Ramadan dan Jejak Amal yang Tak Pernah Hilang

- Redaksi

Sabtu, 7 Maret 2026 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

H. Nuryasin, Lc. Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi

i

H. Nuryasin, Lc. Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi

Ramadan – Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah SWT yang masih memberikan kesempatan kepada kita untuk kembali merasakan keberkahan bulan suci Ramadan. Salawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya yang istiqamah mengikuti sunah beliau hingga akhir zaman.

Ramadan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, Ramadan adalah momentum untuk mengingatkan manusia tentang hakikat kehidupan. Bahwa dunia ini hanyalah tempat singgah sementara, sementara kehidupan yang sesungguhnya adalah kehidupan di akhirat.

Salah satu ayat Al-Qur’an yang sangat menggugah kesadaran manusia terdapat dalam surah Yasin ayat 12. Dalam ayat tersebut Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Kami-lah yang menghidupkan orang-orang mati dan Kami mencatat apa yang telah mereka kerjakan serta bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata.”

Ayat ini mengandung pesan yang sangat mendalam: kehidupan manusia memang akan berakhir, tetapi jejak amalnya tidak akan pernah berhenti.

Kematian Bukan Akhir

Dalam ayat tersebut Allah menegaskan bahwa Dialah yang akan menghidupkan kembali manusia setelah kematian. Hal ini menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia bukanlah tujuan akhir.

Baca Juga :  Kolaborasi XL Axiata dan Kemen PPPA, Program Unik Yang Membuka Peluang Baru Bagi Perempuan di Lapas

Ramadan mengajarkan kita untuk lebih menyadari bahwa waktu hidup manusia sangat terbatas. Hari ini kita masih diberi kesehatan dan kesempatan beribadah, tetapi tidak ada yang mengetahui apa yang akan terjadi esok hari.

Kesadaran tentang kefanaan dunia ini seharusnya membuat kita lebih berhati-hati dalam bertindak dan lebih bersungguh-sungguh dalam memperbaiki amal.

Setiap Amal Tercatat

Allah juga menegaskan bahwa semua amal manusia akan dicatat. Tidak ada satu pun perbuatan yang luput dari pengawasan-Nya.

Ibadah yang kita lakukan di malam hari, tilawah Al-Qur’an yang kita lantunkan, sedekah yang kita berikan, hingga doa yang kita panjatkan dengan penuh harap—semuanya tercatat dengan sempurna di sisi Allah SWT.

Ini menjadi pengingat bahwa setiap kebaikan, sekecil apa pun, memiliki nilai yang besar di hadapan Allah.

Amal yang Terus Mengalir

Bagian yang sangat menyentuh dari ayat tersebut adalah ketika Allah menyebutkan tentang jejak yang ditinggalkan manusia.

Jejak ini bisa berupa amal yang manfaatnya terus dirasakan oleh orang lain, bahkan setelah seseorang meninggal dunia. Dalam Islam, hal ini dikenal dengan istilah amal jariyah.

Baca Juga :  Sudah Dibilang Jangan Pungut Uang Seragam! Bang Madong Siap Sikat Kalau Bandel!

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa siapa saja yang memulai kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala dari kebaikan tersebut dan pahala dari orang-orang yang mengikutinya.

Artinya, ketika seseorang mengajarkan kebaikan kepada orang lain, maka pahala dari kebaikan tersebut akan terus mengalir kepadanya. Mengajarkan salat kepada anak, membimbing orang lain membaca Al-Qur’an, atau menyebarkan ilmu yang bermanfaat adalah contoh jejak amal yang tidak akan pernah terputus.

Ramadan: Waktu Terbaik Menanam Kebaikan

Ramadan adalah momentum terbaik untuk menanam jejak amal tersebut. Bulan ini bukan hanya tentang meningkatkan ibadah pribadi, tetapi juga tentang bagaimana kita memberikan manfaat kepada orang lain.

Tidak semua orang memiliki kekayaan besar atau kesempatan menjadi tokoh penting. Namun, setiap orang memiliki kesempatan untuk menanam kebaikan.

Membiasakan keluarga untuk salat berjamaah, mengajarkan anak membaca Al-Qur’an, membantu sesama, atau berbagi ilmu yang bermanfaat adalah bentuk jejak kebaikan yang sangat berharga.

Yang terpenting bukanlah besar atau kecilnya amal, tetapi keikhlasan dan konsistensi dalam melakukannya.

Baca Juga :  Musrenbang Bojongmangu Ajukan 284 Usulan Pembangunan

Waspada Terhadap Jejak Keburukan

Sebaliknya, manusia juga harus berhati-hati terhadap jejak keburukan yang mungkin ia tinggalkan. Jika kebaikan bisa terus mengalir pahalanya, maka keburukan juga bisa terus mengalir dosanya.

Menyebarkan kebohongan, mengajarkan maksiat, atau memberi contoh buruk kepada orang lain bisa menjadi dosa yang terus bertambah meskipun seseorang telah meninggal dunia.

Karena itu, setiap tindakan yang kita lakukan seharusnya dipikirkan dengan bijak: apakah ia akan menjadi jejak kebaikan atau justru menjadi beban dosa yang panjang.

Penutup

Ramadan akan berlalu sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada jaminan bahwa kita akan kembali bertemu dengan Ramadan berikutnya.

Namun satu hal yang pasti, setiap amal yang kita lakukan akan meninggalkan jejak.

Karena itu, mari menjadikan Ramadan ini sebagai titik awal untuk memperbaiki diri dan menanam kebaikan yang bermanfaat bagi orang lain.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang ketika wafat, amalnya tetap hidup, pahalanya terus mengalir, dan kuburnya diterangi oleh cahaya kebaikan yang pernah kita tanam.

Amin ya Rabbal ‘alamin.

Penulis: H. Nuryasin, Lc.
Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RW 017 dan Pemdes Jejalenjaya Salurkan Bantuan Sembako serta Uang Tunai untuk Warga Kurang Mampu
Camat Cibitung Encun Sunarto: Masukan Kepala Desa dan BPD Jadi Bahan Penyempurnaan Raperda Desa
Wakil Ketua DPRD : Revisi Perda Desa Tampung Masukan Soal TKD hingga Perangkat Desa
Komisi III Soroti Mangkraknya IPAL, Minta Plt Bupati Segera Bertindak
DLH Kabupaten Bekasi Bantah Temuan Pemborosan BPK, Sopyan: Sewa Alat Berat Justru Hemat Rp1,8 Miliar
Wawali Harris Bobihoe Ajak Siswa Baru SMAN 10 Bekasi Bangun Karakter dan Raih Prestasi
Bekasi Cetak Sejarah, Satu-Satunya Kota di Jabar dengan Rata-Rata Lama Sekolah di Atas 12 Tahun
Resmi! Tirta Patriot Ambil Alih Dua Cabang Tirta Bhagasasi, Layanan Air Bersih Kota Bekasi Masuk Babak Baru

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:26 WIB

RW 017 dan Pemdes Jejalenjaya Salurkan Bantuan Sembako serta Uang Tunai untuk Warga Kurang Mampu

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:15 WIB

Camat Cibitung Encun Sunarto: Masukan Kepala Desa dan BPD Jadi Bahan Penyempurnaan Raperda Desa

Senin, 20 Juli 2026 - 22:12 WIB

Wakil Ketua DPRD : Revisi Perda Desa Tampung Masukan Soal TKD hingga Perangkat Desa

Senin, 20 Juli 2026 - 19:21 WIB

Komisi III Soroti Mangkraknya IPAL, Minta Plt Bupati Segera Bertindak

Senin, 20 Juli 2026 - 16:53 WIB

Wawali Harris Bobihoe Ajak Siswa Baru SMAN 10 Bekasi Bangun Karakter dan Raih Prestasi

Berita Terbaru