KABUPATEN BEKASI – Keterbatasan pasokan air bersih di sejumlah Sekolah Rakyat mendorong Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan teknologi pengolahan air siap minum.
BRIN akan mengirimkan satu paket mesin pengolahan air ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kabupaten Bekasi. Teknologi tersebut dirancang untuk mengolah air hujan maupun sumber air lainnya menjadi air yang dapat dikonsumsi.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, mesin tersebut memiliki kapasitas pengolahan sekitar 10.000 liter air per hari. Perangkat akan dirakit oleh tim periset BRIN dan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Insyaallah bersama Pak Mensos, kita akan kirimkan satu paket mesin pengolahan air siap minum untuk Sekolah Rakyat ini,” kata Arif seusai penandatanganan kerja sama Kemensos dan BRIN di Kabupaten Bekasi, Kamis (8/10/2026).
Menurut dia, teknologi tersebut memungkinkan air hujan maupun air dari sumber lain diolah untuk memenuhi kebutuhan air minum siswa.
Dukungan BRIN tidak berhenti pada penyediaan air minum. Lembaga riset tersebut juga menyiapkan pengembangan sistem air bersih untuk kebutuhan mandi, cuci dan kakus (MCK), serta teknologi pengolahan sampah di 14 titik Sekolah Rakyat.
Kerja sama BRIN dan Kementerian Sosial juga mencakup penelitian untuk mengevaluasi proses pembelajaran dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan pemanfaatan hasil riset dan inovasi menjadi bagian penting untuk menyempurnakan program Sekolah Rakyat.
Saat ini, Sekolah Rakyat telah memiliki lebih dari 44.000 siswa serta lebih dari 10.000 guru dan tenaga kependidikan. Gedung permanen tersedia di 93 titik, sementara pembangunan fasilitas baru masih berlangsung di lebih dari 60 titik.
Dukungan teknologi tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan dasar sekolah, terutama di lokasi yang masih menghadapi kendala dalam memperoleh pasokan air bersih.
Pemerintah menilai pemenuhan sarana dasar menjadi bagian penting agar siswa dapat mengikuti proses pendidikan secara nyaman, khususnya karena Sekolah Rakyat menerapkan sistem pendidikan berasrama.
(*)





















