Walikota Cirebon Bantah Mutasi Pejabat Ada Unsur Politik

- Redaksi

Rabu, 8 November 2017 - 19:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Walikota Cirebon Nasrudin Azis mengaku bahwa mutasi dan pelantikan 7 pejabat eselon baru yang dilaksanakan pada hari Senin (6/11) lalu bukanlah semata-mata karena urusan politik atau semacamnya. Hal tersebut karena roda pemerintahan kota Cirebon harus tetap berjalan setelah dia cuti, dan juga ada beberapa pejabat yah akan pensiun.

Dia melanjutkan, bahwa kota-kota yang di Indonesia yang mengalami Pilkada serentak ini pasti mengalami persoalan yang sama termasuk Kota Cirebon. Dan dalam prosesnya, pasti ada beberapa pejabat yang pensiun.

Baca Juga :  Amankan Pilkada, Polres Cirebon Kota Terjunkan 1050 Personil Gabungan

“Tentunya bukan hanya di Cirebon saja yang mengalami rotasi dan mutasi ini. Kota-kota lain yang menjalani pemilu serentak pun akan mengalami hal yang sama,” ujarnya usai menghadiri acara Rapat Kerja Cabang Pemuda Pancasila di Hotel Prima, Jl. Siliwangi Kota Cirebon hari Rabu (8/11).

Karena prosesnya sangat lama, Azis melanjutkan bahwa tidak efektif kalau tidak ada Plt. Jadi, harus ada pejabat definitif.

Baca Juga :  Jasa Marga Antarkan 400 Pemudik Ke Kampung Halaman, Dalam Kegiatan Mudik Aman, Mudik Sehat Bersama BUMN 2022

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Bulan Februari nanti, Azis akan mengambil cuti untuk mengikuti Pilwalkot 2018. Sehingga, dia harus sesegera mungkin melantik pejabat-pejabat yang dimutasikan. Sebab, jika tidak dilakukan sesegera mungkin, roda pemerintahan akan sulit berjalan.

Oleh karena itu, pemerintah kota melalui BKPPD akan mengusulkan kepada Kementrian Dalam Negeri untuk menentukan siapa nanti yang akan bisa menjadi penggantinya, dirotasikan atau dimutasi, kemidian ditempatkan.

“Tugas Plt ini hanya sebentar, 5 bukan sudah bagus. Tapi, kalau kelamaan juga tidak efektif. Coba bayangkan jika ada Plt yang kerjanya dobel tapi hajinya tetap, kan kasihan. Apalagi, saya akan cuti bulan Februari nanti untuk mengikuti Pilwalkot,” jelasnya.

Baca Juga :  DPRD Kabupaten Bekasi gelar Rapat Paripurna Sumpah Janji Dewan PAW

Azis kembali menegaskan bahwa hal ini bukanlah semata-mata dia menyusun kekuatan. Dia hanya memikirkan bagaimana pada saat dirinya mengambil cuti, roda pemerintahan berjalan dan pelayanan kepada masyarakat tidak berhenti.

“Ini murni karena untuk jalannya pemerintahan Kota Cirebon,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Bekasi Buka Beasiswa S1 untuk 100 Putra-Putri Berprestasi, Pendaftaran Dimulai 27 Juli
Open Dumping TPST Bantargebang Ditargetkan Berakhir pada 2029
Sensus Ekonomi 2026, Plt Bupati Bekasi Dorong Sinkronisasi BLK dengan Kebutuhan Industri
BPS, Kemenaker, dan Kemenperin Perkuat Kolaborasi Menuju Sensus Ekonomi 2026
Camat Cibitung Encun Sunarto: Masukan Kepala Desa dan BPD Jadi Bahan Penyempurnaan Raperda Desa
Pramono Tegaskan Komitmen Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak
Wawali Harris Bobihoe Ajak Siswa Baru SMAN 10 Bekasi Bangun Karakter dan Raih Prestasi
Pemkab Bekasi Dorong Penguatan Koperasi pada Peringatan Harkopnas ke-79

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemkab Bekasi Buka Beasiswa S1 untuk 100 Putra-Putri Berprestasi, Pendaftaran Dimulai 27 Juli

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:20 WIB

Open Dumping TPST Bantargebang Ditargetkan Berakhir pada 2029

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:44 WIB

Sensus Ekonomi 2026, Plt Bupati Bekasi Dorong Sinkronisasi BLK dengan Kebutuhan Industri

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:01 WIB

BPS, Kemenaker, dan Kemenperin Perkuat Kolaborasi Menuju Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:15 WIB

Camat Cibitung Encun Sunarto: Masukan Kepala Desa dan BPD Jadi Bahan Penyempurnaan Raperda Desa

Berita Terbaru

Kerjasama Hubungi Kami