Pengelolaan Sampah dan Budidaya Maggot: Langkah PNM Bekasi Untuk Pemberdayaan Ekonomi Berkelanjutan

- Redaksi

Selasa, 10 Desember 2024 - 12:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Bekasi melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (PTJSL) berupa budidaya maggot dan pengolahan sampah di RW 06.

i

Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Bekasi melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (PTJSL) berupa budidaya maggot dan pengolahan sampah di RW 06.

Bekasi –  Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Bekasi melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (PTJSL) berupa budidaya maggot dan pengolahan sampah di RW 06 Pejuang Pratama, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, pada Selasa (10/12/2024).

Kepala Cabang PNM Bekasi, Petrus Agus Mulyono, mengatakan bahwa program ini merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap kebersihan lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat.

“Budidaya maggot menjadi penting untuk menjaga kebersihan sekaligus sebagai sumber penghasilan tambahan. Kami mendukung warga dengan menyediakan kandang ember yang dapat diletakkan di rumah masing-masing,” ujarnya.

Baca Juga :  BNK Kabupaten Bekasi Bekali Atlet Catur Pelajar dengan Edukasi Bahaya Narkoba
Foto Istimewa: Budidaya maggot menjadi penting untuk menjaga kebersihan sekaligus sebagai sumber penghasilan tambahan.

Program ini telah dilaksanakan empat kali di Kota Bekasi sejak 2022 dan menjadi penilaian positif bagi perusahaan.

“Kami akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak agar program ini memberikan manfaat yang lebih besar,” tambahnya.

Sekretaris Kecamatan Medan Satria, Anjar Budiyono, mengapresiasi kegiatan ini yang dinilainya dapat menjadi contoh bagi wilayah lain.

“Pengelolaan sampah organik seperti ini sangat luar biasa. Maggot yang dihasilkan bisa menjadi pakan ternak, sehingga program ini perlu ditularkan ke RW lainnya,” katanya.

Saat ini, dua lokasi di Medan Satria sudah menjalankan program serupa.

Baca Juga :  Datangin DPRD, AKIB Dorong Legislator Bentuk KSNIK

Kepala Bidang Pengurangan Sampah dan Pengelolaan Limbah B3 (PSPLB3) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Dewi Astianti mengungkapkan bahwa sampah organik dapur menyumbang 60-64 persen dari total sampah di Kota Bekasi.

Foto Istimewa : Pengelolaan sampah organik seperti ini sangat luar biasa.

“Jika sampah organik ini bisa dikelola di tingkat rumah tangga, kontribusi terhadap pengurangan sampah akan signifikan,” jelasnya.

Saat ini, sekitar 5.000 kepala keluarga (KK) di Kota Bekasi sudah mampu memilah sampah organik dan non-organik.

Baca Juga :  Disparbud Kota Bekasi Gandeng Hotel 88 Bekasi Launching Pojok Promosi Kepariwisataan

Direktur Bank Sampah Induk Patriot, Mulyanto Diharjo, mengapresiasi keberhasilan program ini yang telah merealisasikan 50 kandang maggot.

“Kami berharap setiap RW memiliki satu bank sampah dan kandang maggot. Sampah organik bisa diolah dengan maggot, sementara sampah non-organik dapat dikelola di bank sampah untuk menghasilkan nilai ekonomi,” tuturnya.

Mulyanto menegaskan bahwa pengolahan sampah memerlukan sinergi berbagai pihak, termasuk CSR perusahaan, untuk mendukung pengurangan sampah dari hulu.

Ia juga berkomitmen untuk terus mensosialisasikan program bank sampah dan budidaya maggot agar diterapkan di seluruh RW di Kota Bekasi. (*)

Penulis : Budi

Editor : Aziz

Sumber Berita: rakyatjabarnews.com

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

6.000 Warga Disebut LGBT di Bekasi, DPRD Dorong Perda: Pencegahan atau Stigmatisasi?
3.073 Hari Overstay: WN Nigeria “Betah” di Indonesia, Ujungnya Masuk Lapas
Pemkot Bekasi Gandeng IROPIN, 300 Siswa SMPN 54 Dapat Kacamata
Rompi Pink, Borgol, dan Anggota DPRD Muncul saat AEZ Ditahan
AEZ Akhirnya Diborgol! Kasus Sambungan Air Rp4,5 Miliar Masuk Babak Baru
1.300 Pramuka Garuda Dikukuhkan, 74 Kontingen Kota Bekasi Siap Guncang Jambore Nasional
Bikin Bangga! 83,10 Persen Pemuda Bekasi Ternyata Tak Merokok, Tertinggi di Jabar
Ada Pesan Khusus Presiden Prabowo untuk Putra Sayuti Melik, Wawali Bekasi Datang Langsung

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:33 WIB

6.000 Warga Disebut LGBT di Bekasi, DPRD Dorong Perda: Pencegahan atau Stigmatisasi?

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:22 WIB

3.073 Hari Overstay: WN Nigeria “Betah” di Indonesia, Ujungnya Masuk Lapas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Pemkot Bekasi Gandeng IROPIN, 300 Siswa SMPN 54 Dapat Kacamata

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:10 WIB

AEZ Akhirnya Diborgol! Kasus Sambungan Air Rp4,5 Miliar Masuk Babak Baru

Senin, 10 Agustus 2026 - 07:31 WIB

1.300 Pramuka Garuda Dikukuhkan, 74 Kontingen Kota Bekasi Siap Guncang Jambore Nasional

Berita Terbaru

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto berbincang dengan salah satu siswa SMPN 54 Kota Bekasi dalam kegiatan bakti sosial pemeriksaan kesehatan mata dan pembagian 300 kacamata, Selasa (11/8/2026). Kegiatan tersebut digelar Pemkot Bekasi bersama IROPIN untuk mendukung kenyamanan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.

Pemerintahan

Pemkot Bekasi Gandeng IROPIN, 300 Siswa SMPN 54 Dapat Kacamata

Selasa, 11 Agu 2026 - 11:51 WIB