Era Baru Transportasi Bandung Raya: Angkot Bertransformasi Jadi Feeder Metro Jabar Trans

- Redaksi

Minggu, 26 Oktober 2025 - 15:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Bekasi – Pemandangan angkot yang berhenti lama di pinggir jalan menunggu penumpang atau sopir yang santai merokok di balik kemudi kini mulai menghilang dari jalanan Bandung Raya. Sejak awal Oktober 2025, sejumlah angkot konvensional resmi bertransformasi menjadi Feeder Metro Jabar Trans (MJT), moda transportasi pengumpan baru yang beroperasi lebih tertib dan modern.

Program hasil kolaborasi Dinas Perhubungan Jawa Barat dan PT Jasa Sarana ini menjadi tonggak penting dalam modernisasi transportasi perkotaan di wilayah Bandung Raya. Feeder pertama dengan rute Simpang Soekarno Hatta – Kiara Condong – Pasar Baru ABC kini resmi beroperasi, menghubungkan kawasan permukiman dengan koridor utama Bus Rapid Transit (BRT) Metro Jabar Trans.

“Feeder Metro Jabar Trans berbeda dari angkot biasa. Sopir tidak boleh berhenti sembarangan, menunggu penumpang di pinggir jalan, atau merokok saat mengemudi. Mereka juga mengikuti jadwal dan rute resmi,” ujar Plt Direktur PT Jasa Sarana, Beni Cahyadi, Sabtu (25/10/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Beni, perubahan ini merupakan bagian dari transformasi besar-besaran dari angkot konvensional menuju sistem transportasi feeder terstandarisasi. Para pengemudi dan pemilik kendaraan lama tetap dilibatkan melalui skema kemitraan, namun kini mereka menjadi bagian dari sistem layanan publik yang lebih profesional dan disiplin.

“Melalui skema ini diharapkan terjadi peningkatan kualitas pelayanan dan keselamatan, sekaligus perubahan budaya transportasi menuju moda yang tertib dan berkelanjutan,” tambahnya.

💳 Pembayaran Digital, Bebas Uang Tunai

Salah satu ciri khas utama Feeder Metro Jabar Trans adalah penerapan sistem pembayaran nontunai (cashless). Penumpang kini dapat membayar menggunakan kartu uang elektronik atau QRIS, baik dengan cara memindai kode di kendaraan (MPM), menampilkan kode dari ponsel (CPM), maupun menggunakan fitur terbaru QRIS Tap bagi perangkat dengan NFC.

Baca Juga :  Pengawasan Aktif, SDN Wanasari 14 Didorong Tingkatkan Mutu dan Tertib Administrasi

Beni menjelaskan, sistem digital ini tidak hanya memudahkan penumpang, tetapi juga mencegah potensi penyalahgunaan uang tunai serta meningkatkan transparansi operasional.

“Penggunaan sistem digital mendukung efisiensi, transparansi, serta mendorong kebiasaan masyarakat dalam bertransaksi secara nontunai,” ujarnya.

Selain itu, penumpang yang berpindah dari atau ke moda utama Metro Jabar Trans dalam waktu 120 menit sejak tap pertama tidak dikenakan biaya tambahan. Tarif khusus juga berlaku bagi pelajar, mahasiswa, lansia, dan penyandang disabilitas.

Baca Juga :  Siapa yang Bakal Jadi Ratu Jakarta Fair 2026? Ini Dia 10 Finalis yang Siap Rebut Mahkota!

🚐 Armada Lama, Aturan Baru

Sebagian besar kendaraan feeder merupakan hasil modifikasi dari angkot eksisting yang disesuaikan dengan standar baru. Setiap armada kini dilengkapi alat pemadam api ringan (APAR), kotak P3K, serta pemecah kaca darurat.

Para pengemudi diwajibkan mengenakan seragam resmi, menjaga kebersihan kendaraan, serta menutup pintu selama perjalanan. Jadwal keberangkatan dan rute juga telah ditetapkan berdasarkan sistem operasi Metro Jabar Trans yang terintegrasi.

“Kami bekerja sama dengan koperasi, pemilik angkutan kota, dan para pengemudi untuk membangun sistem layanan baru yang lebih tertata,” jelas Beni.

🚏 Menuju Transportasi Terpadu Bandung Raya

Setelah keberhasilan rute pertama, dua rute tambahan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2025. Seluruh layanan feeder ini akan menjadi bagian dari integrasi transportasi Bandung Raya, yang menghubungkan berbagai moda, termasuk BRT Metro Jabar Trans dan layanan publik lainnya.

“Langkah ini merupakan bagian dari visi besar untuk menjadikan angkutan kota sebagai transportasi publik yang modern, aman, terintegrasi, dan berkelanjutan,” tandas Beni.

Transformasi ini menandai era baru bagi angkutan kota di Bandung Raya — dari citra angkot yang semrawut, kini menuju wajah transportasi yang lebih tertib, bersih, dan siap menyambut masyarakat urban masa depan. (*)

Baca Juga :  Pilkades Bekasi 2026 Mulai Memanas, 19 Desa Punya Calon Kades Lebih dari 5 Orang

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fadly Bawa Inovasi Pengentasan Kemiskinan, Kabupaten Bekasi Bidik Gelar ASN Berprestasi Jabar
Tiga ASN Kabupaten Bekasi Tembus Persaingan Provinsi, Bidik Prestasi Nasional
RAPBD 2027 Disepakati, Harris Bobihoe Minta Sinergi Eksekutif-Legislatif Dijaga
32 Ribu Lowongan Kerja Tersedia di Nyari Gawe, Warga Bekasi Bisa Cari Kerja Tanpa Calo
Banjir Mengintai, Dedi Mulyadi Desak Kali CBL Rampung Tahun Ini
Asep Surya Atmaja Sentil Kinerja ASN: APBD Jangan Hanya Habis di Atas Kertas
Shin Tae-yong Hadir di Bekasi, DPD RI Bidik Calon Bintang Baru Timnas Indonesia
Rawabinong Dibidik Jadi Ikon Wisata Bekasi, Fasilitas Bakal Ditambah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Fadly Bawa Inovasi Pengentasan Kemiskinan, Kabupaten Bekasi Bidik Gelar ASN Berprestasi Jabar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:28 WIB

Tiga ASN Kabupaten Bekasi Tembus Persaingan Provinsi, Bidik Prestasi Nasional

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:00 WIB

RAPBD 2027 Disepakati, Harris Bobihoe Minta Sinergi Eksekutif-Legislatif Dijaga

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:27 WIB

32 Ribu Lowongan Kerja Tersedia di Nyari Gawe, Warga Bekasi Bisa Cari Kerja Tanpa Calo

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Banjir Mengintai, Dedi Mulyadi Desak Kali CBL Rampung Tahun Ini

Berita Terbaru