Harga Cabai Meroket, Pelaku Usaha Kuliner di Majalengka Kelabakan

- Redaksi

Jumat, 5 Juli 2019 - 03:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Majalengka – Harga komoditas cabai melambung tinggi di Kabupaten Majalengka. Seperti terpantau di Pasar Cigasong, Kecamatan Majalengka, harga cabai domba atau rawit besar mencapai Rp80.000/kg. Sedangkan untuk cabai merah dijual Rp70.000/kg.

Kenaikan harga cabai di disebabkan pasokan dari petani sangat minim dikarenakan musim panen sudah usai. Sehingga harga tak terkendali ditambah banyak petani memutuskan tidak menanam cabai karena saat ini sedang musim kemarau.

Baca Juga :  Harga Kepokmas di Kuningan Merangkak Naik, Cabai Merah Dibanderol Rp 50 Ribu

Selain itu sebagian petani yang akan memanen mengaku tak bisa menjual cabai karena kualitasnya yang buruk akibat diserang hama dan kekurangan air. Akibat kemarau berkepanjangan membuat daun pohon cabai menjadi layu dan mengering.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah susah air, ditambah lagi serangan hama yang membuat cabai muda busuk,” ungkap Ina, salah seorang petani di Desa Sangiang, Kecamatan Talaga.

Baca Juga :  Volume Lalu Lintas Transaksi Keluar Jakarta Melalui Bandara Soekarno-Hatta Meningkat 8,67%

Di sisi lain, para petani merasa ‘dongkol’ karena saat mereka memanen cabai dengan kualitas bagus justru harga di pasaran anjlok hingga Rp7.000/kg.

Kenaikan harga cabai, tentunya cukup berdampak terhadap para pelaku usaha kuliner. Terutama tempat kuliner yang menyajikan menu pedas sebagai andalannya.

Seperti yang dirasakan Ade Nurjanah, yang berjualan sambal cumi dan menu makanan pedas lainnya. Ade mengaku, terpaksa mengurangi produksinya karena modal produksi tidak sebanding dengan harga jual.

Baca Juga :  Harga Gas 12 kilogram Melambung Tinggi di Bekasi

“Kita close order dulu karena harga-harga lagi mahal-mahalnya,” ujar pengusaha yang menjual makanannya scara online tersebut.

Hal sama juga dirasakan dan dikeluhkan oleh para pengusaha warteg atau rumah makan. Mereka terpaksa harus menaikan harga jual untuk menutupi biaya belanja. 

(kii/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tri Adhianto Matangkan Manajemen Talenta ASN
Jabarano Coffee Buka Cabang ke-10 di Jatinangor, Ada Area Outdoor hingga Reading Corner
Asep Surya Atmaja Tunggu Proses Jadi Bupati Definitif, DPRD Bekasi Siapkan Usulan
DPRD Bekasi Siapkan Paripurna Bupati Definitif, Ade Sukron Ungkap Tahapannya
Plt Bupati Bekasi Minta Maaf ke Media, Undang Perwakilan Massa Berdialog
Pemkab Bekasi Normalisasi Kali CBL 16 Km, Target Rampung Akhir Tahun
Bapenda Kejar Tunggakan Pajak Kendaraan, Operasi Digelar hingga Akhir Tahun
Bapenda Tegaskan Air Tanah Rumah Tangga Tak Otomatis Kena Pajak
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Tri Adhianto Matangkan Manajemen Talenta ASN

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Jabarano Coffee Buka Cabang ke-10 di Jatinangor, Ada Area Outdoor hingga Reading Corner

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Asep Surya Atmaja Tunggu Proses Jadi Bupati Definitif, DPRD Bekasi Siapkan Usulan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:44 WIB

DPRD Bekasi Siapkan Paripurna Bupati Definitif, Ade Sukron Ungkap Tahapannya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Plt Bupati Bekasi Minta Maaf ke Media, Undang Perwakilan Massa Berdialog

Berita Terbaru

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengikuti ekspos pembangunan manajemen talenta ASN bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Kantor BKN RI, Rabu (21/10/2026), sebagai upaya memperkuat profesionalisme dan kinerja aparatur di lingkungan Pemkot Bekasi.

Pemerintahan

Tri Adhianto Matangkan Manajemen Talenta ASN

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:30 WIB