Ombi: Perda Pariwisata Fokus Awasi THM, Bukan Melegalkan

- Redaksi

Senin, 6 Juli 2026 - 18:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Pansus 14 DPRD Kabupaten Bekasi, Ombi Hari Wibowo

i

Anggota Pansus 14 DPRD Kabupaten Bekasi, Ombi Hari Wibowo

KABUPATEN BEKASI – Pembahasan perubahan Peraturan Daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan di DPRD Kabupaten Bekasi memunculkan berbagai tanggapan, terutama terkait isu tempat hiburan malam (THM). Menanggapi hal tersebut, Anggota Pansus 14 DPRD Kabupaten Bekasi, Ombi Hari Wibowo, menegaskan bahwa perubahan perda tidak dimaksudkan untuk melegalkan keberadaan THM.

Menurut Ombi, anggapan bahwa perubahan perda akan membuka ruang legalisasi tempat hiburan malam merupakan persepsi yang tidak tepat. Sebab, kewenangan penerbitan izin usaha pariwisata saat ini berada di pemerintah pusat melalui sistem Online Single Submission (OSS), bukan di pemerintah daerah.

“Perlu digarisbawahi, perda ini bukan perda untuk mengizinkan tempat hiburan malam. Perizinannya tetap melalui OSS. Jadi perubahan perda ini tidak mengubah mekanisme perizinan,” kata Ombi kepada wartawan usai rapat Pansus 14 DPRD Kabupaten Bekasi, Senin (6/7/2026).

Baca Juga :  Potong Tumpeng, Rapat Paripurna Istimewa HUT Kota Bekasi ke 23 Tahun

Ia menjelaskan, perubahan regulasi dilakukan karena pemerintah daerah membutuhkan instrumen hukum untuk mengawasi dan membatasi aktivitas usaha pariwisata yang izinnya telah diterbitkan pemerintah pusat.

Menurut Ombi, selama perda lama masih bersifat melarang secara umum, pemerintah daerah justru memiliki keterbatasan dalam melakukan pengawasan di lapangan.

“Kalau hanya melarang, kita tidak bisa mengatur jam operasional, lokasi usaha, maupun mekanisme pengawasannya. Padahal izin dari pusat tetap bisa keluar,” ujarnya.

Baca Juga :  Minggu ke-3, Giat TMMD ke - 10 Giat Pelaksanaan Non Fisik

Karena itu, Pansus mengusulkan agar perda baru memuat aturan yang memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk melakukan penataan, pembinaan, dan pengawasan terhadap usaha pariwisata, termasuk apabila terdapat pelanggaran.

Ia mencontohkan, melalui regulasi baru nantinya pemerintah daerah dapat mengatur batasan lokasi usaha, jam operasional, hingga memberikan sanksi kepada pelaku usaha yang tidak mematuhi ketentuan daerah.

“Bukan untuk melegalkan, tetapi agar pemerintah daerah punya dasar hukum melakukan pembatasan dan pengawasan. Kalau melanggar, kita punya dasar untuk menindak,” katanya.

Selain membahas pengawasan tempat hiburan malam, perubahan Perda Kepariwisataan juga mencakup sejumlah sektor lain. Mulai dari pengembangan desa wisata, wisata religi, penyelenggaraan event, hotel, restoran, hingga penguatan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

Baca Juga :  Alit Jamaludin Ajak Anak Muda Bekasi Jadi Pengusaha, Nilai Lapangan Kerja Kian Sempit

Ombi mengatakan sektor pariwisata tidak hanya berkaitan dengan destinasi wisata, tetapi juga menyangkut pengelolaan lingkungan, kesehatan, investasi, promosi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Karena itu, pembahasan perda melibatkan berbagai OPD agar regulasi yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan pengembangan pariwisata Kabupaten Bekasi secara menyeluruh.

“Spirit perda ini adalah memperkuat tata kelola pariwisata. Tujuannya bukan sekadar mengatur tempat hiburan malam, tetapi memastikan seluruh sektor pariwisata berjalan lebih tertib, terawasi, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tutup Ombi.

(*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tri Adhianto Bidik Stadion Patriot Jadi Magnet Sport City Bekasi
Raperda Pariwisata Bekasi Belum Diputus, Pansus XIV Libatkan Semua Pihak
Sarif Marhaendi: Kades Terpilih Wajib Ikuti Aturan Sebelum Ganti Perangkat Desa
Pansus XV DPRD Bekasi Desak Pemkab Terbitkan Surat Edaran Pilkades 2026–2034
Harris Bobihoe: Sinergi Pusat-Daerah Kunci Sukses Cek Kesehatan Gratis
Balita Korban Dugaan Penganiayaan Ibu Tiri di Bekasi Meninggal Dunia, Jenazah Diautopsi
Koalisi Sipil Desak KPK Tuntaskan Dugaan Ijon Proyek di Kabupaten Bekasi
Eks Kabid Pasar Disdagperin Kota Bekasi Jadi Tersangka, Diduga Minta Rp80 Juta untuk Alih Kelola MCK

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:57 WIB

Tri Adhianto Bidik Stadion Patriot Jadi Magnet Sport City Bekasi

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:48 WIB

Raperda Pariwisata Bekasi Belum Diputus, Pansus XIV Libatkan Semua Pihak

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:58 WIB

Pansus XV DPRD Bekasi Desak Pemkab Terbitkan Surat Edaran Pilkades 2026–2034

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:34 WIB

Harris Bobihoe: Sinergi Pusat-Daerah Kunci Sukses Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:22 WIB

Balita Korban Dugaan Penganiayaan Ibu Tiri di Bekasi Meninggal Dunia, Jenazah Diautopsi

Berita Terbaru

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Partai Gerindra, H. Bodin, memberikan keterangan kepada awak media di sela-sela rapat Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Bekasi, Kamis (16/7/2026).

Pemerintahan

Komisi III Desak Percepat Realisasi Infrastruktur

Kamis, 16 Jul 2026 - 22:48 WIB

Kepala Desa Burangkeng Nemin Bin H. Sain.

Pilkades

Kades Burangkeng Minta Perda Desa Tak Tergesa-gesa

Kamis, 16 Jul 2026 - 19:41 WIB

Kerjasama Hubungi Kami