RJN, Bekasi – Dinas Kesehatan Kota Bekasi meminta pihak Rumah Sakit Anna Medika, di Jalan Perjuangan, Harapan Baru, Bekasi Utara, menyerahkan laporan kronologis terkait keluhan pasien atas pelayanan di rumah sakit, pada hari ini, Rabu (7/11).
“Ia, hari ini saya meminta pihak rumah sakit untuk menyerahkan laporan tentang kronologis terjadinya perselisihan antara pasien dan dokter yang bersangkutan. Selain itu, kami juga minta SOP pelayanan di Rumah Sakit Anna Medika. Karena, inormasi yang kami terima bahwa pasien, sampai pagi harinya masih berada diruang IGD dan komplain terkait pelayanan rumah sakit,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati, ketika dihubungi lewat selulernya.
Dalam persoalan ini, Dinkes bakal memberikan sangsi bagi rumah sakit yang kedapatan tidak melaksanakan pelayanannya dengan baik sesuai SOP terhadap pasien.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami harus mendapat informasi dari kedua belah pihak terlebih dahulu,” katanya.
Dijelaskan, bahwa setiap warga berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Karena itu, pihak rummah sakit tidak dibenarkan melakukan diskriminasi pelayanan kepada pasien.
“Sebagai tenaga medis (perawat, dokter), wajib melayani pasien. Tidak boleh melakukan diskriminasi kepada pasien. Kalau sampai hal itu terjadi, maka Dinas Kesehatan akan memberikan sangsi,” ujarnya.
Sebelumnya dilaporkan, seorang pasien RS Anna Medika, Diena Amalia, warga Bakasi Utara, meminta dokter jaga agar mengganti botol infus yang telah habis. Permintaan pasien oleh dokter jaga di IGD, malah ditanggapi dengan nada tinggi dan menganggap pasien tidak sabar.
“Saya masuk RS malam hari kemarin sekitar pukul 21.00 wib, dokter menyarankan agar saya harus rawat inap. Suami saya sudah mendaftar di loket pelayanan untuk mendapatkan kamar rawat inap dan akhirnya dapat kamar juga setelah berada diruang IGD mulai malam hari. Kemudian, ketika botol infusnya sudah habis malah dibiarkan gitu saja,” ungkap Diane warga Bekasi Utara.
“Saya kemudian tanya kenapa infus nggak diganti dan tidak di pindahkan ke kamar rawat inap. Dokter justru marah-marah, dan meminta saya untuk sabar. Bahkan, dokter jaga itu juga bilang dirinya sudah cape, bahkan saya dengar juga si dokter berbicara dengan para perawatnya ini udah dari semalem, gua capelah, kalau dia ngamuk ya, gua amukin lagi,” kata pasien, menirukan perkataan sang dokter.(ant/rjn)









