Penutupan Festival Keraton Nusantara, Jokowi Bakal Undang Keraton ke Istana

- Redaksi

Selasa, 19 September 2017 - 00:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo turut hadir dalam penutupan rangkaian Festival Keraton Nusantara (FKN) ke XI yang bertempat di Gua Sunyaragi, Kota Cirebon hari Senin malam (18/9). Dia terlihat memakai pakaian adat khas Cirebon berwarna putih.

Dalam sambutannya, dia merasa senang bisa hadir di acara akbar tersebut. “Negara kita memiliki jejak sejarah yang besar dan gemilang. Seperti kebesaran Kerajaan Sriwijaya yang membangun maritim sangat disegani, Kerajaan Majapahit yang menyatukan Nusantara, dan lain-lain. Semuanya mewariskan bukan hanya nilai luhur, tapi juga nilai-nilai budaya yang tidak ternilai harganya,” tuturnya.

Baca Juga :  Sunday Brunch Bentani Hotel, Semua Masakan dalam Satu Tempat

Festival Keraton Nusantara ke XI ini sendiri sudah berlangsung sejak tanggal 15 September lalu, dan dibuka oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Dan penutupan kali ini, Presiden Joko Widodo sendiri yang menutupnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara penutupan tersebut sekaligus peresmian Portal Keraton nusantara yang dikelola oleh Perpustakaan Nasional, yang ditandai dengan menekan tombol elektrik, penandatanganan, dan pemukulan bedug. Dalam prosesnya, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Walikota Cirebon Nasrudin Azis, dan Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat.

Baca Juga :  Kadishub Jabar Kunjungan ke Terminal Tipe B Sumber Cirebon

Menurut Presiden Joko Widodo, keraton sangat berperan penting dalam pelestarian budaya dan menjaga nilai-nilai luhur. Keraton juga berperan penting dalam perjuangan Republik. Bersama pemerintah, Keraton menata diri menyesuaikan zaman tapi tetap memegang nilai-nilai budaya.

Baca Juga :  Gerak Jalan Rawalumbu Bekasi Diikuti oleh 1500 Peserta

“Warisan peradaban Nusantara menjadi modal bagi masa depan bangsa ini. Saya berharap FKN ini bukan semata pariwisata atau apresiasi, tapi juga mengukuhkan keraton-keraton Nusantara,” tuturnya.

“Saya minta naskah-naskah kuno, karya-karya sejarah, untuk dijaga dan dilindungi,” imbuhnya.

Mengenai rekomendasi yang diberikan pemerintah dari keraton-keraton, dia berencana akan mengundang keraton-keraton di Istana Negara. “Nanti diundang saja ke istana. Apa saja yang akan dibicarakan,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Adira Finance Satukan Operasional Mandala, Perluas Layanan Pembiayaan
Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Syafiqa Dzikria Nafasya Raih Penghargaan Anugerah Anak Indonesia Awards 2026
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon
PrimeBiz Hotel Cikarang Gelar Bekasi Heritage Experience, Ajak Peserta Belajar Membatik
Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Adira Finance Satukan Operasional Mandala, Perluas Layanan Pembiayaan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Syafiqa Dzikria Nafasya Raih Penghargaan Anugerah Anak Indonesia Awards 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan

Berita Terbaru

Keterangan foto: Ilustrasi tindak pidana korupsi yang berdampak terhadap kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

Jakarta

Prof Romli Nilai Korupsi Rugikan Hak Sosial Masyarakat

Sabtu, 17 Okt 2026 - 06:02 WIB