Presiden Jokowi Serahkan 7.000 Sertifikat Hak Atas Tanah untuk Rakyat di Kuningan

- Redaksi

Jumat, 25 Mei 2018 - 20:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Kuningan – Pada hari kedua kunjungan kerjanya ke Provinsi Jawa Barat, Presiden Joko Widodo menyerahkan 7.000 sertifikat hak atas tanah untuk rakyat di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Penyerahan sertifikat dilakukan secara langsung kepada 2.500 penerima.

“Yang kita serahkan hari ini adalah 7.000 sertifikat, tetapi yang kita undang hari ini adalah 2.500 undangan,” ujar Presiden dalam sambutannya di GOR Seni dan Budaya Ewangga, Kabupaten Kuningan, Jumat (25/5).

Presiden mengatakan, alasan pemerintah untuk terus mempercepat penyerahan sertifikat, yaitu karena persoalan sengketa lahan yang sering terjadi. Dengan adanya sertifikat, maka rakyat memiliki tanda bukti hak atas tanah jika harus bersengketa di pengadilan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jangan berlama-lama, jangan berbelit-belit, cepat. Karena tanpa kita pegang tanda bukti hak atas tanah, itu sengketa. Tapi kalau sudah pegang sertifikat mau apa? Ada orang lain datang klaim, jelas, mau diajak pengadilan kalau sudah ke pengadilan juga menang,” katanya.

Baca Juga :  Bappelitbangda Gelar Rapat Internal Bersama Pj Bupati Cirebon

Dari 126 juta bidang tanah yang harus disertifikatkan di seluruh Tanah Air, lanjut Presiden, sampai akhir 2014 baru 46 juta bidang yang telah bersertifikat.

“Separuh saja belum ada, masih kurang 80 juta,” lanjutnya.

Oleh karena itu, Presiden mengatakan, dirinya memerintahkan kepada jajarannya agar sertifikat ini cepat diserahkan kepada rakyat. Pemerintah sendiri menargetkan 7 juta sertifikat harus diserahkan kepada masyarakat tahun ini. Sebelumnya pada tahun lalu, target yang dicanangkan pemerintah sebanyak 5 juta sertifikat berhasil dicapai.

Baca Juga :  Plt. Ketua TP PKK Kota Bekasi, Wiwiek Hargono Buka Senam Massal dan Bazaar UMKM di Kecamatan Bekasi Timur

“Biasanya 500 ribu yang bisa disertifikatkan. Bayangkan kita harus menunggu 160 tahun baru kita bisa pegang sertifikat. Oleh sebab itu itu saya perintahkan tahun ini harus 7 juta sertifkat, tahun depan 9 juta yang harus diserahkan ke masyarakat,” ucap Kepala Negara.

Presiden juga mengingatkan masyarakat agar menjaga sertifikatnya dengan baik karena sertifikat ini adalah barang yang penting.

“Kalau sudah pegang tolong diberi plastik. Difotokopi, karena kalau hilang fotokopinya masih ada. Taruhnya di tempat yang berbeda, biar kalau hilang ngurusnya bisa cepat,” tuturnya.

Lebih lanjut, Presiden juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati jika ingin menjadikan sertifikatnya untuk jaminan atau agunan. Masyarakat pun diingatkan agar menggunakan pinjaman yang didapatnya untuk modal usaha atau investasi.

Baca Juga :  6 Orang yang Terjaring OTT Tiba di KPK

“Sebelum pinjam uang dari bank, cari bank yang paling baik, dihitung dulu, bisa cicil tidak setiap bulannya, kalau tidak bisa jangan dipaksakan untuk ngambil. Jadi kalau dapat pinjaman gunakan seluruhnya untuk modal usaha, untuk investasi, jangan diotak-atik untuk kenikmatan. Kalau usaha sudah jalan dapat untung 10-15 juta tabung. Kalau sudah ada tabungan dipakai untuk beli sepeda motor atau mobil silahkan,” pungkasnya.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara penyerahan sertifikat ini adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Anggota Wantimpres Agum Gumelar, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.(Rls/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028
Jangan Abaikan! Ini 5 Poin Penting dari Plt Bupati Bekasi untuk Pemerintahan Desa
Pemkab Bekasi Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital
IEE Series 2026 Hadir di Surabaya, Perkuat Ekosistem Energi dan Manufaktur
Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi
Dua Skema Atasi Sampah Burangkeng
Pemkab Bekasi Terapkan WFH 50% untuk ASN
Wawali Bekasi Jenguk Korban Ledakan Cimuning, 2 Orang Dirawat di ICU

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 20:21 WIB

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 April 2026 - 11:33 WIB

Jangan Abaikan! Ini 5 Poin Penting dari Plt Bupati Bekasi untuk Pemerintahan Desa

Rabu, 8 April 2026 - 07:09 WIB

Pemkab Bekasi Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital

Selasa, 7 April 2026 - 08:33 WIB

IEE Series 2026 Hadir di Surabaya, Perkuat Ekosistem Energi dan Manufaktur

Senin, 6 April 2026 - 17:05 WIB

Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi

Berita Terbaru

Rapat koordinasi rencana pembangunan PSEL di TPA Burangkeng yang diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara secara daring di Command Center Diskominfosantik, Selasa (14/4/2026).

Pemerintahan

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:21 WIB

Anda Kurang Beruntung !