Guru honorer se Bandung Gelar Istigosah di Mesjid Raya Bandung

oleh -

RakyatJabarNews.com, Bandung – Guru honorer se Bandung menggelar istoqosah di halaman Mesjid Raya Bandung. Dalam istiqosahnya mereka menuntut Pemerintah Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat memperbaiki nasib guru honorer.

Aksi tersebut diprakarsai Forum Aksi Guru Indonesia  (FAGI), yang menilai jika saat ini perhatian terhadap guru honorer baik pemerintah Jawa Barat ataupun Kota Bandung masih sangat minim.

“Kami meminta kepada Allah SWT, agar semua harapan guru honorer bisa terwujud karena yang kami rasakan saat ini keberpihakan pemerintah belum maksimal, salah satunya dalam pencairan dana hibah ini selalu dipersulit,” keluh juru bicara istiqosah guru honorer, Usman Zamaludin yang ditemui usai pelaksanaan Istiqosah.

Usman yang sudah mengajar 24 tahun di salah satu SMK di swasta di Kota Bandung ini mengatakan gerakan istiqosah ini sebagai upaya perbaikan untuk guru honorer.

“Semoga Allah menggerakan hati para pemimpin baik pemimpin di wilayah Kota Bandung dan Jabar serta Disdik Pendidikan dan organisasi yang ditunjuk sebagai penyalur dana hibah bisa lebih memberikan kemudahan kepada guru honorer dalam penyaluran hibah,” jelasnya.

Dikatakannya saat ini guru honorer di sekolah negeri belum mendapat kesejahteraan yang lebib baik meski ada sebagian mendapat tunjangan dari pemprov Jabar namun dibayarkannya hanya tiga bulan sekali.

“Kami berharap ada SK guru tidak tetap dikeluarkan oleh pemprov sehingga kami bisa melaksanakan sertifikasi oleh guru honorer di sekolah swasta. Selain itu, dana hibah jangan di demo melulu tapi disalurkan melalui SK saja, kami juga berharap agar ada SK GTT untuk sertifikasi. Pemerintah juga diharapkan bisa mengangkat honorer secara bertahap, karena saat ini banyak uru honorer yang penghasilannya jauh dibawah UMR kab dan kota serta Provinsi,” katanya.

Ia menyebutkan saat ini di Kota Bandung ada sekitar 20 ribu guru honorer yang tersebar di sekolah mulai SD hingga SMA/SMK baik negeri dan swasta yang mennanti kepastian pemerintah untuk nasib mereka.(ziz/RJN)

Berita Rekomendasi

Comment