Angin Puting Beliung Menerjang 27 Rumah di Kabupaten Cirebon

- Redaksi

Jumat, 22 Desember 2017 - 21:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Angin puting beliung kembali melanda Cirebon, tepatnya di daerah Desa Cikesal Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon, dan Desa Beberan Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon. Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 3 sore hari Jumat (22/12) dan merusak 27 rumah warga.

Menurut penuturan Mandor Desa Cikesal Bunaim, terdapat 24 rumah yang terkena dampak dari puting beliung dan mengalami kerusakan. Angin tersebut berawal di Karang Baru, dan sebanyak 19 rumah rusak.

Baca Juga :  Minta Usut Tuntas Dugaan Kasus Korupsi  Dana Hibah KONI Massa Aksi tertahan di Pintu Gerbang Pemkab Bekasi

“Kemudian bergeser menuju Karang Anyar, dan merusak lima rumah,” jelasnya saat ditemui RakyatJabarNews.com di Desa Cikesal, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Jumat (22/12).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bunaim menambahkan, kejadian angin puting beliung yang merusak rumah warga ini sudah pernah terjadi tahun sebelumnya, yakni 23 Desember 2016. Untungnya kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Salah satu warga yang rumahnya terkena dampak kerusakan dari angin puting beliung, Mistriani (89), sempat menjerit ketakutan ketika angin puting beliung menghantam rumahnya. Bagian belakang rumahnya rusak parah. Saat itu, dia sedang berdua bersama putri bungsunya.

Baca Juga :  Taman Limo Jatiwangi, Tetap Asri di Tengah Himpitan Industri

“Saya gemetar dan nangis. Saya baca doa saja,” jelasnya.

Sedangkan menurut Koordinator Lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon Faozan, selain di Desa Cikesal, angin puting beliung juga menerjang 3 rumah yang terletak di Desa Beberan, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon.

Baca Juga :  Lagian, Bukannya Terawih Malah Tenggak Miras, Ya Diciduk Polisi

“Dua rusak parah dan satunya ringan. Tim kami masih melakukan assessment di Cikesal, kemungkinan sampai pagi,” jelasnya.

Faozan mengimbau agar masyarakat desa memotong dahan-dahan pohon yang sudah rimbun serta tidak berteduh di bawah pohon. Warga yang rusak parah rumahnya akan diungsikan terlebih dahulu ke rumah saudaranya atau keluarganya.

“Kami perlu assessment dulu untuk melihat mana yang parah dan yang tidak di sini,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

18 Pemegang Saham Pendiri Tolak RUPSLB PT RSB, Persoalkan Legalitas Pengangkatan Direksi-Komisaris
APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan
OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus
34 OPD Adu Gaya di Panggung Bekasi
KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data
JTT Tanam 300 Pohon di Tol Trans Jawa, Dorong Infrastruktur Hijau dan Berkelanjutan
Jakarta Fair Kemayoran 2026 Resmi Dibuka, Hari Pertama Langsung Diserbu Pengunjung

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 13:16 WIB

18 Pemegang Saham Pendiri Tolak RUPSLB PT RSB, Persoalkan Legalitas Pengangkatan Direksi-Komisaris

Rabu, 2 September 2026 - 12:25 WIB

APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini

Selasa, 1 September 2026 - 06:44 WIB

HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan

Selasa, 1 September 2026 - 06:34 WIB

OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:46 WIB

34 OPD Adu Gaya di Panggung Bekasi

Berita Terbaru