Petani Garam di Cirebon Ganti Profesi Jadi Tukang Becak

- Redaksi

Kamis, 25 Juli 2019 - 16:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto istimewa: Petani garam mengeluh.

i

foto istimewa: Petani garam mengeluh.

RJN, Cirebon – Petani garam di Cirebon kini harus ‘putar otak’ untuk memenuhi kebutuhan hidup. Karena satu-satunya mata pencaharian mereka tidak cukup menghasilkan keuntungan.

Bahkan, beberapa petani garam hampir meninggalkan profesinya karena mengalami kerugian. Di tengah himpitan harga garam yang menyentuh titik terendah dan stok yang tidak terjual hingga menumpuk di gudang, petani garam rela berhutang demi hidup sehari-hari.

Baca Juga :  Serikat Pejuang Tani Desak Pemkab Dukung Program IPHPS

Salah satu petani garam di Desa Rawaurip Kabupaten Cirebon, Ismail mengaku, tidak dapat menggantungkan hidupnya pada satu-satunya mata pencahariannya itu.

“Ya mau bagaimana, cuma itu mata pencaharian kami. Walaupun tidak ada hasil tapi kami masih menjalaninya,” katanya, Kamis (25/7/2019).

Ia mengatakan, untuk makan dan kebutuhan sehari-hari banyak petani garam yang berhutang ke tengkulak atau menjual garamnya dengan harga yang sangat murah.

Baca Juga :  Penyebab Indonesia Masih Impor Garam Meski Produksi Nasional Meningkat

“Banyak yang kasbon ke tengkulak. Berapapun harganya yang penting laku dijual, untuk makan sehari-hari,” ujarnya.

Bahkan, beberapa petani garam sudah tidak menggarap lahannya dan beralih ke profesi lainnya seperti berdagang, menarik becak, tukang bangunan, dan lainnya.

“Sudah ada yang meninggalkan, karena mereka menggarap lahan milik orang lain atau pakai sistem bagi hasil. Karena kalau diteruskan tidak menghasilkan apa-apa,” katanya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Saifuddaulah: Pentingnya RPJPD 2025-2045 Wajib Jadi Landasan Pembangunan

Ia dan petani lainnya berharap, pemerintah memiliki kebijakan atau kebijaksanaan bagi petani garam agar kondisi ini cepat pulih kembali. “Kami hanya bisa berharap kepada pemerintah, segera mengambil tindakan atau kebijakan memulihkan kondisi petani garam,” pungkasnya. 

(red/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT ke-81 RI, Asep Surya Atmaja: Perjuangan Sekarang Menjaga Keutuhan Bangsa
HUT RI ke-81, Cibitung Bersatu Jelang Pilkades Serentak
Reklame Tak Berizin di Kota Bekasi Bakal Ditertibkan, Bapenda Kejar Target PAD
Bahrudin Dorong Puskesmas Tetap di Muktiwari, Jiovanno Nahampun Dukung Aspirasi Warga
Semarak HUT RI, Warga Jatimulya Sulap Gang Jadi Bersih, Hijau dan Nyaman
15 Proyek Bekasi Senilai Rp109 Miliar Resmi Diresmikan
Hut ke-76, PMII Bekasi Gugat Pemkab
Ketua DPRD Bekasi Dorong Pembangunan Ekosistem Ekonomi Baru dan Ikon Daerah
Tag :

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:56 WIB

HUT ke-81 RI, Asep Surya Atmaja: Perjuangan Sekarang Menjaga Keutuhan Bangsa

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:27 WIB

HUT RI ke-81, Cibitung Bersatu Jelang Pilkades Serentak

Senin, 17 Agustus 2026 - 06:44 WIB

Reklame Tak Berizin di Kota Bekasi Bakal Ditertibkan, Bapenda Kejar Target PAD

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:49 WIB

Bahrudin Dorong Puskesmas Tetap di Muktiwari, Jiovanno Nahampun Dukung Aspirasi Warga

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:51 WIB

Semarak HUT RI, Warga Jatimulya Sulap Gang Jadi Bersih, Hijau dan Nyaman

Berita Terbaru

Camat Cibitung saat menjadi inspektur upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi.

Bekasi

HUT RI ke-81, Cibitung Bersatu Jelang Pilkades Serentak

Senin, 17 Agu 2026 - 10:27 WIB

Kerjasama Hubungi Kami