Bandung – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin menyatakan dirinya adalah ASN murni bukan seorang Politisi, sehingga dirinya menjaga independesi agar tidak ada kepentingan dengan pihak manapun.
Hal tersebut disampaikan usai menggelar pertemuan dengan Serikat Pekerja Jawa Barat di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (14/2/2025).
Bey bercerita bahwa dirinya sudah bertemu dengan berbagai Organisasi, seperti Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jawa Barat termasuk yang baru ini bersama Serikat Pekerja Jabar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun pertemuan tersebut diadakan setelah Pilkada 2024 dan menjelang akhir tugas masa jabatannya sebagai Gubernur Jawa Barat. Bey beralasan tidak ingin ditafsirkan sebagai kepentingan yang menyangkut Politik.
“Saya memilih tidak bertemu (menunda pertemuan) dengan keduanya, baik APINDO maupun Serikat Pekerja, jadi di akhir masa jabatan baru saya mau bertemu, karena supaya tidak ada kepentingan apapun,” kata Bey kepada rakyatjabarnews.com, Jumat (15/2/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Bey juga menyampaikan permintaan maaf apabila terdapat kebijakan yang dirasa menimbulkan persoalan, khususnya bagi Buruh.
“Saya minta maaf, dan saya memang keras kepala, tapi itu apa adanya karena saya harus taat pada peraturan,” ungkapnya.
Bey juga menegaskan bahwa setiap kebijakan yang dilakukan selama menjabat tidak ada kaitannya dengan kepentingan politik. Ia mengatakan dirinya merupakan ASN Murni.
“Saya beberapa kali sampaikan, saya bukan politisi dan saya adalah ASN murni jadi harus taat dengan peraturan,” imbuhnya.
Bey Machmudin akan mengakhiri tugasnya sebagai Gubernur Jawa Barat pada 20 Februari 2025, setelah pelantikan Gubernur Jawa Barat terpilih Dedi Mulyadi dan Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan.
Berdasarkan informasi yang dikutip, Dedi Mulyadi memuji kinerja Bey Machmudin selama kurang lebih 1,5 tahun menjabat. Salah satu yang diapresiasi KDM yakni Pemerataan Desa, dimana Bey membuat kebijakan bahwa bantuan terhadap Desa tidak lagi dibagi rata, melainkan berdasarkan jumlah penduduk dan luas wilayah. (*)
Penulis : Ald









