oleh

Wardatul Percayakan Tim, Soal Survei Tak Ambil Pusing

RJN, Bekasi – Calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Wardatul Asriah mengaku tak memedulikan hasil survei tentang elektabilitas dirinya.

Nama Wardah, panggilan akrabnya, tak banyak masuk dalam survei sejumlah lembaga. Pada survei terakhir, Y Publica menakar elektabilitas Wardah berada pada persentase 2,8 persen.

“Karena survei ini tidak seluruh sampel, mungkin hanya sebagian kecil. Saya optimis walau tidak dalam survei. Di grassroot nama saya terkenal dan cukup populer,” ucap istri mantan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali ini.

Menurutnya, ia tak begitu dilirik lembaga survei karena alat peraga kampanye (APK) tidak terlalu banyak bertebaran dalam segi jumlah. Berbeda pada Pileg 2014, ketika Wardah gencar menyebar APK.

“APK saya agak kurang, bukan tidak ada, tapi tidak berlebihan. Mungkin saja caleg-caleg DPRD PPP kuhususnya, di bawah-bawah saya hanya satu-dua yang bisa signifikan dongkrak,” katanya.

“Saya jalan saja. Kalau saya terpengaruh survei, saya sudah frustrasi. Mungkin ada suara di luar survei itu untuk saya,” ucap caleg petahana ini.

Kolaborasi dengan caleg DPRD

Wardatul Asriah. (Aziz utk Pojokbekasi.com)

Wardatul Asriah.

Plt Ketum PPP Suharso Monoarfa sempat berpesan kepada caleg DPRD tingkat kabupaten-kota dan provinsi untuk turut mempromosikan caleg DPR RI karena suara untuk itu berbanding lurus kesempatan lolos parliamentary threshold.

Wardah mengaku bekerja sama dengan semua caleg DPRD yang ada di daerah pemilihannya, yakni Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang dan Kabupaten Purwakarta.

“Dengan ini saya berharap punya sinergi yang bagus dengan caleg DPR RI dan DPRD dalam rangka perolehan suara sebanyak-banyaknya, baik untuk DPRD dan DPR RI,” ucap wanita kelahiran Bekasi itu.

Jelang Pemilu, ia mengaku semakin gencar bersosialisasi di 3 kabupaten wilayah pemilihan agar dapat meraih suara sebanyak-banyaknya.

“Evaluasi kita dalam bentuk penguatan suara di dapil masing-masing, di tiap-tiap timses karena target kita pasti ada yang bolong-bolong, tidak 100 persen. Paling tidak kita bisa antisipasi suara riil yang memilih kita,” katanya.

Kasus Romy tak berpengaruh

Wardah mengapresasi DPP PPP yang bertindak cepat usai Romahurmuziy ditangkap KPK dengan menunjuk plt.

“Saya tidak merasa ada pengaruh, khusus di Dapil 7. Saya apresasi DPP cepat ambil alih untuk recovery, sehingga tidak meresahkan konstituen dan para pengurus di bawah,” demikian Mbak Indah, sapaan lain untuk Wardah.

Karier Wardah di kancah politik dimulai pada 2004 ketika ia terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Bekasi dengan 50.000 suara lebih. Kemudian pada Pileg 2009 ia melaju ke DPR RI, dan terpilih lagi untuk periode 20014-2019.

Jauh sebelum itu, lulusan UIN Syarif Hidayatullah itu aktif pada organisasi mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), kemudian menjadi pengurus di Wanita Persatuan Pembangunan (WPP).

(ziz/rjn)

Komentar

News Feed