oleh

Fenomena Munculnya Lapangan Golf di Kecamatan Sedong Membawa Berkah

RJN, Cirebon – Fenomena munculnya hamparan berbentuk lapangan yang ditumbuhi rumput nan hijau bak lapangan golf terjadi pada setiap tahun, khususnya pada musim kamarau.

Adalah kawasan seluas 60 hektar setu sedong yang merupaakan salah satu situs peninggalan era kolonial Belanda, pembangunan setu disedong ditujukan sebagai tempat penampungan air pada musim hujan agar lahan pertanian didaerah dihilir khususnya wilayah Kwadanan Sindanglaut seperti Kecamatan Susukan Lebak dan Karangsembung saat musim kemarau masih mendapatkan pasokan air.

Namun setelah ratusan tahun kondisi setu sedong kini sangat memprihatinkan selain mengalami pendangkalan akibat endapan lumpur yang terbawa arus air hujan dari wilayah kuningan mengakibatkan setu sedong tidak ubahnya seperti lapangan golf.

“Jika saja pemangku kebijakan dalam hal ini pemerintah mau melihat manfaat yang bisa dimaksimalkan maka sudah barang tentu akan memberi dampak positif pada kesejaheteraan masyarakat petani diwilayah kami. Ungkap Haerudin Tokoh masyarakat Desa Sedong Lor pada salah seorang Jurnalis media rakyatjabarnews.com saat ditemui di perkebunan mangga gedong gincu, Selasa (27/11/2018).

Haerudin menambahkan sangat diperlukan melihat kondisi sekarang ini setu sending sudah sepantasnya dilakukan normalisasi atau pengerukan tanah agar usaha pertanian masyarakat dapat dimaksimalkan, tidak adanya normalisasi menjadi penyebab lahan pertanian yang berada di kecamatan sedong menjadi lahan pertanian tadah hujan.

“Disini itu petani hanya sekali tanam padi, untuk 2 kali tanam padi para petani sangat kerepotan akan ketersedian air, apalagi setu sedong mengiring setiap musim kemarau, “tutupnya.

Sedangkan menurut Sund Dewi yang menjabat Camat Sedong menuturkan potensi setu sedong jika sudah di normaliasi tentu akan meningkatkan produktivitas pertanian akan berlipat ganda, selain itu bisa dijadikan daerah wisata yang terintegrasi dengan dengan lahan pertanian mangga gedong gincu serta pusat penelitian milik Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon.

“Perlu ada sinergi antara lintas sektoral agar potensi yang ada di kawasan setu sedong menjadi paket agrowisata andalan, kami pada minggu ini akan mengundang Balitbangda, BBWS dan Dinas terkait agar kedepan Kecamatan Sedong bisa menjadi Destinasi pariwisata unggulan untuk menarik wisatawan khususnya di Jawa Barat.”

Lebih lanjut Dewi berharap pihak pemerintah Provinsi Jawa Barat juga bisa mendorong adanya normalisasi setu sedong agar perekonomian masyarakat dapat ditingkatkan sekaligus bisa dijadikan tempat pariwisata untuk menambah devisa negara,” tandasnya.(ymd/rjn)

Komentar

News Feed