Parah, Proyek Milyaran Rupiah Dikerjakan Tidak Sesuai Site Plane

  • Whatsapp

RakyatJabarNews.com,Cirebon -Warga melihat janggal dengan pembangunan Senderan Penahan Jalan di lingkungannya secara asal asalan, selain tidak adanya papan proyek dan rambu rambu lalu lintas juga tidak adanya mesin molen dalam mengaduk material.

Menurut pengakuan warga setempat, Solihin 26 Tahun, dirinya merasa heran dengan Proyek Pembangunan TPT yang tidak mengikuti aturan baku dari Dinas PUPR selain itu papan informasi dan gambar tidak di lokasi pembangunan padahal sekarang masyarakat sudah cerdas dan tahu jika proyek dari pemerintah bisa di akses di halaman resmi LPSE Pemda setempat, Kamis (26/7)

“Parah nih proyek, padahal masyarakat tidak bodoh, sekarang masyarakat bisa mengakses website LPSE dan tahu nilai Anggaran setiap proyeknya, disini itu TPT dan peningakatan jalan anggarannya 1.8 Milyar, jika dalam pengerjaan pembangunan asal asalan maka kualitas tidak terjamin dan merugikan masyarakat”
Saat ditemui di lokasi Mega Proyek di Desa Sigong Kecamatan Lemahabang.

Korlap dari Peningkatan Jalan Dinas PU PR, M. Parmo mengatakan,setalah melihat hasil kerjaan di hari kedua, dirinya sangat kecewa pada pihak kontraktor yang membangun TPT asal asalan tidak sesuai dengan RAB dan Gambar yang sudah ditetapkan oleh Dinas PUPR Kabupaten Cirebon.

“Setelah melihat saya kecewa juga, dan saya perintahkan pada kontraktor dari PT. Jengala Manik agar bongkar bangunan yang tidak sesuai dengan gambar”.

Masih menurut Parmo, Dirinya ditugaskan oleh Pimpinan untuk mengawasi jalanyan proyek pembangunan di wilayah Kabupaten Cirebon agar hasil pekerjaan sesuai yang ditetapkan oleh Dinas PUPR.

“Padahal kami dari pihak Dinas PUPR kabupaten Cirebon membangun untuk masyarakat agar infrastructure yang dibangun kuat dan bermanfaat secara jangka panjang.”

Saya diperintahkan oleh Pimpinan agar mengawasi seluruh proyek yang dilaksanakan oleh para pemenang tender proyek khususnya di Bidang Peningkatan jalan.

“Saya dibawah naungan Kabid Peningkatan Jalan Kabid Pak Hidayat atau Yayat dari Dinas PUPR Kabupaten Cirebon, untuk mengawasi proyek proyek yang dikerjakan oleh para kontraktor,”pungkasnya.

Sedangkan menurut Salah seorang Aktivis Cirebon Timur, Adi Rohadi atau biasa di sapa Babon pada saat ditemui di bilangan Kanci, sangat menyayangkan ulah kotor dari kontraktor nakal yang mengerjakan proyek pemerintah asal asalan.
“Kalau ada kontraktor nakal, hasil pekerjaannya harus dibongkar semua,”tegasnya.

Ditambahkan oleh Ambon salah seorang anggota dari Ormas Grib Cirebon Timur senada dengan komentar rekannya Babon bahwa proyek pemerintah tidak boleh permainkan oleh kontrakator dengan cara mengurangi material dan harus sesuai dengan site plan yang di keluarkan oleh Dinas terkait.

“Saya sependapat bahwa kualiatas material tidak boleh di permainkan oleh para kontraktor nakal dan harus sesuai RAB Bestek dari Dinas,”tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *