166 Ribu Warga Kabupaten Cirebon Dapat Bantuan iuran BPJS Kesehatan

- Redaksi

Sabtu, 24 Agustus 2019 - 21:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto ilutrasi.

i

foto ilutrasi.

RJN, Cirebon– Sebanyak 166 ribu penerima bantuan iuran (PBI) untuk BPJS Kesehatan di Kabupaten Cirebon, mulai 1 Agustus 2019 telah dinonaktifkan dan saat ini pemerintah setempat sedang melakukan verifikasi.

“Yang dinonaktifkan per 1 Agustus 2019, sebanyak 166.000 peserta PBI yang dari APBN,” kata Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cirebon Iis Krisnandar di Cirebon, Kamis (22/8/2019) lalu.

Baca Juga :  Keterangannya Berbelit, Oknum Guru Ngaji Bikin Kesal Keluarga Korban Pencabulan

Dengan adanya penonaktifan peserta PBI BPJS Kesehatan, kata Krisnandar, Pemkab Cirebon akan berupaya menyelamatkan peserta yang benar-benar membutuhkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk itu dalam waktu secepat mungkin pihaknya akan melakukan validasi data yang nantinya akan dibagi menjadi tiga kategori, yaitu kategori miskin dan masuk BDT BDTKS dari APBN.

Kemudian kategori kedua yang tidak masuk kategori miskin akan ditanggung oleh APBD Kabupaten dan Provinsi. “Dan kategori tiga, yaitu bagi orang mampu akan kami sarankan untuk menjadi peserta mandiri,” ujarnya.

Baca Juga :  Pasca Lebaran, Plt Bupati Bekasi Menghimbau Para ASN, Staff Pemkab Bekasi Fokus Kembali untuk Bekerja

Menurutnya teknis yang digunakan untuk membagi 166.000 peserta PBI dinonaktifkan itu dengan mengacu data tunggal dari Dinsos. “Teknisnya nanti akan menggunakan data tunggal dari Dinsos yang melibatkan Disdukcapil, Dinas Kesehatan serta BPJS dan BPS,” tuturnya.

Baca Juga :  Asrorun Niam Raih Penghargaan Santri of The Year 2019

Setelah hasil verifikasi data lengkap, kata Krisnandar, baru akan diteliti sesuai nama dan nantinya dari tiga kategori itu jika kategori satu akan diajukan ke kementerian, kategori dua ke dinkes dan Bapelitbangda untuk dicover oleh APBD.

“Verifikasi ini paling lambat sampai akhir tahun dan harus sudah selesai,” katanya.

(red)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tropicana Slim Ajak Masyarakat Kejar Remisi Diabetes Lewat Beat Diabetes 2026
PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
IEE Series 2026 Hadir di Surabaya, Perkuat Ekosistem Energi dan Manufaktur
Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi
Pemkab Bekasi Terapkan WFH 50% untuk ASN
Wawalkot Bekasi Resmikan SPKLU Ultra Fast Charging di Summarecon Mall
MBZ Naik 76%
Mudik Gratis Bekasi Diserbu Warga! 1.458 Orang Berangkat Pakai 27 Bus ke Solo hingga Surabaya

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 10:40 WIB

PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata

Selasa, 7 April 2026 - 08:33 WIB

IEE Series 2026 Hadir di Surabaya, Perkuat Ekosistem Energi dan Manufaktur

Senin, 6 April 2026 - 17:05 WIB

Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi

Senin, 6 April 2026 - 10:10 WIB

Pemkab Bekasi Terapkan WFH 50% untuk ASN

Kamis, 2 April 2026 - 11:16 WIB

Wawalkot Bekasi Resmikan SPKLU Ultra Fast Charging di Summarecon Mall

Berita Terbaru

Rapat koordinasi rencana pembangunan PSEL di TPA Burangkeng yang diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara secara daring di Command Center Diskominfosantik, Selasa (14/4/2026).

Pemerintahan

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:21 WIB

Anda Kurang Beruntung !