Prihatin, Ma’ruf Amin: Enggan Kejadian di Rohingya Terulang Kepada Uighur

- Redaksi

Sabtu, 22 Desember 2018 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Bekasi – Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin angkat bicara soal kondisi etnis Uighur. Ma’ruf mengaku prihatin atas sikap pemerintah China, dan berharap mereka dapat memperlakukan kelompok Uighur dengan baik seperti warga China lainnya.

“Kita harap supaya pemerintah RRC (China, -red) memperlakukan kelompok Uighur yang kebetulan beragama Islam supaya diperlakukan dengan baik sebagai warga negara China,” ujar Ma’ruf, di Yayasan Pondok Pesantren Islam El Nur El Kasysyaf (YAPINK), Tambun, Bekasi, pada Sabtu (22/12/2018).

Baca Juga :  Atas Diskresi Kepolisian, PT Jasamarga Transjawa Tol Kembali Berlakukan Contraflow

Ia berharap jangan sampai ada tindakan berlebihan atau tidak manusiawi, hanya karena kelompok tersebut beragama Islam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pria berusia 75 tahun itu kemudian meminta pemerintah Indonesia untuk mencoba memfasilitasi agar China bisa lebih baik memperlakukan kelompok Uighur.

Karena itu kita minta pemerintah kita mencoba untuk bagaimana memfasilitasi supaya perlakuan negara China terhadap kaum muslim Uighur bisa dilakukan dengan cara-cara yang lebih manusiawi dan lebih baik sesuai aturan-aturan,” kata dia.

Baca Juga :  Menumbuhkan Sikap Empati Dimasa Pandemi Covid-19

Permintaan Ma’ruf bukan tanpa alasan. Pasalnya ia melihat adanya potensi kelompok Uighur akan serupa dengan kaum Rohingya di Myanmar.

Ia pun mengimbau agar Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak tinggal diam menyingkapi masalah tersebut. Karena Ma’ruf enggan kejadian di Rohingya terulang kepada Uighur.

“Kita minta PBB jangan sampai terjadi peristiwa-peristiwa di Rohingya, ada pengusiran dan perlakuan tidak adil. Jangan sampai seperti itu. Kita harap muslim Uighur tidak mengalami seperti muslim di Rohingya,” tandasnya.

Baca Juga :  Kata Kapolres Kuningan Soal Potensi Unjuk Rasa Saat Momen Pelantikan Presiden

Sebelumnya diberitakan, saati ini pemerintah China tengah dihujani kritik dari dunia, termasuk Indonesia atas perlakuan mereka terhadap suku Uighur yang dianggap menindas. Perlakuan yang dimaksud adalah seperti menahan warga suku Uighur di kamp-kamp khusus.

Sebuah komite PBB mendapat laporan soal ditahannya satu juta warga Uighur dan kelompok Muslim lainnya di wilayah Xinjiang Barat pada Agustus 2018 lalu. (zii/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ibis Styles Bekasi Jatibening Punya Nobar Resmi dan Restoran 24 Jam, Internet Kini 300 Mbps
Hari Lingkungan Hidup 2026, Pemkot Bekasi Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
Pemkot Bekasi Tegaskan Aturan PPPK Ikuti Pusat, Soroti Batas Belanja Pegawai 30 Persen
Plh Wali Kota Bekasi Terima Kunjungan DPRD Banjarbaru, Bahas Strategi Tingkatkan PAD
Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Terungkap! Pembunuhan WN Korea di Bekasi Dirancang Berbulan-bulan, Mantan Istri Diduga Jadi Dalang
Harlah Pancasila 2026, Plt Bupati Bekasi Tegaskan Pancasila Benteng Bangsa Hadapi Tantangan Global

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:19 WIB

Hari Lingkungan Hidup 2026, Pemkot Bekasi Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:11 WIB

Pemkot Bekasi Tegaskan Aturan PPPK Ikuti Pusat, Soroti Batas Belanja Pegawai 30 Persen

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:41 WIB

Plh Wali Kota Bekasi Terima Kunjungan DPRD Banjarbaru, Bahas Strategi Tingkatkan PAD

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Berita Terbaru