Orang Gangguan Mental Membawa Parang Berkeliaran di Jalur Sindanglaut-Ciawigajah

- Redaksi

Senin, 18 Desember 2017 - 19:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Was-was, inilah yang dirasakan masyarakat penggunaan jalan di sepanjang jalur Sindanglaut-Ciawigajah, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon. Mereka tidak hanya harus berhati-hati dengan kondisi jalan yang rusak berat, berlubang, dan licin akibat tumpahan material tanah merah dari Quarry di Cipejeuh Kulon, namun ditambahkan lagi dengan orang gangguan mental yang membawa parang yang menyusuri jalan Sindanglaut-Ciawigajah, Senin (18/12).

Kuwu Desa Asem Ade Fathurohman mengatakan, jika orang gangguan mental yang membawa alat tajam ini berasal dari Lemahabang. Dia kerap kali berjalan ke wilayah Desa Asem dan tentu ini sangat membuat resah warga.

Baca Juga :  Ahmad Heryawan Kunjungi Warga Pangandaran Serta Berikan Bantuan

Sedangkan saat awak media saat bulan November lalu berkali-kali mencoba mendatangi pihak Puskesmas Lemahabang untuk mengkonfirmasi jumlah penderita gangguan mental dan bagaimana penangannya, tidak bisa ditemui bagian kesehatan jiwa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Maaf mas, bagian Kesehatan jiwa sedang keluar. Bisa besok lagi,” ucap Kepala Puskesmas Lemahabang, Dr. Ahdiyat.

Sebenarnya ada kata yang lebih santun untuk mereka yang dikatakan “orang gila“ atau orang gila yang menggelandang, yaitu gelandangan penderita psikotik, yang berarti gelandangan yang disertai gangguan jiwa berat.

Baca Juga :  Pemkab Bekasi Mutasikan 9 Pejabat Eselon III

Penderita gelandangan psikotik adalah penderita dengan gangguan jiwa dan sebagian besar dari keluarga miskin. Karena miskin, mereka tidak sanggup untuk merawat, apalagi untuk membiayai perawatan di rumah sakit jiwa.

Sebagaian gelandangan psikotik berasal dari keluarga yang mungkin dapat dikatakan mampu, tetapi mereka merasa bosan karena setiap saat harus membawanya berobat sehingga keluarga sudah tidak mau dan tidak sanggup untuk merawat. Juga ada anggota keluarga yang menderita gangguan jiwa ini memalukan keluarga.

Sikap dan anggapan keluarga yang demikian, ketidakpedulian pihak keluarga membuat mereka yang menderita gangguan jiwa ini pergi dan lari dari rumah tanpa sepengetahuan keluarga atau mungkin dibiarkan pergi oleh keluarganya, dan akhirnya mengelandang.

Baca Juga :  Peserta BPJS Akan Dipungut Biaya, Ini Penjelasan Humas BPJS di Cirebon

Permasalahannya, kesejahteraan sosial bagi gelandangan psikotik memerlukan solusi yang tepat, disebabkan di satu sisi masyarakat sangat sulit bertoleransi terhadap gelandangan psikotik karena mengancam keselamatan jiwa, baik keluarga dan masyarakat sekitarnya.

Di sisi lain, panti sebagai salah satu upaya pemerintah yang memberikan pelayanan kesejahteraan sosial bagi pengemis, gelandangan dan orang terlantar, serta gelandangan psikotik mengalami kesulitan besar dalam menyalurkan pelayanan ke keluarga dan masyarakat.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

10 Hari Tanpa Jejak, Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Arupadhatu I Dihentikan
3 Anggota DPRD TTU Jadi Tersangka, Kantor Hukum 2000: Jangan Ada Kekebalan Politik
5G XLSMART Resmi Hadir di Palembang, SMARTFREN Tawarkan Unlimited hingga 500 Mbps
5G Makin Ngebut di Surabaya, XLSMART Siapkan Ekspansi ke 88 Kota
XLSMART Naikkan Capex Jadi Rp20 Triliun, Perkuat Jaringan dan Perluas 5G
APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini
Medan Dikebut 5G, XLSMART Siapkan 1.000 Lebih BTS
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 08:03 WIB

3 Anggota DPRD TTU Jadi Tersangka, Kantor Hukum 2000: Jangan Ada Kekebalan Politik

Rabu, 9 September 2026 - 12:05 WIB

5G XLSMART Resmi Hadir di Palembang, SMARTFREN Tawarkan Unlimited hingga 500 Mbps

Jumat, 4 September 2026 - 14:34 WIB

5G Makin Ngebut di Surabaya, XLSMART Siapkan Ekspansi ke 88 Kota

Jumat, 4 September 2026 - 14:09 WIB

XLSMART Naikkan Capex Jadi Rp20 Triliun, Perkuat Jaringan dan Perluas 5G

Rabu, 2 September 2026 - 12:25 WIB

APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini

Berita Terbaru