Ground Breaking PSEL Dimulai, Tri Adhianto Ingin Bantargebang Jadi Kawasan Industri Hijau

- Redaksi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat menghadiri ground breaking pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Bantargebang, Kota Bekasi, Rabu (26/8/2025).

i

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat menghadiri ground breaking pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Bantargebang, Kota Bekasi, Rabu (26/8/2025).

KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi memulai pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Bantargebang, Rabu (26/8/2025).

Pembangunan fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah, tetapi juga mendorong perubahan wajah Bantargebang menjadi kawasan inovasi lingkungan dan industri hijau.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, ground breaking PSEL menjadi awal transformasi kawasan Bantargebang yang selama ini identik dengan tempat pembuangan sampah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bantargebang sudah lama menjadi tempat sampah. Hari ini kita mulai menjadikannya tempat lahirnya energi,” ujar Tri.

Baca Juga :  Maxim Salurkan Bonus Hari Raya untuk 50 Ribu Mitra Pengemudi di 100 Kota Indonesia

Menurut Tri, PSEL memiliki kapasitas pengolahan hingga 1.500 ton sampah per hari. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat mengurangi beban sampah yang masuk ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Meski demikian, Tri menegaskan pembangunan PSEL bukan berarti persoalan sampah di Kota Bekasi selesai sepenuhnya. Masih terdapat sekitar 300 ton sampah per hari yang harus ditangani.

“PSEL ini kapasitasnya 1.500 ton per hari. Artinya masih ada PR sekitar 300 ton setiap harinya. Ini yang harus kita selesaikan bersama, tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah,” tegasnya.

Baca Juga :  Wakil Walkot Bekasi Meninjau Kondisi Pasar Wisma Jaya Bekasi Timur

Tri mengatakan penyelesaian persoalan sampah membutuhkan keterlibatan masyarakat, mulai dari rumah tangga, sekolah, perkantoran, pusat perbelanjaan, pelaku usaha hingga pedagang.

Ia menilai teknologi pengolahan sampah memang penting, tetapi tidak cukup tanpa perubahan perilaku masyarakat.

“Teknologi saja tidak cukup. Sebagus apa pun teknologinya, pengelolaan sampah tidak akan berhasil tanpa kesadaran masyarakat,” katanya.

Karena itu, masyarakat diminta mulai membiasakan diri mengurangi dan memilah sampah sejak dari rumah. Sampah organik dan anorganik, kata Tri, perlu dipisahkan sejak dari sumbernya agar lebih mudah dikelola.

Baca Juga :  Long Weekend, JTT Catat 35 Ribu Kendaraan Menuju Wilayah Timur Trans Jawa

Tri berharap PSEL Bantargebang menjadi momentum perubahan dalam melihat sampah. Tidak hanya sebagai limbah yang harus dibuang, tetapi juga sebagai sumber energi yang memiliki nilai manfaat dan ekonomi.

“Bantargebang harus kita ubah. Dari tempat sampah menjadi tempat lahirnya energi baru, menjadi pusat inovasi lingkungan dan kawasan industri hijau,” pungkasnya.

(*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Bekasi Siapkan Paripurna Bupati Definitif, Ade Sukron Ungkap Tahapannya
Plt Bupati Bekasi Minta Maaf ke Media, Undang Perwakilan Massa Berdialog
Pemkab Bekasi Normalisasi Kali CBL 16 Km, Target Rampung Akhir Tahun
Bapenda Kejar Tunggakan Pajak Kendaraan, Operasi Digelar hingga Akhir Tahun
Bapenda Tegaskan Air Tanah Rumah Tangga Tak Otomatis Kena Pajak
Pajak Kabupaten Bekasi Tembus Rp2,93 Triliun, BPHTB Baru Capai 65,43 Persen
Monev PPID 2026, BPKAD dan Kecamatan Bekasi Utara Terbaik
Camat Cibitung Dukung Penyempurnaan Raperda KTR, Hampir 120 Spanduk Rokok Ditertibkan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Plt Bupati Bekasi Minta Maaf ke Media, Undang Perwakilan Massa Berdialog

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Pemkab Bekasi Normalisasi Kali CBL 16 Km, Target Rampung Akhir Tahun

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:34 WIB

Bapenda Kejar Tunggakan Pajak Kendaraan, Operasi Digelar hingga Akhir Tahun

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Bapenda Tegaskan Air Tanah Rumah Tangga Tak Otomatis Kena Pajak

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Pajak Kabupaten Bekasi Tembus Rp2,93 Triliun, BPHTB Baru Capai 65,43 Persen

Berita Terbaru

Ilustrasi.

Pendidikan

Revitalisasi Sekolah Bekasi Tembus Rp64,8 Miliar, Ini Rinciannya

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:03 WIB