Tri: Kota Bekasi Sedang Bangun Proses Pembangunan Besar-besaran

- Redaksi

Selasa, 28 Juli 2020 - 23:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Bogor- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Mentri Agraria dan Tata Ruang Dr. Sofyan A Djalil, SH, MA, MALD menggelar rapat Koordinasi rencana tata ruang se-Jawa Barat yang dilaksanakan di Hotel Pulman Vimala Hills Megamendung Bogor, Senin (27/07/20).

Dihadiri pula oleh Bupati, Wali Kota dan wakil Wakil Wali Kota se-Jawa Barat, adapun terkait rapat koordinasi tersebut ridwan kamil selaku gubernur Jawa Barat dan Dr. Sofyan menampung aspirasi para Kepala Daerah, yang nanti akan ditindaklanjuti kepada menteri kabinet.

Baca Juga :  Dukungan Makin Menguat, Eddy Masyhudi Bakal Berdayakan Potensi Umat

“Permasalahan Jawa Barat itu sudah termasuk permasalahan Kancah Nasional, menyelesaikan masalah Jawa Barat itu sama saja menyelesaikan satu per tiga nya Pulau Jawa,” Ujar Ridwan Kamil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam hal ini Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan permasalahan yang ada di Kota Bekasi terkait tata ruang, daerah yang masih berpotensi banjir, sampah dan limbah industri pabrik yang masih mengotori Kali Bekasi, Wakil Wali Kota minta perhatian khusus dari Gubernur Jabar dan Menteri Agraria untuk permasalahan di Kota Bekasi terkait masalah tersebut.

Baca Juga :  TP-PKK Desa Muktiwari Terbaik Pertama Lomba Gelari Pelangi Tingkat Jabar

Tri juga menyampaikan terkait tata ruang di Kota Bekasi. Kota Bekasi sedang terjadi proses pembangunan besar-besaran, seperti pembangunan kereta cepat, tol layang dan lain-lain. Semakin maju pembangunan, konsekuensinya semakin berkurangnya lahan serapan air di kota Bekasi.

Baca Juga :  Resmikan Yayasan Al-Hidayah, Plt Bepresan Generasi Dini Kelak Menjdi Hafidz Quran

“Pada tahun ini saja Kota Bekasi sudah mengalami lima kali banjir di Kota Bekasi pada 1 Januari itu merupakan banjir terparah, tetapi itu memang merupakan kompleksitas, karena pada saat kejadian air laut pun dalam keadaan pasang, alhasil air di kali tidak bergerak kemana-mana,” ujar Tri.

(ziz/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi, Polisi Temukan Luka Benda Tajam dan Tumpul
Geger di Bekasi! Pipa Gas Diduga Kena Beko, Air Menyembur Setinggi 4 Meter
Tak Lagi Coblos Kertas? Bekasi Siapkan Pilkades Digital di 154 Desa
Tak Salat di Masjid Besar, Plt Bupati Bekasi Pilih Musala Kampung di Perbatasan Setu
Sapi Kurban Presiden 1,2 Ton Tiba di Jatiasih, Warga Sambut Haru
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Keren! Warga Tambun Sulap Minyak Jelantah Jadi Dana Posyandu dan Kegiatan Sosial
JTT Siagakan Layanan Operasional Trans Jawa Antisipasi Lonjakan Arus Libur Iduladha 2026

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:16 WIB

Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi, Polisi Temukan Luka Benda Tajam dan Tumpul

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:56 WIB

Geger di Bekasi! Pipa Gas Diduga Kena Beko, Air Menyembur Setinggi 4 Meter

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:36 WIB

Tak Lagi Coblos Kertas? Bekasi Siapkan Pilkades Digital di 154 Desa

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:25 WIB

Tak Salat di Masjid Besar, Plt Bupati Bekasi Pilih Musala Kampung di Perbatasan Setu

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:59 WIB

Sapi Kurban Presiden 1,2 Ton Tiba di Jatiasih, Warga Sambut Haru

Berita Terbaru