Dampak Banjir, Pengelola Ruas Tol Kanci-Pejagan akan Konsultasikan kepada BPJT

- Redaksi

Senin, 12 Februari 2018 - 20:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Ketika musim hujan mengguyur dengan intensitas tinggi, banyak wilayah yang tergenang air. Ditambah masih buruknya pengelola aliran sungai dan saluran drainase, mengakibatkan banjir hingga merendam ribuan rumah di Kabupaten Cirebon.

Seperti yang terjadi di wilayah Astanajapura. Banyak pemukiman yang dekat dengan aliran sungai harus rela rumah dan harta bendanya terandam banjir. Inilah yang terjadi di wilayah padat penduduk di Desa Japura Bhakti khususnya di dekat jalan Tol Kanci Pejagan.

Warga merasa perlu menyampaikan pendapat dengan mendatangi Kantor Cabang Semester Marga Raya di Desa Mertapada Kulon. Belasan masyarakat meminta pada pihak pengelola agar segera melakukan usaha normalisasi atau membuat sodetan di beberapa titik banjir, agar pemukiman warga yang terendam banjir segera surut airnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ditemui di bawah jembatan pada Ruas Tol Kanci Pejagan, Kepala Ruas Pelayanan Lalu Lintas Tol Dudung Aridwan mengatakan, setelah melihat kondisi lapangan yang dikeluhkan oleh warga Japura Bhakti, maka pihaknya akan kordinasi dengan BPJT (Badan Pengawas Jalan Tol) di Kementerian PUPR karena BUJT yang berwenang menangani perubahan layanan infrastruktur Tol.

Baca Juga :  Peringati Hari Diabetes Nasional 2019, Tropicana Slim Guyur Kota Cirebon

“Kami pihak pengelola Ruas Kanci-Pejagan akan mengkonsultasikan kepada BPJT, namun perlu diketahui ada syarat administrasi yang harus dilengkapi, sebagai dasar pengajuan ke Badan Pengawas Jalan Tol Kementerian PUPR, yaitu rekomendasi dari Pemerintah Daerah setempat yaitu Bupati Cirebon,” jelasnya, Senin (12/2).

Masih menurut Dudung, selama ini perusahaan sudah melakukan normalisasi. Namun banjir yang terjadi sekarang merupakan fenomena alam, sehingga saluran air yang sudah dinormalisasi dan melibatkan warga setempat dalam pengerjaan, tidak mampu mengalirkan volume Air yang begitu banyak.

“Kami sebetulnya telah mengantisipasi luapan air hujan dengan menormalisasi saluran air di sepanjang ruas jalan tol, bahkan melibatkan warga setempat dalam pengerjaan normalisasi dalam rangka memberdayakan masyarakat melalui proyek normalisasi,” jelasnya.

Baca Juga :   Jasa Marga Berlakukan Contraflow dari KM 47 sampai dengan KM 61 Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Sedangkan pada saat meminta konfirmasi tentang normalisasi saluran air di Desa Japura Bhakti, Humas PT. Semesta Marga Raya yang merupakan anak Perusahaan PT Waskita Karya Tbk, Tono menjelaskan sebetulnya sudah dari beberapa bulan belakangan ini usaha pengerjaan normalisasi yang melibatkan warga Japura Bhakti melalui Pemerintah Desa setempat untuk mengantisipasi bencana banjir yang kerap kali melanda wilayah dekat jalan tol. Namun kekuatan alam tidak bisa dilawan, sehingga usaha normalisasi tidak mampu mencegah musibah banjir.

“Selama ini kami sudah melakukan kerja sama dengan warga yang bermukim dekat jalan tol melalui pemberdayaan masyarakat dalam proyek normalisasi saluran air. Kami resmi melalui Pemerintah Desa setempat dalam melakukan kordinasi dan atas permintaan warga setempat untuk mengantisipasi bencana banjir, maka kami lakukan normalisasi di saluran air dekat jalan tol,” terangnya.

Sedangkan saat meminta komentar dengan aksi warga Japura Bhakti yang mendatangi Kantor Cabang PT. Waskita Karya, Ketua DPD Japura Bhakti, Dedi menduga warga yang datang ke kantor cabang merupakan warga yang tidak terdampak banjir, namun mereka masih merupakan warga Japura Bhakti dan Warga Perumahan Desa Asem kecamatan Lemahabang.

Baca Juga :  Korban Ledakan di PLTU Cirebon Ternyata Hoax, Ini Klarifikasi Pihak PLTU dan Polsek

“Betul mereka sebagian warga Japura Bhakti, sebetulnya mereka yang datang tidak terkena dampak banjir,” tuturnya.

Sedangkan yang tinggal dekat jalan tol yang rumahnya terendam banjir selama ini sudah melakukan komunikasi yang baik. Dan warga tersebutlah yang mengerjakan pekerjaan normalisasi saluran air di tol dekat pemukiman pada akhir bulan Januari kemarin.

“Kami-lah yang selama ini kebanjiran pada saat musim hujan tiba, dan banjir ini sudah lama sebelum adanya jalan tol. Sebetulnya kami dari Japura Bhakti berkomunikasi baik dengan pengelola jalan tol melalui proyek normalisasi, warga kami-lah yang bekerja dan baru selesai akhir bulan kemarin,” pungkasnya.(Ymd/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028
Jangan Abaikan! Ini 5 Poin Penting dari Plt Bupati Bekasi untuk Pemerintahan Desa
Pemkab Bekasi Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital
Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi
Dua Skema Atasi Sampah Burangkeng
Pemkab Bekasi Terapkan WFH 50% untuk ASN
Wawali Bekasi Jenguk Korban Ledakan Cimuning, 2 Orang Dirawat di ICU
Wawalkot Bekasi Resmikan SPKLU Ultra Fast Charging di Summarecon Mall

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 20:21 WIB

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 April 2026 - 11:33 WIB

Jangan Abaikan! Ini 5 Poin Penting dari Plt Bupati Bekasi untuk Pemerintahan Desa

Rabu, 8 April 2026 - 07:09 WIB

Pemkab Bekasi Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital

Senin, 6 April 2026 - 17:05 WIB

Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi

Senin, 6 April 2026 - 12:17 WIB

Dua Skema Atasi Sampah Burangkeng

Berita Terbaru

Rapat koordinasi rencana pembangunan PSEL di TPA Burangkeng yang diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara secara daring di Command Center Diskominfosantik, Selasa (14/4/2026).

Pemerintahan

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:21 WIB

Anda Kurang Beruntung !