Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi menegaskan komitmennya dalam mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali. Lewat berbagai program berkelanjutan, Pemkot terus bergerak menghadapi tantangan polusi udara, pengelolaan sampah, hingga pelestarian ruang terbuka hijau.
“Kesehatan warga adalah prioritas utama. Maka, menciptakan kualitas udara yang bersih adalah langkah strategis demi masa depan yang lebih baik,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Yudianto, saat ditemui pada Jumat (31/5/2025).
Sebagai bagian dari upaya konkret, Pemkot Bekasi telah membangun dan memperluas infrastruktur hijau seperti taman kota, hutan kota, dan jalur hijau. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi paru-paru kota sekaligus area resapan yang membantu menekan tingkat polusi udara.Tak hanya itu, edukasi dan gerakan sosial juga digalakkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan membakar sampah, dan mari kita galakkan penanaman pohon, baik di sekolah, kantor, maupun lingkungan tempat tinggal,” tambah Yudianto.
Langkah Pemkot Bekasi semakin progresif dengan pemasangan alat pemantau kualitas udara di sejumlah titik penting kota. Teknologi ini memungkinkan pengawasan kondisi udara secara real-time dan akurat.
“Hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada 30 Mei 2025 pukul 16.00 di Stasiun Bekasi dan Kayuringin menunjukkan angka 80. Kategori ini masih tergolong Sedang, tapi tentu menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus berbenah,” jelas Yudianto.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan warga dalam menjaga kualitas lingkungan hidup.
“Kalau kita bergerak bersama, udara bersih bukan mimpi. Kota yang sehat, hijau, dan nyaman adalah hak setiap warga. Dan itu bisa kita wujudkan mulai hari ini,” tutupnya penuh semangat. (*)









