Wow, Pengolahan Sampah Milik Desa Lemahabang Kulon Ini Jadi Inspirasi Desa Lainnya

- Redaksi

Kamis, 3 Mei 2018 - 23:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Problem utama lingkungan di Kabupaten Cirebon tidak lain adalah sampah. Selain tidak adanya TPA baru, pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon pun mengalami penolakan TPA yang sudah berjalan dan terjadi penutupan TPA lama. Namun, ketika Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon menghadapi penanggulangan sampah, ada desa yang berinisiatif untuk mengolah sampah rumah tangga sekaligus sampah dari pasar.

Tempat pengolahan akhir sampah menjadi terobosan untuk Desa Lemahabang Kulon Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon dan menjadi contoh bagi desa-desa lainnya di Kecamatan Lemahabang. TPA yang sudah berjalan 6 bulan tersebut kini mampu secara bertahap mengelola sampah di Desanya.

Baca Juga :  80 Ton Sampah di Angkut DLH Kabupaten Bekasi

Ketua kelompok pengurus sampah Aas Boim menjelaskan, diperlukan komitmen yang kuat baik dari kelompok pengurus sampah, maupun dari masyarakat dalam usaha menanggulangi permasalahan sampah yang sempat terjadi di desanya.

“Berserakannya sampah hingga bahu jalan di akses Lemahabang Astana Japura merupakan fenomena yang terjadi di sini. Sehingga, program yang dijalani oleh Pemerintah Desa menjadi salah satu solusi dalam mengelola sampah rumah tangga, sekaligus sampah dari sasar desa,” jelasnya saat ditemui awak media, Kamis (3/5).

Baca Juga :  Pemkot Bekasi Upayakan Pengangkutan Sampah di TPS Liar Bintara

Dijelaskan Aas Boim, dalam sehari tidak kurang dari 10 gerobak kelompok membakar sampah. Sehingga secara bertahap, sampah dapat ditanggulangi, dan lingkungan masyarakat lebih bersih dari sampah yang berserakan.

“Kemampuan dari kelompok memang belum maksimal, karena dari setiap dusun kami baru mampu menangani 200 rumah. Alhamdulilah ini sudah berjalan selama 6 bulan ini. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan sudah mulai tumbuh,” terangnya.

Baca Juga :  Lonjakan Sampah Lebaran

Sedangkan menurut Kuwu Lemahabang Kulon Rudiana mengatakan, program penanggulangan sampah tetap menjadi prioritas agar kebersihan di desanya semakin baik.

Ditambahkan Rudiana perlu adanya kesadaran bagi masyarakat bahwa sampah merupakan masalah bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun masyarakat juga memiliki tanggung jawab.

“Kami telah menyediakan TPA khususnya bagi masyarakat yang berada desa kami, karena kemampuan pengolahannya masih terbatas,” pungkasnya.(Ymd/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data
JTT Tanam 300 Pohon di Tol Trans Jawa, Dorong Infrastruktur Hijau dan Berkelanjutan
Jakarta Fair Kemayoran 2026 Resmi Dibuka, Hari Pertama Langsung Diserbu Pengunjung
Siqom Tancap Gas Bentuk DPRt NasDem di 187 Desa dan Kelurahan Kabupaten Bekasi
Tabrakan Kereta Bekasi Timur, Wali Kota Tinjau Lokasi Evakuasi Korban
445 Jamaah Haji Bekasi Dilepas, Fokus Kesehatan Hadapi Cuaca Arab Saudi
SATU PINTU Resmi Aktif, Warga Bekasi Kini Urus Perizinan Online 24 Jam
Ribuan Jamaah Muhammadiyah Salat Id di Bekasi, Kawasan Grand Wisata Padat
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:55 WIB

KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:06 WIB

JTT Tanam 300 Pohon di Tol Trans Jawa, Dorong Infrastruktur Hijau dan Berkelanjutan

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:30 WIB

Jakarta Fair Kemayoran 2026 Resmi Dibuka, Hari Pertama Langsung Diserbu Pengunjung

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:27 WIB

Siqom Tancap Gas Bentuk DPRt NasDem di 187 Desa dan Kelurahan Kabupaten Bekasi

Senin, 27 April 2026 - 22:00 WIB

Tabrakan Kereta Bekasi Timur, Wali Kota Tinjau Lokasi Evakuasi Korban

Berita Terbaru