Minim Tenaga Pustakawan, Sri Yulinarti: Kalau Kurang Dibilang Kurang

- Redaksi

Senin, 18 Februari 2019 - 21:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

ilustrasi.

i

ilustrasi.

RJN, Bekasi – Dinas Pendidikan Kota Bekasi mengakui bahwa, keberadaan tenaga pustakawan di lingkungan sekolah terbilang minim.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Sri Yulinarti, membenarkan bahwa saat ini kebutuhan akan tenaga pustakawan di tingkat sekolah menengah masih terbilang minim.

“Kalau dibilang kurang, ya kurang,” kata Sri, pada Senin (18/2/2019).

Sambung dia, untuk memenuhi kekurangan tersebut, saat ini pihak sekolah menugaskan guru yang berstatus Tenaga Kerja Kontrak (TKK) atau Guru Tenaga Kependidikan (GTK) yang bertugas di sekolah tersebut untuk menjadi tenaga pustakawan.

“Untuk mengatasi permasalahan tersebut Kepala Sekolah memberikan Surat Tugas (SK) kepada guru yang berstatus TKK maupun GTK untuk menjadi tenaga pustakawan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Entrasol Bersinergi dengan LOKET untuk Sukseskan Program Vaksinasi Lansia

Sehingga dengan begitu, kebutuhan tenaga pustakawan bisa terpenuhi dengan memberdayakan tenaga pendidikan yang ada.

Hanya saja, terang Sri, para guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) ditunjuk sebagai Kepala Perpustakaan yang bertugas mengawasi staf yang bertugas di perpustakaan tersebut.

Baca Juga :  Perumda Tirta Bhagasasi dan PT KLBS Tandatangani MoU Penyediaan Air Bersih untuk Kawasan Industri MM2100

“Nantinya akan ada guru PNS yang bertugas sebagai Kepala Perpustakaan untuk mengawasi mereka dan permasalahan ini bisa diatasi dengan adanya guru TKK atau GTK yang di SK-kan menjadi tenaga pustakawan,” tukasnya.(too/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Primebiz Hotel Cikarang Tawarkan Satu Tempat untuk Bisnis, Staycation hingga Perayaan
Ground Breaking PSEL Dimulai, Tri Adhianto Ingin Bantargebang Jadi Kawasan Industri Hijau
Ground Breaking PSEL Bantargebang Dimulai, Tri Adhianto Targetkan Operasi 18 Bulan
Bapenda Kantongi Rp2,22 Triliun, Iwan Ridwan Optimistis Target Pajak 2026 Tercapai
Pemkab Bekasi Dorong Museum KH. Noer Ali, Jadi Pusat Edukasi Sejarah
Harris Bobihoe Sidak SDN 05 Rusak Puting Beliung
Pesan Menyentuh Gus Imam Hafash di Maulid Nabi PNI Cibitung: Bayangkan Rasulullah Ada di Depan Kita
1.902 Warga Muktiwari Terima Beras 30 Kg per KK, Kades Bahrudin: Bantu Ringankan Beban Keluarga

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:59 WIB

Primebiz Hotel Cikarang Tawarkan Satu Tempat untuk Bisnis, Staycation hingga Perayaan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:36 WIB

Ground Breaking PSEL Dimulai, Tri Adhianto Ingin Bantargebang Jadi Kawasan Industri Hijau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:16 WIB

Ground Breaking PSEL Bantargebang Dimulai, Tri Adhianto Targetkan Operasi 18 Bulan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 07:45 WIB

Bapenda Kantongi Rp2,22 Triliun, Iwan Ridwan Optimistis Target Pajak 2026 Tercapai

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Pemkab Bekasi Dorong Museum KH. Noer Ali, Jadi Pusat Edukasi Sejarah

Berita Terbaru

Kerjasama Hubungi Kami