RJN, Bekasi – Dinas Pendidikan Kota Bekasi mengakui bahwa, keberadaan tenaga pustakawan di lingkungan sekolah terbilang minim.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Sri Yulinarti, membenarkan bahwa saat ini kebutuhan akan tenaga pustakawan di tingkat sekolah menengah masih terbilang minim.
“Kalau dibilang kurang, ya kurang,” kata Sri, pada Senin (18/2/2019).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sambung dia, untuk memenuhi kekurangan tersebut, saat ini pihak sekolah menugaskan guru yang berstatus Tenaga Kerja Kontrak (TKK) atau Guru Tenaga Kependidikan (GTK) yang bertugas di sekolah tersebut untuk menjadi tenaga pustakawan.
“Untuk mengatasi permasalahan tersebut Kepala Sekolah memberikan Surat Tugas (SK) kepada guru yang berstatus TKK maupun GTK untuk menjadi tenaga pustakawan,” imbuhnya.
Sehingga dengan begitu, kebutuhan tenaga pustakawan bisa terpenuhi dengan memberdayakan tenaga pendidikan yang ada.
Hanya saja, terang Sri, para guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) ditunjuk sebagai Kepala Perpustakaan yang bertugas mengawasi staf yang bertugas di perpustakaan tersebut.
“Nantinya akan ada guru PNS yang bertugas sebagai Kepala Perpustakaan untuk mengawasi mereka dan permasalahan ini bisa diatasi dengan adanya guru TKK atau GTK yang di SK-kan menjadi tenaga pustakawan,” tukasnya.(too/rjn)









