Dinkes Kota Bekasi Akan Beri Sangsi Kepada RS Yang Tidak Sesuai SOP

- Redaksi

Rabu, 7 November 2018 - 12:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Bekasi – Dinas Kesehatan Kota Bekasi meminta pihak Rumah Sakit Anna Medika, di Jalan Perjuangan, Harapan Baru, Bekasi Utara, menyerahkan laporan kronologis terkait keluhan pasien atas pelayanan di rumah sakit, pada hari ini, Rabu (7/11).

“Ia, hari ini saya meminta pihak rumah sakit untuk menyerahkan laporan tentang kronologis terjadinya perselisihan antara pasien dan dokter yang bersangkutan. Selain itu, kami juga minta SOP pelayanan di Rumah Sakit Anna Medika. Karena, inormasi yang kami terima bahwa pasien, sampai pagi harinya masih berada diruang IGD dan komplain terkait pelayanan rumah sakit,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati, ketika dihubungi lewat selulernya.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD, Anim : Tidak Ada Aksi WO dalam Rapat Bamus

Dalam persoalan ini, Dinkes bakal memberikan sangsi bagi rumah sakit yang kedapatan tidak melaksanakan pelayanannya dengan baik sesuai SOP terhadap pasien.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami harus mendapat informasi dari kedua belah pihak terlebih dahulu,” katanya.

Dijelaskan, bahwa setiap warga berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Karena itu, pihak rummah sakit tidak dibenarkan melakukan diskriminasi pelayanan kepada pasien.

“Sebagai tenaga medis (perawat, dokter), wajib melayani pasien. Tidak boleh melakukan diskriminasi kepada pasien. Kalau sampai hal itu terjadi, maka Dinas Kesehatan akan memberikan sangsi,” ujarnya.

Baca Juga :  M2 Dipastikan Maju dalam Pilkada Walikota Bekasi

Sebelumnya dilaporkan, seorang pasien RS Anna Medika, Diena Amalia, warga Bakasi Utara, meminta dokter jaga agar mengganti botol infus yang telah habis. Permintaan pasien oleh dokter jaga di IGD, malah ditanggapi dengan nada tinggi dan menganggap pasien tidak sabar.

“Saya masuk RS malam hari kemarin sekitar pukul 21.00 wib, dokter menyarankan agar saya harus rawat inap. Suami saya sudah mendaftar di loket pelayanan untuk mendapatkan kamar rawat inap dan akhirnya dapat kamar juga setelah berada diruang IGD mulai malam hari. Kemudian, ketika botol infusnya sudah habis malah dibiarkan gitu saja,” ungkap Diane warga Bekasi Utara.

Baca Juga :  Ayo Kunjungi Luna New Year Hollywood Jun

“Saya kemudian tanya kenapa infus nggak diganti dan tidak di pindahkan ke kamar rawat inap. Dokter justru marah-marah, dan meminta saya untuk sabar. Bahkan, dokter jaga itu juga bilang dirinya sudah cape, bahkan saya dengar juga si dokter berbicara dengan para perawatnya ini udah dari semalem, gua capelah, kalau dia ngamuk ya, gua amukin lagi,” kata pasien, menirukan perkataan sang dokter.(ant/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Hina Wartawan dan Institusi Pers, Kadis LH Bekasi Berurusan dengan Polisi
MARAKA Kenalkan Sustainability dan Budaya kepada Siswa SMPN 4 Cibitung
BRIN Siapkan Mesin Air 10 Ribu Liter per Hari untuk Sekolah Rakyat
Kepala DLH Kabupaten Bekasi Bantah Tudingan Usir dan Hina Wartawan
Pemkot Bekasi Bongkar 88 Bangunan Liar di Lahan PJT II
Aksi Damai Digelar 15 Oktober, Wartawan Desak Pemkab Bekasi Periksa Dugaan Perlakuan Tak Patut
Pemkab Bekasi Bentuk Tim Lintas-OPD Tangani Kemiskinan hingga Desa
Kemendes PDT dan Pemkab Bekasi Perkuat Sinergi Tekan Kemiskinan Desa

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:00 WIB

MARAKA Kenalkan Sustainability dan Budaya kepada Siswa SMPN 4 Cibitung

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:13 WIB

BRIN Siapkan Mesin Air 10 Ribu Liter per Hari untuk Sekolah Rakyat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Kepala DLH Kabupaten Bekasi Bantah Tudingan Usir dan Hina Wartawan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Pemkot Bekasi Bongkar 88 Bangunan Liar di Lahan PJT II

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Aksi Damai Digelar 15 Oktober, Wartawan Desak Pemkab Bekasi Periksa Dugaan Perlakuan Tak Patut

Berita Terbaru

Petugas gabungan memeriksa lokasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan narkoba dalam operasi di Jakarta Barat.

Jakarta

Polri Gerebek Kampung Ambon dan Boncos, 24 Orang Diamankan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 05:57 WIB