Guru Honorer Dengan Tegas Akan Protes Ke Wali Kota Bandung

- Redaksi

Rabu, 3 Januari 2018 - 08:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Bandung – Guru honorer yang masing mengajar di usia 60 Tahun menegaskan mereka akan melakukan protes kepada Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, karena dianggap sudah diintimidasi.

Perwakilan guru honorer usia 60 tahun Turiman Sudardjo, menegaskan guru –guru honorer di usianya sudah diintimidasi karena dicoret dari daftar penerima hibah.

“Saya sudah sampaikan keberatan ini ke FAGI (Forum Aspirasi Guru Independen) agar membantu kami menyuarakanhak kami, dan kami akan melayangkan surat keberatan kami ke Disdik Kota Bandung bahkan kami akan melayangkan protes ini ke Wali Kota Bandung Ridwan Kamil karena ini demi keadilan sosial,” tegasnya, kepada RakyatJabarNews, Selasa (2/1/2018) kemarin.

Ia menyebutkan tidak setuju dengan adanya batasan usia penerima dana hibah Kota Bandung, dengan dasar.

Pertama, pembagian dana itu tidak ada dasar hukum nya yg kuat (Perwal,pergub,PP,Permen dan lain-lain). Kedua, Kami memohon agar pembagian dana hibah untuk guru honorer berdasarkan keadilan (keadilan sosial) bukan berdasarkankesepakatan sepihak tanpa melalui tahapan termasuk Sosialisasi, jadi perlu disosialisasikan dulu minimal melalui wadah kami BMPS.

Baca Juga :  Tingkatkan Budaya Literasi, Kolecer Kuningan Gelar Bedah Buku

“Ketiga pembagian dana hibah berdasarkan usia itu tidak tepat karena dilapangan yang terjadi untuk sekolah swasta ada yang menghonor baru 4 bln mendapat dana hibah, tapi tidak sedikit di lapangan mereka menghonor lebih dari 40 th malah ga dapat, manakala mereka betul masih aktip dan tercatat sebag guru honorer, sedangkan judul dana itu adalah “Dana Hibah Untuk Guru Honorer,” tegasnya.

Selain itu dijelaskannya alasan ketidak sejtujuannya itu dikarena pembagian dana hibah ini dilaksanakan dan ditangani PGRI dengan mengambil langkah dari kesepakatan sepihak, “Kesepakatan yang dipakai seharusnya  kesepakatan bersama termasuk pihak swasta dan setelah itu disosialisadikan sebelum mengambil kebijakan, tidak sembrono dan ngawur,” kata guru di salah satu sekolah swasta ini.

Baca Juga :  STMIK MIKAR Berevolusi Menjadi Universitas MIKAR

Oleh karena itu sebagian guru honorer khususnya yang berusia diatas 60 Tahun dan di sekolah swasta tidak setuju dengan keputusan – keputusan sepihak apalagi dana hibah saat ini sangat bernuansa politik.

“Kami memohon jangn dulu dana itu dibagikan sebelum masalahnya tuntas,” harapnya. (asp/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mensos Apresiasi Karya Siswa Sekolah Rakyat Kota Bekasi, dari Lukisan hingga Perahu Elektrik
SDN Bojongsari 04 Punya Tiga Ruang Kelas Baru, Kini Berharap Lapangan dan Panggung Seni
Revitalisasi Sekolah Bekasi Tembus Rp64,8 Miliar, Ini Rinciannya
SMAN 1 Tambun Selatan Perkuat Karakter Siswa di Era AI Lewat Program BAGEUR
PrimeBiz Hotel Cikarang Dukung NTSC 2026, Perkuat Kompetensi Generasi Hospitality
MARAKA Kenalkan Sustainability dan Budaya kepada Siswa SMPN 4 Cibitung
Maxim Unity Fest Meriahkan Bandung Indah Plaza, Hadirkan Hiburan dan Doorprize
DPRD Kabupaten Bekasi Fokuskan APBD 2027 untuk Infrastruktur dan Kesehatan

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Mensos Apresiasi Karya Siswa Sekolah Rakyat Kota Bekasi, dari Lukisan hingga Perahu Elektrik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:11 WIB

SDN Bojongsari 04 Punya Tiga Ruang Kelas Baru, Kini Berharap Lapangan dan Panggung Seni

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Revitalisasi Sekolah Bekasi Tembus Rp64,8 Miliar, Ini Rinciannya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:03 WIB

SMAN 1 Tambun Selatan Perkuat Karakter Siswa di Era AI Lewat Program BAGEUR

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:06 WIB

PrimeBiz Hotel Cikarang Dukung NTSC 2026, Perkuat Kompetensi Generasi Hospitality

Berita Terbaru

Teknologi Super Intelligent Valet Parking (SIVP) dan Super AI Cockpit yang dikembangkan OMODA & JAECOO untuk menghadirkan pengalaman parkir otomatis dan interaksi cerdas antara kendaraan dan pengguna. Kedua teknologi tersebut akan diuji dalam ajang International User Summit di China pada 19–21 Oktober 2026.

Otomotif

OMODA & JAECOO Uji Teknologi Parkir Otomatis dan AI di China

Sabtu, 17 Okt 2026 - 07:43 WIB