Puan Maharani dan Presiden Prabowo Soroti Maraknya Bullying di Sekolah, Kasus Terbaru Tewaskan Siswa SMP

- Redaksi

Rabu, 19 November 2025 - 20:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPR RI berbicara dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, membahas isu perundungan di sekolah yang kembali menjadi perhatian nasional. Ia menegaskan pentingnya perlindungan siswa dan penanganan tegas terhadap kasus bullying.

i

Ketua DPR RI berbicara dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, membahas isu perundungan di sekolah yang kembali menjadi perhatian nasional. Ia menegaskan pentingnya perlindungan siswa dan penanganan tegas terhadap kasus bullying.

Jakarta – Kekerasan di lingkungan sekolah kembali menjadi sorotan nasional setelah kasus perundungan yang diduga terjadi di sebuah SMP berujung pada meninggalnya seorang siswa. Tragedi ini memicu keprihatinan mendalam dari Ketua DPR RI Puan Maharani, yang menegaskan bahwa dunia pendidikan seharusnya menjadi ruang aman, bukan tempat yang menakutkan bagi anak-anak.

“Bullying tidak boleh dibiarkan dan tidak boleh lagi terjadi. Dunia pendidikan harus menjadi tempat yang membuat anak-anak merasa terlindungi,” tegas Puan dalam keterangannya.

Puan meminta semua pihak—sekolah, pemerintah, hingga orang tua—untuk memperkuat pengawasan dan menciptakan lingkungan yang benar-benar aman bagi peserta didik. Ia menilai tindakan kekerasan, sekecil apa pun, dapat berdampak panjang pada psikologis dan masa depan anak.

Baca Juga :  Dalam Dua Hari, 172.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta Melalui GT Cikarang Utama

Presiden Prabowo: Tidak Boleh Dianggap Remeh

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga angkat suara terkait maraknya kasus perundungan. Ia menekankan bahwa setiap laporan bullying harus ditangani serius dan tidak boleh dianggap remeh.

“Kasus bullying di sekolah harus kita atasi. Ini tidak boleh berulang,” ujar Presiden menanggapi kasus siswa SMP yang meninggal dunia akibat dugaan kekerasan fisik di lingkungan sekolah.

Korban disebut mengalami gangguan pada bagian syaraf kepala hingga harus mendapat perawatan intensif di ruang ICU. Namun nyawanya tidak tertolong. Pihak keluarga mengungkapkan bahwa sebelum kritis, korban mengalami perundungan fisik oleh sejumlah siswa.

Baca Juga :  Ratusan Mahasiswa UPB dan UNISMA Bertolak Ke DKI Jakarta

Polisi Periksa Enam Saksi, Penyelidikan Berlanjut

Untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban, pihak kepolisian telah memeriksa sedikitnya enam saksi, termasuk teman dan pihak sekolah. Proses penyelidikan kini masih berjalan untuk memastikan apakah korban benar-benar mengalami tindakan perundungan yang menyebabkan cedera fatal.

Kasus ini menambah daftar panjang perundungan yang terjadi di dunia pendidikan dan kembali memantik perhatian publik tentang lemahnya sistem perlindungan siswa.

Pengawasan Sekolah Dinilai Masih Lemah

Peristiwa tragis ini menjadi alarm keras bahwa pengawasan di sekolah perlu diperketat. Pengamat pendidikan menilai bahwa mekanisme pencegahan bullying belum berjalan maksimal, baik dari sisi sistem, pengawasan guru, maupun intervensi dini pada perilaku siswa yang berpotensi melakukan kekerasan.

Baca Juga :  Jasa Marga Sabet Tiga Penghargaan di Ajang Indonesia BUMN Awards 2021

Masyarakat pun mendesak adanya langkah nyata, mulai dari SOP anti-bullying yang tegas, pembinaan karakter siswa, hingga kesiapan sekolah untuk segera merespons jika ada tanda-tanda kekerasan.

Tragedi ini kembali mengingatkan bahwa bullying bukan sekadar “kenakalan remaja,” melainkan tindakan berbahaya yang dapat merenggut nyawa. Dunia pendidikan dituntut untuk berubah total—agar sekolah benar-benar menjadi tempat aman untuk tumbuh, belajar, dan bermimpi. (*)

Sumber Berita: tintahijau.com

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Robot AI hingga Kendaraan Medis Jadi Sorotan EDRR 2026 di Jakarta
Komeng Bilang Program Prabowo Bagus, Lalu Nyeletuk Begini
Prabowo Ungkap 750 BUMN Bakal Ditutup, Target Hemat Rp70 Triliun
Prabowo Soroti Dunia Penuh Konflik, Indonesia Diminta Bersyukur
XLSMART Tebar Promo Kemerdekaan, dari Kuota 5G hingga Internet Rumah
Polda Metro Bongkar Pabrik Tembakau Sintetis di Permukiman Padat, 4 Pelaku Ditangkap
Pecah Rekor! XL Borong 4 Penghargaan Ookla, Resmi Jadi Jaringan Terbaik Indonesia
Vasaka Hotel Jakarta Bidik Wisatawan dan Pelaku Bisnis Lewat Promo Kemerdekaan Agustus 2026

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Robot AI hingga Kendaraan Medis Jadi Sorotan EDRR 2026 di Jakarta

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Komeng Bilang Program Prabowo Bagus, Lalu Nyeletuk Begini

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:54 WIB

Prabowo Ungkap 750 BUMN Bakal Ditutup, Target Hemat Rp70 Triliun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:32 WIB

Prabowo Soroti Dunia Penuh Konflik, Indonesia Diminta Bersyukur

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:24 WIB

XLSMART Tebar Promo Kemerdekaan, dari Kuota 5G hingga Internet Rumah

Berita Terbaru

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menandatangani prasasti 15 proyek pembangunan Kabupaten Bekasi dalam rangka Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi di Plaza Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Sabtu (15/8/2026).

Bekasi

15 Proyek Bekasi Senilai Rp109 Miliar Resmi Diresmikan

Sabtu, 15 Agu 2026 - 22:27 WIB

Bekasi

Hut ke-76, PMII Bekasi Gugat Pemkab

Sabtu, 15 Agu 2026 - 19:21 WIB

Kerjasama Hubungi Kami