Sejarah Grand Hotel Ribberink Cheribon

- Redaksi

Senin, 19 Agustus 2019 - 22:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Cirebon– Hotel Ribberink atau Hotel Wilhelmina atau Grand Hotel Cirebon, merupakan salah satu hotel di pusat Kota Cirebon, tepatnya di samping Alun-Alun Kejaksan. Konon, hotel yang termegah pada zamannya ini, pernah mematok tarif 7-16 Gulden per malamnya sekitar tahun 1880.

Baca Juga :  Kecelakaan Truk di Ruas Tol Cipularang, Jasa Marga Percepat Upaya Penanganan

Dalam perjalanannya, hotel ini sempat menjadi markas dari pergerakan Laskar Merah pimpinan M. Joesoef, pada 12-14 Februari 1946. Kemudian, Tentara Keamanan Rakyat (TKR) menyerbu Grand Hotel untuk menangkapi Laskar Merah, termasuk pemimpinnya.

Di tahun yang sama juga, yakni 1946, hotel ini juga pernah menjadi markas Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP), untuk wilayah Cirebon. Hotel ini juga bahkan menjadi tempat berkumpulnya para tentara Belanda saat Agresi Militer Belanda 1 tanggal 21-27 Juli 1947 di Cirebon.

Baca Juga :  Malam Ini, Walikota Bekasi Melantik Pejabat Eselon II

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Warga Dua Desa di Kecamatan Pebayuran Ikuti Pelatihan Wirausaha

Seiring waktu, hotel ini pun berhenti beroperasi karena sengketa lahan. Hingga akhirnya, bangunan bersejarah tersebut dibongkar dan dihancurkan hingga rata dengan tanah. Tidak diketahui hingga sekarang lahan kosong eks Grand Hotel Cirebon akan dijadikan apa.

(*)

Sumber: KITLV

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon
Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon
Pemkab Cirebon Bekali 100 Calon PMI, Tekankan Berangkat Lewat Jalur Resmi
18 Pemegang Saham Pendiri Tolak RUPSLB PT RSB, Persoalkan Legalitas Pengangkatan Direksi-Komisaris
APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan
OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:53 WIB

BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon

Rabu, 30 September 2026 - 19:59 WIB

Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon

Rabu, 23 September 2026 - 15:59 WIB

Pemkab Cirebon Bekali 100 Calon PMI, Tekankan Berangkat Lewat Jalur Resmi

Minggu, 20 September 2026 - 13:16 WIB

18 Pemegang Saham Pendiri Tolak RUPSLB PT RSB, Persoalkan Legalitas Pengangkatan Direksi-Komisaris

Berita Terbaru