oleh

STIT Nusantara Kukuhkan Maba, Eddi: Mereka Adalah Calon Generasi Emas Indonesia

RJN, Bekasi – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Nusantara menggelar rapat senat terbuka luar biasa, pengukuhan Mahasiswa Baru (maba) tahun akademik 2018/2019 bertempat di lantai 2 Aula Kampus STIT Nusantara dibilangan Jalan Kebon Kelapa Blok Barokah, Pekopen Tambun Selatan. Minggu (25/11/2018).

Ketua STIT Nusantara Dr. H. Eddi Supriadi SE.M.Si dalam sambutannya menyampaikan kepada seluruh maba yang hadir pada gelombang kedua sebanyak 105 Maba yang hadir dalam pelantikan menekankan dengan adanya dua jurusan PAUD dan MPI di kampus STIT Nusantara setelah lulus nantinya mahasiswa tidak usah khawatir, karena banyak karir dan prospek jenjang mereka dengan peluang menjadi guru, kepala sekolah, dosen, dan sebagainya.

Sidang terbuka: dalam rangka pengukuhan Maba di tahun akademik 2018/2019.

Masih menurut Eddi, mahasiswa kita kukuhkan sebagimana mereka sudah siap dalam melaksanakan tugas di kampus STIT Nusantara, itu yang terpenting. Kenapa kita kukuhkan.? Untuk membawa semangat harus selesai kuliah dan sekaligus menjaga nama baik apapun yang ada dikampus dan mereka wajib menjaga bahkan menjadi salah satu merekrut lewat maba dengan adanya pengukuhan ini membawa nama kampus STIT Nusantara.”ujarnya.

Lebih lanjut Eddi meminta untuk para Maba, yang pertama mereka benar-benar kuliah serta ikut aturan dan menambah ilmu pengetahuan hingga lulus baik dan yang kedua maba bisa mencapai jenjang karir yang baik,” jadi ada manfaatnya maba kuliah di kampus ini,” harapnya pria asli Jakarta.

“Untuk itu, pengenalan kehidupan kampus penting dilakukan bagi mahasiswa baru guna memperkenalkan bagaimana sistem pendidikan tinggi, cara belajar mandiri dan suasana di kampus baru agar mereka segera menyesuaikan diri karena setiap perguruan tinggi memiliki ciri khas masing-masing yang harus diketahui oleh setiap mahasiswa begitu pula halnya di STIT Nusantara,” jelasnya.

Eddi juga mengingatkan maba terkait posisi mereka sebagai calon-calon generasi emas Indonesia yang dituntut untuk menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten, mampu berfikir inovatif, optimum menguasai bidang ilmu, dan menerapkannya dalam dunia pekerjaan. (ziz/rjn)


Komentar

News Feed