Pemkab Bekasi Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Eliminasi TBC, HIV, dan Malaria

- Redaksi

Kamis, 19 Juni 2025 - 21:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kabupaten Bekasi, Fadly Marissato (berbatik biru, memegang mikrofon), saat menyampaikan pemaparan dalam pertemuan lintas sektor percepatan eliminasi penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) yang digelar di RS Mitra Keluarga Grand Wisata, Tambun Selatan, Kamis (19/6/2025). Pertemuan ini diinisiasi oleh ADINKES Jawa Barat sebagai bentuk komitmen bersama dalam penguatan strategi kesehatan masyarakat di Kabupaten Bekasi.

i

Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kabupaten Bekasi, Fadly Marissato (berbatik biru, memegang mikrofon), saat menyampaikan pemaparan dalam pertemuan lintas sektor percepatan eliminasi penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) yang digelar di RS Mitra Keluarga Grand Wisata, Tambun Selatan, Kamis (19/6/2025). Pertemuan ini diinisiasi oleh ADINKES Jawa Barat sebagai bentuk komitmen bersama dalam penguatan strategi kesehatan masyarakat di Kabupaten Bekasi.

Bekasi – Pemerintah Kabupaten Bekasi menunjukkan komitmen kuat dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat dengan mendorong percepatan eliminasi tiga penyakit menular utama: Tuberkulosis (TBC), HIV, dan Malaria (ATM). Melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Pemkab Bekasi menggalang dukungan lintas sektor dalam upaya kolaboratif yang digagas Asosiasi Dinas Kesehatan (ADINKES) Jawa Barat.

Dukungan tersebut disampaikan dalam forum strategis yang digelar di RS Mitra Keluarga Grand Wisata, Tambun Selatan, pada Kamis (19/6). Pertemuan ini bertujuan menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bentuk komitmen bersama dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Kesehatan, instansi lintas sektor, perwakilan desa, dunia usaha hingga Baznas.

Baca Juga :  Rayakan Malam Tahun Baru, Hotel Harper Cikarang Hadirkan Safari Night

“Sebagai Sekretaris dalam struktur percepatan eliminasi TBC, Bappeda memiliki peran penting dalam mengorkestrasi sinergi antar sektor. Tidak mungkin satu instansi bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan sebesar ini,” ujar Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kabupaten Bekasi, Fadly Marissato.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fadly menjelaskan, isu ATM telah masuk dalam dokumen perencanaan jangka menengah daerah sebagai salah satu prioritas pembangunan kesehatan. Ia menyoroti bahwa meskipun angka kasus malaria di Kabupaten Bekasi relatif rendah, tantangan besar justru datang dari TBC dan HIV yang masih berdampak luas pada masyarakat.

Baca Juga :  XL Axiata Geral Mudik Bareng, Pulang Kampung Gratis Bersama Karyawan

“Upaya penanganan memang sudah berjalan lama, tapi kami melihat perlunya pendekatan baru, salah satunya melalui edukasi yang lebih masif kepada remaja dan masyarakat umum sebagai langkah pencegahan,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Bappeda juga mengajak sektor swasta untuk turut serta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Selama ini, CSR banyak menyasar isu stunting dan pendidikan. Ke depan, eliminasi ATM akan dimasukkan dalam katalog CSR daerah sebagai opsi prioritas.

“Kami menyediakan menunya. Soal pelaksanaan, kami serahkan ke masing-masing perusahaan apakah ingin membantu lewat pengadaan obat, penyediaan layanan, atau bentuk kontribusi lainnya,” jelas Fadly.

Baca Juga :  Distan Bekasi Antisipasi Kemarau, Petani Diminta Ubah Pola Tanam

Senada dengan itu, dr. Alma Lucyati selaku Program Coordinator RSSH ATM Provinsi Jawa Barat, menekankan bahwa pendekatan lintas sektor sangat krusial untuk memperkuat sistem kesehatan daerah.

“Program ini tidak hanya soal pengobatan, tapi juga memperkuat pilar penting seperti pemantauan anggaran kesehatan, penguatan laboratorium, integrasi layanan primer, hingga penelitian operasional yang relevan,” ungkap dr. Alma.

Pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan komitmen bersama lintas sektor dalam mempercepat eliminasi ATM demi terwujudnya masyarakat Kabupaten Bekasi yang lebih sehat dan tangguh menghadapi tantangan kesehatan masa depan. (Advertorial)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Malam 1 Muharram di Bekasi Pecah! 5.000 Warga Ikut Pawai, Tri Adhianto Soroti Kebersamaan
Pilkades Digital Siap Digelar di Kabupaten Bekasi, Hitung Suara Cuma 10 Menit!
Ibis Styles Bekasi Jatibening Punya Nobar Resmi dan Restoran 24 Jam, Internet Kini 300 Mbps
Hari Lingkungan Hidup 2026, Pemkot Bekasi Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
Pemkot Bekasi Tegaskan Aturan PPPK Ikuti Pusat, Soroti Batas Belanja Pegawai 30 Persen
Plh Wali Kota Bekasi Terima Kunjungan DPRD Banjarbaru, Bahas Strategi Tingkatkan PAD
Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:45 WIB

Malam 1 Muharram di Bekasi Pecah! 5.000 Warga Ikut Pawai, Tri Adhianto Soroti Kebersamaan

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:06 WIB

Pilkades Digital Siap Digelar di Kabupaten Bekasi, Hitung Suara Cuma 10 Menit!

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:50 WIB

Ibis Styles Bekasi Jatibening Punya Nobar Resmi dan Restoran 24 Jam, Internet Kini 300 Mbps

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:19 WIB

Hari Lingkungan Hidup 2026, Pemkot Bekasi Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:11 WIB

Pemkot Bekasi Tegaskan Aturan PPPK Ikuti Pusat, Soroti Batas Belanja Pegawai 30 Persen

Berita Terbaru