Kabupaten Bekasi – Salah satu Pendamping Haji Daerah (PHD) Kabupaten Bekasi, Zuli Zulkipli, mendorong agar pelayanan jemaah haji, khususnya yang berstatus mandiri, semakin merata dan optimal melalui kebijakan yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan di lapangan.
Ia menyebut jumlah jemaah mandiri di Kabupaten Bekasi terus meningkat, dengan sekitar 116 orang pada musim haji tahun ini. Kondisi tersebut dinilai memerlukan perhatian lebih, karena mereka berasal dari latar belakang beragam dan membutuhkan pelayanan yang fleksibel serta responsif.
Menurut Zuli, jemaah yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) umumnya telah mendapatkan pendampingan yang terstruktur sejak persiapan hingga pelaksanaan. Sementara itu, jemaah mandiri harus lebih aktif mengurus kebutuhan secara pribadi, sehingga membutuhkan dukungan tambahan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan, perbedaan ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan haji secara menyeluruh dan berkeadilan. Ke depan, ia berharap sistem pelayanan haji semakin terintegrasi, transparan, dan berbasis teknologi, sehingga seluruh jemaah mendapatkan pelayanan yang setara.
Sebagai PHD, Zuli menegaskan komitmennya untuk memberikan pendampingan terbaik bagi semua jemaah tanpa membedakan status, dengan pendekatan yang humanis, komunikatif, dan bertanggung jawab. (*)









