Pasca Terjadinya Gangguan Tranmisi, PLN Bekasi Himbau Pelaku Industri Beralih ke Generator

- Redaksi

Kamis, 6 September 2018 - 13:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Bekasi – Pasca terjadinya gangguan transmisi Jawa – Madura – Bali pada Rabu (05/09) kemarin yang dirasakan dampaknya hingga Wilayah Bekasi Jawa Barat, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Bekasi meminta kepada pelaku industri untuk menyiasati agar beralih dengan penggunaan generator set (genset).

“Kami mengimbau para pengusaha di kawasan industri di Bekasi untuk sementara beralih pada penggunaan genset agar kebutuhan suplai listrik bagi pelanggan rumah tangga bisa berjalan stabil,” harap Manager Area PT PLN Bekasi Renny Wahyu Setiaswan, Kamis (06/09).

Menurut Renny, gangguan suplai listrik pada transmisi Jawa-Madura-Bali yang terjadi pada Rabu (5/9) kemarin, sekitar pukul 12.00 WIB berimbas pada pengurangan suplai daya pada pelayanan pelanggan di Kota Bekasi dan
Kabupaten Bekasi.

Untuk di wilayah tersebut, lanjut Renny, terimbas pengurangan daya listrik sebesar 96 MW dari total beban puncak kebutuhan listrik mencapai 1.300 MW, atau setara kurang dari 10 persen.

Renny mengatakan, gangguan suplai daya listrik pada transmisi Jawa-Madura-Bali lantaran padamnya 12 unit pembangkit, dan sebanyak delapan di antaranya berlokasi di pulau Jawa dan empat di wilayah
Bali.

“Saat ini tinggal empat unit pembangkit daya listrik yang sedang dalam tahap pemulihan di wilayah Paiton, Probolonggo, Jawa timur. Sisanya sudah pulih sejak Rabu (5/9) pukul 23.00 WIB,” katanya.

Menurut Renny, imbas gangguan listrik di wilayah Bekasi relatif kecil, yakni kurang dari 10 persen berkat peran sejumlah pelaku industri di wilayah setempat yang beralih pada pemanfaatan genset.

Baca Juga :  GEMA MKGR dan KNPI Siap Sosialisasikan Pilkada Di Posko dan Jalur Mudik

“Salah satunya adalah PT Gunung Garuda di Rayon Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi yang kini mengurangi pasokan daya 100 MW dari kebutuhan 215 MW untuk produksi,” katanya.

Berkurangnya pemanfaatan 100 MW listrik di PT Gunung Garuda, kata dia, kini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan suplai listrik bagi pelanggan rumah tangga di wilayah Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi sebanyak total 1.450.000 rumah tangga.

Renny juga tengah mengerahkan personel di 10 rayon wilayah Bekasi untuk meminta pengusaha industri lainnya yang kini memanfaatkan listrik PLN dalam skala besar untuk turut berperan menjaga stabilitas pasokan listrik rumah tangga dengan beralih ke genset.

Renny memastikan, pasokan listrik di wilayah Bekasi akan kembali normal pada Jumat (7/9) besok. Namun demikian, upaya menstabilkan suplai listrik kepada total 1.650.000 pelanggan di wilayah Bekasi juga dilakukan pihaknya dengan cara melakukan pemadaman bergilir dengan interval 2 jam sekali.

Baca Juga :  Jaring Aspirasi, Anggota DPRD Kota Bekasi Fokuskan Bahas Banjir di Kota Bekasi

“Tidak hanya pelanggan rumah tangga, pelanggan industri juga kita lakukan pemadaman secara bergilir maksimal setiap 2 jam sekali agar tidak terlalu menganggu proses produksi mereka,” katanya.

Lebih lanjut, Renny mengatakan, terdapat delapan kawasan industri yang kini terkena dampak kebijakan tersebut, di antaranya Deltamas, Hyundai, MM2100, Jababeka, Marunda Center, Kawadan Industri Terpadu Indonesia-China, Delta Silicon dan Bekasi Fajar.

“Saya optimistis pemadaman bergilir kali ini tidak berdampak serius pada proses produksi karena mayoritas industri telah dilengkapi dengan fasilitas genset berkapasitas mulai dari 200 kVA sampai dengan 2 MVA,” tandasnya.(red/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028
TPS Ilegal di Tambun Utara Ditutup, Plt Bupati Bekasi: Dampaknya Sudah Ganggu Kesehatan
Jangan Abaikan! Ini 5 Poin Penting dari Plt Bupati Bekasi untuk Pemerintahan Desa
Tirta Bhagasasi Evaluasi Kerja Sama Air Curah demi Layanan Lebih Optimal
Tropicana Slim Ajak Masyarakat Kejar Remisi Diabetes Lewat Beat Diabetes 2026
PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Bekasi Luncurkan Sekolah Peduli Pendengaran
Dokter Gigi Bekasi Kurang

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 20:21 WIB

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 April 2026 - 13:25 WIB

TPS Ilegal di Tambun Utara Ditutup, Plt Bupati Bekasi: Dampaknya Sudah Ganggu Kesehatan

Selasa, 14 April 2026 - 11:33 WIB

Jangan Abaikan! Ini 5 Poin Penting dari Plt Bupati Bekasi untuk Pemerintahan Desa

Senin, 13 April 2026 - 16:37 WIB

Tirta Bhagasasi Evaluasi Kerja Sama Air Curah demi Layanan Lebih Optimal

Minggu, 12 April 2026 - 10:40 WIB

PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata

Berita Terbaru

Rapat koordinasi rencana pembangunan PSEL di TPA Burangkeng yang diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara secara daring di Command Center Diskominfosantik, Selasa (14/4/2026).

Pemerintahan

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:21 WIB

Anda Kurang Beruntung !