HIPMI Bersama Pemerintah Siap Benari Transportasi Udara

- Redaksi

Selasa, 11 Juni 2019 - 15:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Jakarta – Permasalahan transportasi udara di Indonesia sampai saat ini belum juga menemukan titik terang. Jika pasar Transportasi Udara Indonesia menguntungkan mungkin akan banyak pemain baru yang buka di Indonesia. Namun saat ini kenyataannya pemain lama banyak yang berguguran dan yang masih tersisa untuk rute domestik hanya tingga Garuda Group, Lion Group, dan Indonesia Air Asia.

Ketua Badan Pengurus Pusat himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Bagas Adhadirgha menyebut Indonesia adalah satu-satunya Negara yang menerapkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap Avtur Tentu akan mempengaruhi biaya operasional Airlines.

Baca Juga :  ASN Kelurahan Pekayon Jaya Jadi Korban Tsunami Selat Sunda

”Biaya Operasional akan berpengaruh pada harga tiket transportasi Udara, banyak hal yang mempengaruhi biaya antara lainnya komponen-komponen pesawat kena PPN, Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) dan Pajak Penghasilan (PPh). HIPMI bersama pemerintah siap benari transportasi udara ini,” kata Bagas Adhadirgha di Jakarta  (11/6/2019).

CEO Asia Aero Technology itu juga menambahkan harga tiket juga di pengaruhi Dengan mempertimbangkan unsur eksternal seperti perpajakan dan biaya fasilitas bandara, kita dapat bandingkan Cost Per Seat Per Kilometer masing-masing airlines utuk sama-sama rute.

Baca Juga :  Dinsos Subang Bantu Rutilahu 43 Warga Terdampak Longsor Tanjungwangi

“Solusinya, untuk komponen penunjang transportasi udara seperti spareparts dan avtur di bebaskan biaya pajak, dan ambil pajaknya nanti di komponen tiket jadi tidak terjadi double terkena pajak. Dengan begitu biaya operasional akan terpangkas. Jika pasar transportasi udara bisa berkembang hal ini juga dapat meningkatkan pendapatan Negara,” kata pengusaha pengelola bandara swasta itu.

Tiket pesawat mahal pasti akan mempengaruhi pariwisata domestik tapi tidak menjadi faktor utama Pariwisata jeblok, karena tiket pesawat udara hanya menyumbang 10 % dari total pemasukan pariwisata, alias penumpang menggunakan pesawat udara cuma 10 %.

Baca Juga :  Lumpuh 3 Tahun, Rendi Berharap Uluran Tangan Donatur dan Pemkab Cirebon

“Indonesia saat ini sedang berbenah, termasuk dalam transportasi udara. Pak Jokowi juga sangat menerima banyak masukan untuk membenahi dunia transportasi udara. Saya sebagai pengusaha dan yakin juga pak Jokowi dalam pemerintahan mempunya niat baik untuk sama-sama membenahi permasalahan agar Indonesia bisa lebih maju,” tutup Calon Ketua Umum BPP HIPMI itu.

(ziz/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Anak Nasional 2026, Kemendikdasmen Kampanyekan Pembatasan Gawai di Sekolah
XLSMART Resmi Raih Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz
Pendapatan DKI Capai Rp29,29 Triliun, Belanja APBD Terus Dipercepat
Open Dumping TPST Bantargebang Ditargetkan Berakhir pada 2029
Audi Indonesia Bakal Luncurkan SUV Premium Baru di GIIAS 2026, Lengkapi Audi Q Series
XLSMART Gandeng Google, Pelanggan XL, AXIS, dan SMARTFREN Dapat Akses Google Gemini Gratis 6 Bulan
DKI Jakarta Mulai Hentikan Open Dumping di TPST Bantargebang, Terapkan Controlled Landfill
Polri Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi PT PPA, Negara Rugi Rp38,8 Miliar
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:39 WIB

Hari Anak Nasional 2026, Kemendikdasmen Kampanyekan Pembatasan Gawai di Sekolah

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:03 WIB

XLSMART Resmi Raih Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:29 WIB

Pendapatan DKI Capai Rp29,29 Triliun, Belanja APBD Terus Dipercepat

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:20 WIB

Open Dumping TPST Bantargebang Ditargetkan Berakhir pada 2029

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:55 WIB

Audi Indonesia Bakal Luncurkan SUV Premium Baru di GIIAS 2026, Lengkapi Audi Q Series

Berita Terbaru

Kerjasama Hubungi Kami