Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon

- Redaksi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Keterangan foto: Juru Bicara Parlemen Bayangan Indonesia Pasti, Heru Subagia, berorasi mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bertanggung jawab atas dugaan keracunan yang menimpa lebih dari 400 siswa di Kota Cirebon. (Istimewa)

i

Keterangan foto: Juru Bicara Parlemen Bayangan Indonesia Pasti, Heru Subagia, berorasi mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bertanggung jawab atas dugaan keracunan yang menimpa lebih dari 400 siswa di Kota Cirebon. (Istimewa)

CIREBON – Parlemen Bayangan Indonesia Pasti menyoroti lemahnya pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul dugaan keracunan massal yang menimpa lebih dari 400 siswa di Kota Cirebon.

Juru Bicara Parlemen Bayangan Indonesia Pasti, Heru Subagia, menilai insiden tersebut menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan, pengolahan, hingga distribusi makanan dalam program MBG.

Heru menyayangkan belum terlihatnya respons tegas pemerintah pusat terhadap peristiwa tersebut. Menurut dia, besarnya jumlah korban semestinya diikuti langkah cepat berupa evaluasi, penyampaian pernyataan resmi, serta pertanggungjawaban pihak-pihak terkait.

Ia juga mempertanyakan langkah Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menangani kasus tersebut. Selain itu, Heru menyoroti belum adanya pernyataan terbuka dari Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan terkait insiden yang menimpa ratusan pelajar itu.

“Kami berharap ada kejelasan sikap, evaluasi dan tanggung jawab moral dari para pejabat yang membidangi program ini. Jangan sampai masyarakat merasa dibiarkan menghadapi persoalan sendiri,” kata Heru, Jumat (23/10/2026).

Baca Juga :  Kepala BI Cirebon: Digitalisasi Usaha, Kenapa Tidak?

Menurut Heru, penanganan kasus tersebut tidak cukup hanya dengan memberikan perawatan medis kepada para korban. Pemerintah perlu melakukan investigasi menyeluruh terhadap rantai pelaksanaan MBG, terutama operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab atas pengolahan dan distribusi makanan.

Ia menegaskan, proses hukum harus dilakukan apabila hasil investigasi menemukan adanya unsur kelalaian yang menyebabkan para siswa mengalami keracunan.

Baca Juga :  Caleg Gagal dan Depresi Mandi Kembang Tujuh Rupa di Padepokan Anti Galau Cirebon

“Keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama. Jika ada pihak yang lalai hingga menyebabkan ratusan siswa menjadi korban, maka penegakan hukum harus dilakukan secara tegas dan transparan,” ujarnya.

Parlemen Bayangan Indonesia Pasti mendesak pemerintah mengevaluasi pelaksanaan MBG agar kejadian serupa tidak terulang dan keselamatan penerima manfaat menjadi prioritas dalam penyelenggaraan program tersebut.

(*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa
Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon
Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon
Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon
Pemkab Cirebon Bekali 100 Calon PMI, Tekankan Berangkat Lewat Jalur Resmi

Komentar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik

Berita Terbaru