Di Musim Kering, Petani Karawang Berhasil Kendalikan Puso

- Redaksi

Jumat, 24 Agustus 2018 - 14:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

šŸŽÆ Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Karawang- Kementerian Pertanian dalam hal ini Ketua Penanggungjawab Upaya Khusus Swasembada (Upsus) Provinsi Jawa Barat, Banun mengapresiasi para petani di desa Pasirtanjung, kecamatan Lemahabang yang telah berhasil memanen padi varietas Inpari 32 dengan produktivitas 10 ton/ ha.

” Ini prestasi yang luar biasa dari petani Pasirtanjung dalam upaya meningkatkan kesejahteraannya dan juga untuk mendongkrak peningkatan produktivitas padi di Jawa Barat”, ujar Banun, Jumat (24/8/2018).

Karawang adalah salah satu kabupaten di Jawa Barat yang berhasil melewati musim kemarau hingga kini tanpa adanya kasus puso.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini karena kerjasama & suplai air dari PJT (Perum Jasa Tirta II) cukup sepanjang tahun,” kata Banun saat lakukan panen raya padi dan pencanangan penanaman budidaya kedelai pada Kelompok Tani Sri Rejeki II di Dusun Pundong Desa Pasirtanjung Kecamatan Lemahabang, Karawang.

Namun demikian, meski memiliki aliran irigasi yang cukup Banun tetap mengingatkan petani dan Tim Upsus di Karawang untuk selalu menjaga saluran irigasi agar tidak mengalami penyumbatan.

Dari data laporan pemerintah Provinsi Jawa Barat per 23/8, Karawang diketahui memiliki potensi kekeringan ringan sebanyak 215 ha dan ini terjadi karena adanya penyumbatan atau aliran irigasi yang tidak lancar. Menurut Banun beberapa kasus terjadi karena sumbatan sampah dan enceng gondok. Ia menekankan agar petani dan dinas setempat gotong royong untuk menjaga saluran irigasi tersebut.

Baca Juga :  NasDem Run for Change 2026 Targetkan 10 Ribu Pelari di Karawang

Menanggapi keluhan petani terkait masih enggannya petani menanam padi dengan Indeks Pertanaman (IP) 300 karena takut adanya ledakan hama, Banun memastikan bahwa serangan hama tersebut bukan karena cara tanam dan panen padi tiga kali dalam setahun pada satu lahan yang sama (IP 300).

Tapi karena cara budidayanya yang harus dikombinasikan dengan penerapan teknologi. Seperti pemilihan varietas yang sesuai dengan musimnya, pengendalian hama dengan teknik refugia, dan penerapan teknologi Patbo Super atau kepanjangan dari Padi Aerob Terkendali dengan Penggunaan Bahan Organik.

Olehkarena itu ia juga melarang petani di daerah Lemahabang membakar jerami sisa panen. Karena pembakaran akan menyebabkan unsur hara dalam jerami hilang.

Ia menyarankan agar petani menjadikan sisa jeraminya menjadi pupuk organik dengan menambahkan bakteri pembusuk untuk mempercepat proses pengomposannya.

Baca Juga :  Rolling Hills Karawang Serah Terimakan Ruko SOHO Pacific Plaza Lebih Cepat Dari Komitmen Awal

“Selain bisa dipakai sendiri dalam metode budidaya Patbo, pupuk organik juga bisa dijual dan bisa menambah pendapatan buat petani,” jelasnya.

Teknologi Patbo Super adalah teknologi budidaya padi dengan konsep penghematan air sampai 75%. Patbo Super digunakan untuk meningkatkan produktivitas padi terutama pada lahan tadah hujan dengan melakukan manajemen air dan penggunaan bahan organik untukĀ  menghasilkan produktivitas tinggi serta potensi peningkatan Indeks Pertanaman (IP). Lima komponen Patbo Super yang perlu diketahui yaitu penggunaan VUB kelompok ampibi, manajemen air, penggunaan bahan organik, penggunaan alsintan dan pengendalian gulma.

Banun berpesan dan mendorong baik pada petani di daerah Karawang maupun Jawa Barat pada umumnya untuk dapat menggunakan teknologi yang sudah teruji tersebut untuk menaikkan produktivitas di lahan padi serta agar segera menghubungi dan mendata petani yang ada untuk dilakukan sosialisasi dan bimbingan oleh Kementerian Pertanian.

Karawang sebagai salah satu sentra penyumbang produksi beras Jawa Barat dan nasional, pemerintah menargetkan produksi padi pada tahun 2018 sebesar 1365.680 ton GKP atau setara 792.394 ton beras. Sementara data tertulis dari Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana, yang disampaikan oleh Ir. HanafiĀ Kepala Dinas Pertanian Kab. Karawang yang turut hadir pada acara tersebut menyampaikan bahwa capaian produksi padi hingga Juli 2018 sebesar 703.348 ton GKP (51,50%) dari luas panen 104.202 (66,98%) ha sehingga masih terdapat sisa pertanaman (standing crop) seluas 51,365 ha (33,02%) yang perlu dikejar dan diamankan dari berbagai kemungkinan kendala.

Baca Juga :  Pemkab Karawang Dapat Bantuan 1 Unit Mobil dari PT Astra Daihatsu

Sedangkan untuk luas tambah tanam kedelai di Kabupaten Karawang hingga 22/8 lalu, persentase realisasi sudah 92,9% atau seluas 1.478 ha dari target sebesar 1.590 ha.

Pada pertemuan yang dihadiri oleh petani di Kecamatan Lemahabang, para camat di Kab. Karawang serta perwakilan dari dinas provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Karawang, Banun berpesan agar tidak ada lagi lahan sawah yang tidak ditanani atau terbengkalai. Jika tidak memungkinkan ditanami padi, bisa ditanami jagung atau kedelai.

Ia menekankan bahwa lahan yang potensial jika tidak dimanfaatkan untuk produksi, maka akan sangat merugikan, terutama bagi petani.

“Tujuan dari pembangunan pertanian adalah untuk mensejahterakan petani, jadi bukan semata- mata mengejar target luas tambah tanam,ā€ pesannya.(rls/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

NasDem Run for Change 2026 Targetkan 10 Ribu Pelari di Karawang
Ruang Raya Karawang 2026 Siap Digelar, Dewa 19 hingga Kunto Aji Bakal Meriahkan Karawang
Ada Lomba Mancing, Warga Karawang Sekalian Bersihkan Sungai Cilamaran
Bus rombongan AMPB dilempar batu di tol, aksi 27 Agustus ke DPR RI tetap jalan
Rest Area KM 57A Dijaga Ketat Saat Peresmian Biosolar B50, JTT Pastikan Layanan Tetap Lancar
Prestasi Membanggakan: Kabupaten Bekasi Raih Peringkat II Tata Kelola CSR Terbaik se-Jawa Barat
Tak Hanya Memberi Modal, Ini Bukti Kepedulian PNM dan BRINS
Tingkatkan Kenyamanan Pengguna Jalan, JTT Bersinergi dengan Bupati Karawang Bahas Penyelesaian Akses Jalan Menuju Karawang Timur

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:53 WIB

NasDem Run for Change 2026 Targetkan 10 Ribu Pelari di Karawang

Jumat, 11 September 2026 - 11:43 WIB

Ruang Raya Karawang 2026 Siap Digelar, Dewa 19 hingga Kunto Aji Bakal Meriahkan Karawang

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Ada Lomba Mancing, Warga Karawang Sekalian Bersihkan Sungai Cilamaran

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:26 WIB

Bus rombongan AMPB dilempar batu di tol, aksi 27 Agustus ke DPR RI tetap jalan

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:50 WIB

Rest Area KM 57A Dijaga Ketat Saat Peresmian Biosolar B50, JTT Pastikan Layanan Tetap Lancar

Berita Terbaru

ilustrasi

Pilkades

Pilkades Bekasi Memanas! 26 Aduan Masuk, Sukaresmi Disorot

Kamis, 15 Okt 2026 - 11:09 WIB

Pemain PERSIB Bandung merayakan kemenangan 1-0 atas Cong Viettel FC pada pertandingan Grup E AFC Champions League Two 2026/2027 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (14/10/2026). Foto istimewa Persib Bandung.

Olahraga

Drama Dua Kartu Merah, PERSIB Tetap Tekuk Cong Viettel 1-0

Rabu, 14 Okt 2026 - 22:16 WIB