Prediksi Pengamat Jika Pilgub Jakarta Tanpa Anies Baswedan

- Redaksi

Kamis, 29 Agustus 2024 - 18:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Anies Baswedan berpotensi gagal maju di pemilihan gubernur atau Pilgub Jakarta 2024.

i

Anies Baswedan berpotensi gagal maju di pemilihan gubernur atau Pilgub Jakarta 2024.

JakartaAnies Baswedan berpotensi gagal maju di pemilihan gubernur atau Pilgub Jakarta 2024 setelah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memutuskan mengusung Pramono Anung-Rano Karno. Namun pengamat politik sekaligus analis komunikasi politik dari Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio menilai Pilgub Jakarta tetap akan panas tanpa kehadiran sang petahana.

“Walau tanpa Anies, Pilkada Jakarta tetap akan menjadi pilkada yang seru karena PDIP, walau tanpa berkoalisi dengan partai lain, mereka memiliki sosok Rano Karno yang lama dikenal sebagai anak Betawi asli berkat perannya sebagai Si Doel,” kata pria yang akrab disapa Hensat itu dalam siaran pers yang diterima pada Rabu, 28 Agustus 2024.

Dia mengatakan Rano akan menjadi salah satu magnet dukungan warga Jakarta karena elektabilitasnya yang cukup besar sebagai budayawan Betawi. Belum lagi dipadukan dengan Pramono yang merupakan salah satu politikus andal yang dimiliki PDIP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sedangkan Pramono Anung dikenal sebagai politisi yang bisa diterima oleh pihak mana pun, termasuk oleh Jokowi, Prabowo, maupun partai politik lainnya,” kata Hendri.

Baca Juga :  Debat Capres Ketiga, Milenialis Subang Kian Mantap Menangkan AMIN di Pilpres

Sebagai calon rival Pramono-Rano, ada sosok Ridwan Kamil (RK) yang tidak bisa dianggap remeh. Menurut dia, Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023 itu memiliki basis pendukung yang cukup besar karena rekam jejaknya yang terbilang baik di Jawa Barat.

Hendri mengatakan latar belakang RK yang juga sebagai arsitek tepat untuk menangani Jakarta dari segi pembenahan tata kota dan bangunan.

“RK juga mempunyai modal yang tinggi, khususnya pemilih dari kalangan menengah atas, sehingga cukup banyak yang menantikan inovasi apa yang akan dia hadirkan untuk terus membenahi Jakarta,” ujarnya.

Meski demikian, dia menilai pria yang akrab disapa Kang Emil itu tidak memiliki pasangan yang cukup dikenal kalangan masyarakat, yakni Suswono.

“Meskipun kurang dikenal di Jakarta, Suswono ini representasi mesin PKS yang militan, dan ini yang akan diandalkan oleh KIM (Koalisi Indonesia Maju) pada Pilkada Jakarta,” kata Hendri.

Baca Juga :  Anggota Komisi I DPRD, Mendesak Pemkot Bekasi Agar Tegas Menindak Reklame Tak Berizin

Dengan adanya pertarungan para tokoh besar ini, dia menyebutkan Pilgub Jakarta akan tetap panas dan menjadi perhatian publik tingkat nasional.

Adapun pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin mengatakan mantan Anies telah ditinggalkan semua partai politik yang memiliki kursi di DPRD pada Pilgub Jakarta. Sebab, kesempatan terakhir Anies untuk bisa maju lewat PDIP pupus.

“Ya, kalau Pramono Anung dan Rano Karno diusung PDIP, artinya Anies tidak dapat partai. Anies tidak ada yang mengusung,” kata Ujang saat dihubungi dari Jakarta pada Rabu, 28 Agustus 2024.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu menuturkan, apabila Partai Ummat dan Partai Buruh mengusung Anies maju di Pilgub Jakarta, mereka tidak memenuhi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang persyaratan ambang batas (threshold) pencalonan calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah 7,5 persen.

“Jadi, Anies kelihatannya ditinggalkan, tidak dapat partai, ya itulah konsekuensi dari tokoh yang bukan (dari) partai,” ujarnya.

Baca Juga :  AEON Group Gandeng BAZNAS Salurkan Donasi Rp1,6 Miliar Untuk Korban Gempa Sulteng

Dia menilai semua itu adalah konsekuensi dari tokoh nonpartai yang sewaktu-waktu dapat ditinggalkan oleh partai politik. “Saya sih melihatnya hal yang umum saja, hal yang biasa saja ketika partai politik mengutamakan kadernya,” kata Ujang.

Dia mengungkapkan ada kekhawatiran Anies tidak akan loyal pada partai politik pengusungnya bila tidak menjadi kader. “Tentu banyak pertimbangan yang dibuat oleh partai-partai itu, sehingga meninggalkan Anies,” kata dia.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Nasdem, yang mengusung Anies di pemilihan presiden atau Pilpres 2024, meninggalkan Anies di Pilgub Jakarta dan mengusung Ridwan Kamil-Suswono yang diusung KIM.

Pada Minggu (19/8), PKS dan PKB bersama Nasdem dan sembilan partai politik (parpol) lainnya yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus mendeklarasikan pasangan Ridwan Kamil-Suswono sebagai bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di Jakarta. (*)

Penulis : Jupri

Editor : Yon

Sumber Berita: Tempo.co

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Purbaya Diganti, Penggagas Parlemen Bayangan Desak DPR Panggil Presiden
DPR Soroti Pengelolaan SDA, MIND ID Didorong Perkuat Peran Negara
GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026 Resmi Dibuka
Demokrat Mulai Panaskan Mesin Politik, AHY Masuk Radar Capres 2029
NutriSari Berangkatkan 22 Mitra UMKM untuk Umroh, Ada Program Tukar Sachet
Mercedes-Benz Gelar Technician Skill Contest 2026, Uji Kompetensi 64 Teknisi dari 14 Dealer
PSI Cirebon Percepat Konsolidasi, Struktur Organisasi Ditargetkan Rampung hingga Desa
DKP PERADI Batalkan Skorsing, Muannas Alaidid Dinyatakan Tak Terbukti Langgar Etik

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 13:45 WIB

Purbaya Diganti, Penggagas Parlemen Bayangan Desak DPR Panggil Presiden

Kamis, 17 September 2026 - 13:40 WIB

DPR Soroti Pengelolaan SDA, MIND ID Didorong Perkuat Peran Negara

Rabu, 9 September 2026 - 12:23 WIB

GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026 Resmi Dibuka

Selasa, 8 September 2026 - 15:13 WIB

Demokrat Mulai Panaskan Mesin Politik, AHY Masuk Radar Capres 2029

Selasa, 8 September 2026 - 14:56 WIB

NutriSari Berangkatkan 22 Mitra UMKM untuk Umroh, Ada Program Tukar Sachet

Berita Terbaru