Dampak Banjir, Pengelola Ruas Tol Kanci-Pejagan akan Konsultasikan kepada BPJT

  • Whatsapp

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Ketika musim hujan mengguyur dengan intensitas tinggi, banyak wilayah yang tergenang air. Ditambah masih buruknya pengelola aliran sungai dan saluran drainase, mengakibatkan banjir hingga merendam ribuan rumah di Kabupaten Cirebon.

Seperti yang terjadi di wilayah Astanajapura. Banyak pemukiman yang dekat dengan aliran sungai harus rela rumah dan harta bendanya terandam banjir. Inilah yang terjadi di wilayah padat penduduk di Desa Japura Bhakti khususnya di dekat jalan Tol Kanci Pejagan.

Bacaan Lainnya

Warga merasa perlu menyampaikan pendapat dengan mendatangi Kantor Cabang Semester Marga Raya di Desa Mertapada Kulon. Belasan masyarakat meminta pada pihak pengelola agar segera melakukan usaha normalisasi atau membuat sodetan di beberapa titik banjir, agar pemukiman warga yang terendam banjir segera surut airnya.

Saat ditemui di bawah jembatan pada Ruas Tol Kanci Pejagan, Kepala Ruas Pelayanan Lalu Lintas Tol Dudung Aridwan mengatakan, setelah melihat kondisi lapangan yang dikeluhkan oleh warga Japura Bhakti, maka pihaknya akan kordinasi dengan BPJT (Badan Pengawas Jalan Tol) di Kementerian PUPR karena BUJT yang berwenang menangani perubahan layanan infrastruktur Tol.

“Kami pihak pengelola Ruas Kanci-Pejagan akan mengkonsultasikan kepada BPJT, namun perlu diketahui ada syarat administrasi yang harus dilengkapi, sebagai dasar pengajuan ke Badan Pengawas Jalan Tol Kementerian PUPR, yaitu rekomendasi dari Pemerintah Daerah setempat yaitu Bupati Cirebon,” jelasnya, Senin (12/2).

Masih menurut Dudung, selama ini perusahaan sudah melakukan normalisasi. Namun banjir yang terjadi sekarang merupakan fenomena alam, sehingga saluran air yang sudah dinormalisasi dan melibatkan warga setempat dalam pengerjaan, tidak mampu mengalirkan volume Air yang begitu banyak.

“Kami sebetulnya telah mengantisipasi luapan air hujan dengan menormalisasi saluran air di sepanjang ruas jalan tol, bahkan melibatkan warga setempat dalam pengerjaan normalisasi dalam rangka memberdayakan masyarakat melalui proyek normalisasi,” jelasnya.

Sedangkan pada saat meminta konfirmasi tentang normalisasi saluran air di Desa Japura Bhakti, Humas PT. Semesta Marga Raya yang merupakan anak Perusahaan PT Waskita Karya Tbk, Tono menjelaskan sebetulnya sudah dari beberapa bulan belakangan ini usaha pengerjaan normalisasi yang melibatkan warga Japura Bhakti melalui Pemerintah Desa setempat untuk mengantisipasi bencana banjir yang kerap kali melanda wilayah dekat jalan tol. Namun kekuatan alam tidak bisa dilawan, sehingga usaha normalisasi tidak mampu mencegah musibah banjir.

“Selama ini kami sudah melakukan kerja sama dengan warga yang bermukim dekat jalan tol melalui pemberdayaan masyarakat dalam proyek normalisasi saluran air. Kami resmi melalui Pemerintah Desa setempat dalam melakukan kordinasi dan atas permintaan warga setempat untuk mengantisipasi bencana banjir, maka kami lakukan normalisasi di saluran air dekat jalan tol,” terangnya.

Sedangkan saat meminta komentar dengan aksi warga Japura Bhakti yang mendatangi Kantor Cabang PT. Waskita Karya, Ketua DPD Japura Bhakti, Dedi menduga warga yang datang ke kantor cabang merupakan warga yang tidak terdampak banjir, namun mereka masih merupakan warga Japura Bhakti dan Warga Perumahan Desa Asem kecamatan Lemahabang.

“Betul mereka sebagian warga Japura Bhakti, sebetulnya mereka yang datang tidak terkena dampak banjir,” tuturnya.

Sedangkan yang tinggal dekat jalan tol yang rumahnya terendam banjir selama ini sudah melakukan komunikasi yang baik. Dan warga tersebutlah yang mengerjakan pekerjaan normalisasi saluran air di tol dekat pemukiman pada akhir bulan Januari kemarin.

“Kami-lah yang selama ini kebanjiran pada saat musim hujan tiba, dan banjir ini sudah lama sebelum adanya jalan tol. Sebetulnya kami dari Japura Bhakti berkomunikasi baik dengan pengelola jalan tol melalui proyek normalisasi, warga kami-lah yang bekerja dan baru selesai akhir bulan kemarin,” pungkasnya.(Ymd/RJN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *