RakyatJabarNews.com, Cirebon – Sebagai bentuk apresiasi Bank Indonesia (BI) terhadap stakeholder terutama yang terkait tentang survei dan responden, Bank Indonesia mengadakan kegiatan temu responden 2017 dengan tema “Digitalisasi Usaha, Why Not?” yang diadakan di Ruang Serba Guna Sasana Gunung Jati Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Jl. Yos Sudarso no. 5-7 Kota Cirebon hari Kamis (19/10)
Dalam acara tersebut, BI mengundang Co-Founder & CFO BukaLapak Muhamad Fajrin Rasyid sebagai pembicara, serta pelaku usaha berbagai bidang seperti UKM, perbankan, industri, dan lain-lain sebagai peserta.
Menurut kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon M. Abdul Majid mengatakan, dalam kebijakannya, BI perlu dan ingin suatu informasi lengkap terkait aktivitas perekonomian di Indonesia. Apalagi, dinamika perkonomian berkembang sangat cepat, dan mengarah ke e-commerce.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Karena itulah kita mengundang BukaLapak karena dinamika perkonomian berkembang sangat cepat, mengarah ke e-commerce termasuk di Indonesia,” ungkapnya saat ditemui awak media usai acara.
Seperti yang telah diketahui, BukaLapak adalah salah satu perusahaan e-commerce yang cukup besar di Indonesia. Cukup banyak pengguna platform ini untuk melakukan transaksi jual beli, terutama kalangan muda.
Melalui kegiatan tersebut pula, BI berinisiatif memberikan wawasan kepada responden-responden yang notebnenya adalah pelaku usaha dari berbagai bidang agar mereka terbuka dengan perdagangan digital.
“Ini tidak boleh diabaikan. Jika diabaikan maka kita akan tersapu oleh perubahan zaman. Bahkan dari sisi diskusinya, anak-anak muda juga menuju ke arah sana (perdagangan digital, red),” jelas Majid.
Majid menambahkan, bahwa BI berusaha mendorong pengusaha-pengusaha yang sudah eksis baik mikro ataupun besar di Ciayumajakuning supaya harus melihat platform e-commerce ini sebagai sistem penjualan yang efisien. Kalaupun memang masih konvensional, tetap akan diakomodir daya belinya.
“Bahkan Bank Indonesia di kantor pusat sudah mengakomodir dinamika e-commerce, terutama kaitannya dengan teknologi seperti kredit atau simpanan secara online,” pungkasnya.(Juf/RJN)









