JAKARTA – Di tengah masih rendahnya tingkat partisipasi kerja penyandang disabilitas di Indonesia, Maxim Indonesia mengambil langkah nyata untuk mendorong terciptanya kesempatan ekonomi yang lebih inklusif. Perusahaan layanan transportasi online tersebut resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Yayasan Cheshire Indonesia guna memperluas akses kerja dan mobilitas bagi penyandang disabilitas fisik.
Kerja sama ini tidak hanya menghadirkan dukungan transportasi, tetapi juga membuka peluang kemitraan yang lebih menguntungkan melalui program bebas komisi bagi penyandang disabilitas yang bergabung sebagai mitra pengemudi Maxim.
Development Director Maxim Indonesia, Dirhamsyah, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kemandirian dan pemberdayaan penyandang disabilitas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Melalui kerja sama ini, kami ingin membuka lebih banyak kesempatan bagi penyandang disabilitas agar dapat hidup mandiri dan mengembangkan potensi yang dimiliki,” ujar Dirhamsyah.
Sebagai bentuk dukungan awal, Maxim menyerahkan saldo perjalanan senilai Rp18 juta kepada Yayasan Cheshire Indonesia. Bantuan tersebut akan digunakan untuk mendukung kebutuhan mobilitas para penerima manfaat yayasan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Mitra Disabilitas Nikmati Pendapatan Penuh
Salah satu program yang menjadi sorotan dalam kerja sama ini adalah kebijakan bebas komisi bagi mitra pengemudi penyandang disabilitas. Dengan skema tersebut, seluruh pendapatan hasil perjalanan dapat diterima sepenuhnya oleh mitra tanpa potongan komisi dari platform.
Tak hanya itu, Maxim juga memberikan perlindungan sosial melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang ditanggung perusahaan tanpa biaya tambahan bagi mitra pengemudi penyandang disabilitas.
Menurut Dirhamsyah, program tersebut menjadi langkah konkret dalam menciptakan kesetaraan kesempatan di era ekonomi digital.
“Program bebas komisi dan perlindungan sosial merupakan bentuk investasi kami dalam menciptakan kesempatan yang setara di tengah perkembangan ekonomi digital,” katanya.
Inisiatif ini disebut sebagai yang pertama diterapkan oleh platform transportasi online di Indonesia khusus bagi penyandang disabilitas.
Kendaraan Khusus dan Teknologi Ramah Disabilitas
Pada acara penandatanganan nota kesepahaman, Maxim juga memperkenalkan sejumlah kendaraan yang telah dimodifikasi untuk mendukung kebutuhan pengemudi penyandang disabilitas.
Modifikasi dilakukan pada kendaraan roda empat melalui penyesuaian pedal gas dan rem, sementara kendaraan roda dua dilengkapi penyesuaian khusus pada bagian tempat duduk agar lebih aman dan nyaman digunakan.
Komitmen terhadap aksesibilitas sebenarnya telah lebih dulu diwujudkan Maxim melalui berbagai fitur ramah disabilitas di dalam aplikasinya. Fitur tersebut antara lain dukungan TalkBack untuk pengguna tunanetra, fitur percakapan bagi penumpang dengan gangguan pendengaran, hingga notifikasi khusus kepada pengemudi ketika penumpang membutuhkan bantuan tambahan.
Tantangan Besar Penyandang Disabilitas di Dunia Kerja
Langkah Maxim ini hadir di tengah masih besarnya tantangan yang dihadapi penyandang disabilitas dalam memperoleh pekerjaan yang layak.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai sekitar 22,97 juta jiwa atau 8,5 persen dari total populasi nasional. Namun tingkat partisipasi angkatan kerja kelompok ini baru mencapai sekitar 44 persen, jauh di bawah rata-rata nasional yang mencapai 69 persen.
Selain itu, tingkat kemiskinan penyandang disabilitas masih berada di angka 11,42 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 8,57 persen. Dari lebih dari 720 ribu penyandang disabilitas yang bekerja, sekitar 75 persen masih berada di sektor informal dan hanya 2,8 persen yang memiliki pendidikan tinggi.
Dorong Kemandirian dan Kesetaraan
Ketua Yayasan Cheshire Indonesia, Janthy Nihardjo, menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, akses terhadap transportasi dan kesempatan kerja menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas.
“Kerja sama ini sangat berarti karena membuka akses yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk bermobilitas, bekerja, dan hidup mandiri. Kami sangat mengapresiasi komitmen Maxim dalam menghadirkan peluang yang lebih inklusif bagi semua,” ujar Janthy.
Melalui kolaborasi ini, Maxim berharap semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi, meningkatkan pendapatan, sekaligus mewujudkan kehidupan yang lebih mandiri dan setara di tengah masyarakat.
(*)









