Dengan kontribusi tersebut, dirinya yakin rumah belajar ini dapat menjadi fasilitas berharga bagi kemajuan pendidikan dan peningkatan kecerdasan generasi muda di Kabupaten Bekasi.
“Saya juga mengajak masyarakat khususnya dunia usaha di Kabupaten Bekasi untuk bisa berkontribusi melengkapi koleksi buku dan perangkat komputer untuk membangun perpustakaan digital. Dengan partisipasi tersebut, rumah belajar ini akan menjadi sumbangan berharga bagi kemajuan pendidikan dan pencerdasan kehidupan bangsa,” tutupnya.
Sementara itu, Eep Saefullah Fatah menjelaskan bahwa rumah belajar ini dibangun untuk publik yang memiliki koleksi sekitar 50.000 lebih judul buku tentang keagamaan, pendidikan keluarga, pengetahuan praktis bidang budidaya, serta buku sastra khususnya sastra Sunda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Rumah belajar ini merupakan fasilitas sosial yang dibangun untuk publik, yang terdiri dari perpustakaan dengan kapasitas 50.000 lebih judul buku, dengan fokus ke bidang keagamaan, pendidikan keluarga, pengetahuan praktis bidang budidaya, serta sastra khususnya Sunda,” jelasnya.
Rumah belajar tersebut dilengkapi ruang publik yang bisa digunakan untuk tempat berdiskusi, pelatihan, toilet umum, mushola, dan ruang pengelola. Selain itu, rumah belajar tersebut juga sedang dikembangkan sebagai perpustakaan digital yang dapat menyediakan lebih banyak buku dan materi bacaan digital.
“Perpustakaan tersebut saat ini sedang dikembangkan pula perpustakaan digital yang bisa menampung dan menyediakan lebih banyak buku dan materi bacaan digital yang bisa diakses dari seluruh dunia,” pungkasnya.
Rumah Belajar Guru Mardjun yang didirikan di lahan pribadi Eep Saefullah Fatah diambil dari nama almarhum ayahnya yang sampai akhir hayatnya berprofesi sebagai guru yang sederhana. Bagi Eep dan murid dari Guru Mardjun, sosok Guru Mardjun adalah pendidik yang tulus dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. (Prokopim Pemkab Bekasi).
Halaman : 1 2









