warga bernama Achmad Sugandi tertipu ratusan juta rupiah oleh orang yang belum lama dikenalnya.

Anak korban berinisial RNP (31) mengatakan, jika orangtuanya itu diduga digendam atau diguna-guna oleh pria bernama Suwandi Alias Onyon.

Kasus penipuan yang dialami orangtuanya ini kata dia, sudah berjalan hingga 3 bulan lebih. Namun, barang yang telah di pesannya tak kunjung datang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Orangtua saya bisnis jual beli barang elektronik. Nah saya menduga Onyon hanya mengelabui orang tua saya,” kata RNP, Rabu (12/6/2019).

Ia menerangkan, selama ini orang tuanya bernama Achmad Sugandi terus menuruti kemauan Onyon dan sejumlah orang.

Onyon kepada korban mengaku bekerjasama dengan sejumlah orang yang disebutnya bernama Purwanto, Arief, Edy dan Jamal. Bahkan, Onyon diduga melibatkan istri dan keluarganya dalam kasus penipuan dengan ilmu hitam itu.

Ia mengatakan, masing-masing nama yang disebut Onyon mempunyai peran berbeda. Purwanto adalah dianggap sebagai bos atau pemilik barang.

Barang tersebut kata RNP, akan didatangkan dari Karawang, Jawa Barat, menuju kediamannya di dareah Perum Babelan Indah, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Baca Juga :  Menteri Sosial RI Hadiri Peringatan Hari Disabilitas Internasional Tahun 2022 Di Departemen Sosial Kota Bekasi

Kepada Purwanto, Achmad Sugandi sudah melakukan pembayaran sebesar Rp 75 juta. Namun nyaris satu bulan barang tersebut tak kunjung datang.

“Di Transfer ke rekening Onyon atas nama Suwandi,” ujar dia.

Setelah transaksi itu menurut RNP, Purwanto selalu menyepelekan bisnis tersebut dan mengedepankan kepentingan wanita malam.

“Jadi selalu meminta uang, orang tua saya setiap permintaan dia (Onyon dkk) dituruti, uang di transfer melalui M-Bangking, bahkan kalau Purwanto sampai minta Handphone 2 unit itu buat wanita malam dan Purwanto,” urainya.

Sementara peran dari Arif dikemas sebagai centeng atau preman. Tujuannya agar orang tua RNP takut.

RNP menyebutkan jika Purwanto pernah menyuruh Arif untuk melakukan aksi kriminal memotong tangan pria yang telah menggoda wanita malamnya.

“Ya itu gak tau bener atau enggak, saya kira cuma nakut-nakutin orang tua saya kali. Soalnya setiap diminta barang selalu alasan kalau tidak mau diganggu dengan bianis karena lagi fokus dengan wanita muda yang akan dinikahinya,” jelas dia.

Baca Juga :  Soroti Disdukcapil, Ketua Komisi 1 DPRD Berharap Sitem Kemanan IT Harus Diperketat

Satu bulan berlalu, Onyon mengabarkan jika usaha Purwanto telah diambil alih oleh keluarga yang tak lain adalah kakaknya.

Namun kabar tersebut beralih. Onyon mengabarkan jika akan mengenalkan rekan bisnisnya yang merupakan orang dalam perusahaan LG.

“Rupanya Edy juga menipu. Sudah di dikirim uang Rp 35 juta. Kirimnya ke rekening atas nama Edy,” ungkapnya.

Selanjutnya Onyon juga mengalihkan korban kepada Jamal. Kepada korban Onyon mengabarkan jika pria bernama Jamal juga merupakan orang dalam perusahaan LG.

“Minta uang juga, dikirim Rp 20 juta ke rekening atas nama Suwandi (Onyon). Nah disini mereka terus berbohong dan orang tua saya terpedaya,” tutur dia.

Sebelum dikenalkan pria bernama Edy dan Jamal. Pelaku Onyon juga sempat menyeret nama instansi Kepolisian Sektor Cikarang Selatan dengan alibi tertangkap razia.

“Minta uang cash Rp 60 juta. Akhirnya saya sama bapak saya ke Polsek mau tebus mobil itu, nah disanah ada Onyon. Bapak saya kasih uang cash tapi belum tau nominalnya berapa,” ujar dia.

Baca Juga :  Pemuda Asal Cirebon Berhasil Raih Juara Ke 2 Tingkat Nasional Wirausaha

Ia mengatakan jika uang yang telah masuk seluruhnya sampai Rp 300 juta lebih. Ada banyak alasan lain yang selalu dimainkan Onyon kepada korban.

“Dia minta uang buat berobat orang tuanya aja dari orang tua saya. Banyak habis sampai sewa sopir dia minta buat bawa barang sudah di kasih dan banyak lainnya,” terang RNP.

Teranyar atau H-1 Lebaran 2019, Edy menghubuni korban kembali dan meminta uang Rp 6 juta. Alasannya jika barang akan dikirim melalui jasa pengiriman barang.

“Baranya datang tapi cuma box enggak jelas, kayak rongsokan gitu. Satu karung. Didatangkan dari Indramayu. Nah kemarin (11/6/2019) Jamal kirim barang juga isinya bungkus aqua rongsokan,, yang kasih langsung Onyon,” ujar dia.

NRP menduga jika pria bernama Purwanto dan Jamal fiktif. Kini Onyon menipu orangtuanya bersama pria bernama Edy.

“Ini yang bertanggung jawab penuh adalah Onyon. Dia semua otaknya, dia menipu dan saya duga pakai ilmu hitam,” tandasnya.

Kasubbag Humas Polres Metropolitan Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari mengimbau kepada korban untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya.

“Kami akan terima, silahkan laporkan dulu agar bisa masuk ke tingkat penyelidikan,” singkat Erna.

(***)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

CCEP Pasang PLTS Atap di Bekasi, Pangkas Emisi Karbon
Usai Dilantik, Bupati Asep Minta 154 Kades Layani Warga Tanpa Diskriminasi
PB Porprov XV Jabar Imbau Panitia Koordinasi soal Desain Publikasi
Wakil Wali Kota Bekasi Dukung Pengembangan Atlet Paramotor di Porprov XV Jabar
Pajak Air Cuma Rp187 Juta Setahun, Komisi I DPRD Pertanyakan Pengawasan
Bupati Bekasi Ajak NU Perkuat Toleransi dan Kualitas SDM di Tengah Pesatnya Pertumbuhan Daerah
Tim dari 7 Desa Ramaikan Gelaran UMKM Cibitung, Camat Dorong Event Pemuda Rutin
Sampah Kali Jambe Capai 1.200 Meter Kubik, Pemkab Bekasi Siapkan 60 Truk Pengangkut
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 22:03 WIB

CCEP Pasang PLTS Atap di Bekasi, Pangkas Emisi Karbon

Selasa, 3 November 2026 - 17:14 WIB

PB Porprov XV Jabar Imbau Panitia Koordinasi soal Desain Publikasi

Selasa, 3 November 2026 - 17:09 WIB

Wakil Wali Kota Bekasi Dukung Pengembangan Atlet Paramotor di Porprov XV Jabar

Selasa, 3 November 2026 - 17:00 WIB

Pajak Air Cuma Rp187 Juta Setahun, Komisi I DPRD Pertanyakan Pengawasan

Minggu, 1 November 2026 - 12:14 WIB

Bupati Bekasi Ajak NU Perkuat Toleransi dan Kualitas SDM di Tengah Pesatnya Pertumbuhan Daerah

Berita Terbaru

Direktur Ekosistem Media pada Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi, Farida Maharani.

Bogor

Komdigi: Takedown Konten Medsos Tak Bisa Sembarangan

Rabu, 4 Nov 2026 - 22:24 WIB

Bekasi

CCEP Pasang PLTS Atap di Bekasi, Pangkas Emisi Karbon

Rabu, 4 Nov 2026 - 22:03 WIB

Assistant IT Manager Harper Cikarang, Okky Sadewo Saktiadi (kedua dari kiri), bersama perwakilan Archipelago Hotels menunjukkan penghargaan yang diraih dalam ajang Annual IT Conference 2026 di Hotel NEO Kota Baru Parahyangan, Jawa Barat, 26–28 Oktober 2026. FOTO: DOK. HARPER CIKARANG.

Bandung

Harper Cikarang Raih Dua Penghargaan IT Conference 2026

Rabu, 4 Nov 2026 - 21:55 WIB