PMII Kabupaten Bekasi Ajukan 7 Gugatan Rakyat, Soroti Pendidikan hingga Reformasi Birokrasi

- Redaksi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 06:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengurus dan kader PMII Kabupaten Bekasi berfoto bersama usai menyampaikan tujuh gugatan rakyat terkait pembangunan dan tata kelola pemerintahan Kabupaten Bekasi, Jumat (14/8/2026). Dalam aksi tersebut, PMII menyoroti isu pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, lingkungan hidup, infrastruktur, perlindungan perempuan dan anak, serta reformasi birokrasi.

i

Pengurus dan kader PMII Kabupaten Bekasi berfoto bersama usai menyampaikan tujuh gugatan rakyat terkait pembangunan dan tata kelola pemerintahan Kabupaten Bekasi, Jumat (14/8/2026). Dalam aksi tersebut, PMII menyoroti isu pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, lingkungan hidup, infrastruktur, perlindungan perempuan dan anak, serta reformasi birokrasi.

KABUPATEN BEKASI – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bekasi bersama sejumlah elemen gerakan menyuarakan tujuh gugatan rakyat terhadap pemerintah daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam aksi pada Jumat, 14 Agustus 2026, sehari menjelang peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi.

PMII menegaskan, gerakan tersebut bukan didasari kebencian terhadap pemerintah maupun kepentingan politik praktis. Mereka menyebut aksi itu sebagai bentuk kegelisahan masyarakat sekaligus upaya menjalankan fungsi kontrol terhadap jalannya pemerintahan.

“Bagi kami, Kabupaten Bekasi bukan sekadar kawasan industri. Kabupaten Bekasi adalah rumah bagi jutaan rakyat yang berhak mendapatkan pendidikan yang layak, pekerjaan yang bermartabat, lingkungan yang sehat, infrastruktur yang aman, serta pemerintahan yang transparan dan berpihak kepada kepentingan publik,” demikian pernyataan dalam aksi tersebut.

Memasuki usia 76 tahun, PMII menilai Kabupaten Bekasi perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap arah pembangunan dan tata kelola pemerintahan.

Baca Juga :  Jelang Arus Mudik, Pemkot Bekasi Maksimalkan Penanganan Jalan di Jalur Mudik Melalui URC Si Tambel

Mereka mempertanyakan siapa yang paling merasakan manfaat pembangunan dan sejauh mana pemerintah benar-benar hadir menjawab kebutuhan masyarakat.

PMII kemudian menyebut gerakan tersebut sebagai “check up total tata kelola pemerintahan” melalui tujuh gugatan rakyat.

Tujuh persoalan yang menjadi sorotan meliputi pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, lingkungan hidup, infrastruktur, perlindungan perempuan dan anak, serta reformasi birokrasi.

Soroti Reformasi Birokrasi

Dari tujuh isu tersebut, reformasi birokrasi menjadi salah satu tuntutan yang ditekankan PMII Kabupaten Bekasi.

Mereka meminta pemerintah daerah membangun birokrasi yang bersih, transparan, profesional, responsif, serta terbuka terhadap kritik masyarakat.

Menurut PMII, birokrasi tidak boleh menjadi tembok yang membuat pemerintah semakin jauh dari rakyat.

Karena itu, mereka mendorong pemerintah membuka ruang partisipasi publik, meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat transparansi anggaran, serta memastikan setiap kebijakan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Baca Juga :  Ade Sukron Sambut Program JMSI: Dorong Literasi Pelajar hingga Desa Maju

“Bagi kami, kritik bukan ancaman bagi pemerintah. Kritik adalah mekanisme kontrol dalam negara demokrasi,” tegas mereka.

PMII juga meminta pemerintah Kabupaten Bekasi membuka ruang dialog dan evaluasi bersama masyarakat.

Mereka menilai pembangunan tidak cukup hanya diukur melalui jumlah gedung yang berdiri, panjang jalan yang dibangun, maupun besarnya angka investasi.

“Pembangunan harus diukur dari satu hal yang paling penting: apakah rakyat Kabupaten Bekasi benar-benar merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Ajak Masyarakat Kawal Pemerintahan

Dalam aksi tersebut, PMII juga mengajak masyarakat Kabupaten Bekasi untuk ikut mengawal jalannya pemerintahan.

Mereka menegaskan bahwa Kabupaten Bekasi bukan milik segelintir kelompok, melainkan milik seluruh masyarakat.

PMII menyatakan akan tetap mengkritisi berbagai persoalan yang dinilai menyangkut kepentingan publik, sembari menawarkan gagasan sebagai bagian dari gerakan mahasiswa.

Baca Juga :  20 Tahun Perumda Tirta Patriot Mengalirkan Pelayanan, Kini Hadir dengan Inovasi Digital

“Resilien, resisten, solutif, dan progresif,” menjadi semangat yang mereka usung dalam gerakan tersebut.

PMII menyebut sikap resisten akan diarahkan terhadap ketidakadilan, solutif melalui gagasan, dan progresif dalam mendorong perubahan.

Aksi tersebut juga dilakukan di Tugu Rakyat yang disebut sebagai simbol perlawanan sekaligus pengingat bahwa kekuasaan pada akhirnya bersumber dari rakyat dan harus kembali kepada kepentingan rakyat.

Menjelang Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76 pada Sabtu, 15 Agustus 2026, PMII Kabupaten Bekasi menyerukan kader dan masyarakat untuk ikut mengambil bagian dalam mengawal pembangunan daerah.

“Bekasi bukan milik segelintir orang. Bekasi adalah milik kita semua,” seru massa aksi.

Seruan kemudian ditutup dengan pekikan “Hidup rakyat, hidup mahasiswa, hidup perempuan yang melawan!” serta salam pergerakan.

(*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bahrudin Dorong Puskesmas Tetap di Muktiwari, Jiovanno Nahampun Dukung Aspirasi Warga
15 Proyek Bekasi Senilai Rp109 Miliar Resmi Diresmikan
Hut ke-76, PMII Bekasi Gugat Pemkab
Ketua DPRD Bekasi Dorong Pembangunan Ekosistem Ekonomi Baru dan Ikon Daerah
Plt Bupati Bekasi Ungkap Rencana Penataan 5 Desa di Perbatasan Bogor
Kasus Hukum Jadi Alarm, Perumda Tirta Bhagasasi Mulai Perketat Pengawasan
Paskibraka Kabupaten Bekasi Resmi Dikukuhkan, Pesan Plt Bupati Asep Jadi Sorotan
76 Anak Disunat Gratis, Ternyata Ini Alasan Pemkab Bekasi Pilih Angka 76

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:49 WIB

Bahrudin Dorong Puskesmas Tetap di Muktiwari, Jiovanno Nahampun Dukung Aspirasi Warga

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:27 WIB

15 Proyek Bekasi Senilai Rp109 Miliar Resmi Diresmikan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Hut ke-76, PMII Bekasi Gugat Pemkab

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:25 WIB

Ketua DPRD Bekasi Dorong Pembangunan Ekosistem Ekonomi Baru dan Ikon Daerah

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:59 WIB

Kasus Hukum Jadi Alarm, Perumda Tirta Bhagasasi Mulai Perketat Pengawasan

Berita Terbaru

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menandatangani prasasti 15 proyek pembangunan Kabupaten Bekasi dalam rangka Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi di Plaza Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Sabtu (15/8/2026).

Bekasi

15 Proyek Bekasi Senilai Rp109 Miliar Resmi Diresmikan

Sabtu, 15 Agu 2026 - 22:27 WIB

Bekasi

Hut ke-76, PMII Bekasi Gugat Pemkab

Sabtu, 15 Agu 2026 - 19:21 WIB

Kerjasama Hubungi Kami