Bekasi – Gebrakan luar biasa datang dari Pemerintah Kabupaten Bekasi! Dalam momen penuh semangat Hari Kebangkitan Nasional ke-117, Selasa (20/5/2025), sebanyak 130 koperasi Merah Putih resmi diserahkan kepada desa dan kelurahan. Dengan ini, Bekasi mencatatkan diri sebagai daerah pertama di Indonesia yang membentuk koperasi secara 100 persen di tingkat desa dan kelurahan melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus).
Penyerahan badan hukum koperasi dilakukan langsung setelah upacara peringatan Harkitnas di Plaza Pemkab Bekasi. Wakil Bupati Asep Surya Atmaja menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar simbolik, tapi gerakan nyata untuk mendorong ekonomi rakyat dan membuka jutaan lapangan kerja.
“Kalau koperasi ini berjalan, potensinya luar biasa—bisa ciptakan hingga dua juta lapangan kerja!” tegas Asep penuh optimisme.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah strategis ini menjadi bagian dari misi Pemkab Bekasi untuk menekan angka pengangguran dan menguatkan ekonomi lokal. Salah satunya dengan menggandeng perusahaan dan menjadikan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi baru.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Ida Farida, turut mengungkapkan bahwa koperasi Merah Putih dibentuk secara serentak dengan dukungan dari camat, kepala desa, dan lurah. Semua koperasi telah mendapatkan badan hukum resmi dari notaris, dan siap diluncurkan secara nasional pada 12 Juli 2025 mendatang.
“Bekasi menjadi yang pertama di Indonesia yang berhasil wujudkan 100 persen koperasi di desa dan kelurahan. Ini bukan hanya prestasi, tapi juga solusi nyata bagi masyarakat,” kata Ida.
Tidak hanya berhenti di legalitas, para pengurus koperasi akan dibekali pelatihan intensif—mulai dari hard skill hingga soft skill, agar koperasi bisa dikelola profesional dan tahan banting menghadapi tantangan zaman.
Koperasi Merah Putih juga dirancang fleksibel dan adaptif, menyesuaikan dengan potensi ekonomi lokal. Contohnya, Desa Lambangsari sudah lebih dulu bergerak dengan koperasi simpan pinjam yang kini memiliki 50 anggota aktif.
“Ke depan, koperasi bisa berkembang ke berbagai lini—bahkan hingga mendirikan klinik masyarakat. Ini murni kerja kolaboratif lintas dinas,” ujar Ida.
Dengan semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi, Kabupaten Bekasi tampaknya siap menjadi role model nasional dalam pemberdayaan masyarakat berbasis koperasi.(*)










